Berbagi Ilmu dan Pengetahuan

Yuk Simak Keseruan 35 Guru dari 10 Kecamatan di Riau Ikuti STEP di Pekanbaru

Posted: April 10th 2019

Memperuncing sistem evaluasi aktif, 35 guru dari 10 kecamatan di Riau ikuti STEP di Pekanbaru yg diselenggarakan Tanoto Foundation berbarengan Asian Agri.

STEP atau School Transition and Empowerment Proyek adalah kursus atau workshop itu diselenggarakan di Grand Zuri Hotel Pekanbaru pada Selasa (9/4/2019) .

Baca Juga : strategi pembelajaran

Kursus itu adalah program penambahan kapabilitas guru dengan maksud peningkatan kemampuan guru jadi fasilitator yg tangguh, terpenting dalam menambah kapabilitas memfasilitasi aktivitas belajar mengajar aktif di sekolah semasing.

Keseluruhan 35 orang guru dari 10 kecamatan di lima kabupaten di Riau ialah Siak, Pelalawan, Kampar, Kuantan Singingi serta Indragiri Hulu ikuti aktivitas workshop itu.

Training Specialist Tanoto Foundation Riau, D Sasmoyo Hendrawan mengatakan, tidak cuman menambah kemampuan mengajar guru dengan cara personal, STEP pada prinsipnya pula melibatkan guru yg ada dalam komunitas Group Kerja Kepala Sekolah (KKKS) serta Group Kerja Guru (KKG) di semasing daerah aslinya.

Lantas, berfaedah untuk daerahnya serta kawan-kawan sejawat guru yg tak tersentuh program.

” Jadi peserta STEP kesempatan ini rata-rata datang dari KKKS serta KKG di gugus yg berada pada daerahnya semasing. Mereka merupakan fasilitator yg awal kalinya udah ikuti kursus peningkatan kemampuan guru pada program Pelita Pendidikan Tanoto Foundation yg digagas sejak mulai tahun 2010. Namun saat ini program Pelita Pendidikan ini kan udah berpindah dengan program Peningkatan Perubahan buat Mutu Evaluasi (PINTAR) . Jadi arahnya biar kapabilitas yg udah diraih pada program Pelita dapat menyatu serta sinkorn dengan program cerdas, ” papar Sasmoyo.

Simak Juga : metode pembelajaran

Dia menuturkan, STEP kesempatan ini bisa berikan wawasan terhadap Fasilitator Lokal terkait rancangan program yg bakal diimplementasikan di semasing sekolah, gugus, serta kecamatan di darahnya.

Peserta yg turut pada warkshop itu adalah aset-aset yg udah jadi dengan kapabilitas mengajar yg sangatlah menakjubkan.

Tanoto Foundation serta Asian Agri terasa sangatlah sayang apabila kapabilitas itu tak kembali dipertajam serta ditambah.

” Karena itu ini hari kami bikin Warkshop STEP. Mamang peserta kesempatan ini tak lagi masuk dalam intervensi kami. Namun tetap berubah menjadi kawajiban Tanoto biar banyak peserta atau fasilitaor ini bisa bertransisi serta lebih berkemampuan melalui langkah mensinkronkan pada program lama (pelita pendidikan) dengan program PINTAR, ” jelasnya.

Ketaksamaan pada program Pelita Pendidikan dengan program PINTAR kata Ia, sesungguhnya tak demikian jauh.

Tetapi, diprogram PINTAR bagian evaluasi aktif lebih dikupas dengan cara mendalam.

” Dengan cara kerangka memikir di Pelita Pendidikan tak demikian mendalam, namun di model-model pembelajarannya (program pelita) mereka mengerti banyak. Jadi bila kedua-duanya ini dikombinasikan, akan jadi lebih klop, ” katanya.

Workshop kesempatan ini dibagi dalam tiga sesion.

Sesion dalam hari pertama materi kelas ialah memadukan pada wawasan baru dengan yg lama.

Hari ke dua prosedur pemberdayaan KKG dalam bikin perencaan program, aplikasi, serta pelajari.

Hari ke-tiga merupakan praktek aplikasi langsung di sebagian sekolah di Pekanbaru.

Coordinator Program STEP Propinsi Riau, Sri Wahyuni menyampaikan, guru-guru (fasilitator) atau peserta Workshop yg awal kalinya udah dilatih pada program Pelita Pendidikan, bisa meningkatkan trik evaluasi aktif di sekolah atau lewat KKG di kecamatan semasing, seusai ikuti Workshop STEP.

” Semestinya harapannya bisa menyambung kesinambungan implementasi praktek baik di sekolah, baik oleh guru serta kepala sekolah, ” kata Sri.

Henri satu pada guru sebagai peserta Workshop memaparkan, kalau program kursus yg udah diperoleh sejauh ini sangatlah berfaedah kala evaluasi di sekolah.

Guru SDN 07 Pulau Sengkilo, Kecamatan Kelayang Indragiri Hulu ini masuk dengan Tanoto Foundation sejak mulai tahun 2012.

Evaluasi aktif serta sistem mengajar sangatlah simple yg Dia terima, meringankan siswa dalam mendalami materi pelajaran.

” Alhamdulillah, sejauh ini cuma guru yg aktif di sekolah, seusai turut program dari Tanoto Foundation, siswa kami yg tambah banyak aktif, guru cuma untuk penengah serta penggerak. Dulunya siswa tak berani keluarkan gagasan serta saran, saat ini mereka udah berani. Siswa udah mulai berkomunikasi dengan lancar perihal apapaun berkenaan evaluasi, ” jelasnya. (Tribunpekanbaru. com/Hendri Gusmulyadi)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php