Berbagi Ilmu dan Pengetahuan

Yuk Simak Biografi Singkat Mary Fairfax Somerville, ‘Ratu Ilmu Pengetahuan Abad 19’

Posted: November 19th 2018

Sehabis kematiannya pada 1872, Mary Fairfax Somerville dinobatkan jadi ‘Ratu Pengetahuan Pengetahuan Zaman 19’ oleh The London Post. Dia dipandang sebagai pahlawan wanita yg punyai andil besar di Inggris Raya, baik dalam sektor ilmiah atau keadilan untuk para wanita.

Mary Somerville berubah menjadi pembela hak pilih wanita yg sangatlah keras menentang ketidakadilan. Dia berubah menjadi wanita pertama yg diberi tanda tangan gugatan hak wanita yg diungkapkan terhadap Parlemen oleh John Stuart Mill.

Baca juga : teks biografi

Warisan pengetahuan pengetahuannya yg langgeng serta popularitasnya jadi ilmuwan datang dari kebolehannya memberikan satu ilmu dan pengetahuan dengan makna dan keterangan yg ringan dipahami oleh banyak orang, terlebih mereka yg pemula bakal pengetahuan itu.
Jadi putri tunggal seseorang perwira Angkatan Laut Skotlandia, Mary Somerville tumbuh dalam sesuatu desa tepi pantai Burtisland. Walaupun pendidikan formalnya cuma datang dari 1 tahun di sekolah asrama, kemauannya buat mendalami beragam soal diilhami dari pamannya yg kerap membacakan kisah-kisah banyak sarjana wanita pada dunia kuno.
Dia banyak mendalami buku kuno, dimulai dari Elements karya Euclid yg diluncurkan lebih kurang zaman ke-3 SM, sampai teks aljabar yg dia raih dari pengajar saudara laki-lakinya. Mary Somerville lantas membaca buku Priciples karya Sir Isaac Newton yg memberikan semangat buat mendalami ilmu dan pengetahuan alam lebih luas, seperti botani, meteorologi, astronomi, matematika, serta fisika kelanjutan.

Simaklah : contoh biografi
Sehabis menerbitkan sejumlah makalah ilmiah, Mary Somerville menafsirkan buku Mecanique Celeste karya Pierre Laplace, yg dikasih judul Mechanism of the Heaven.
Buat mendalami rencana yg dibikin oleh Laplace dengan ringan, Somerville terus menerbitkan Preliminary Dissertation, yg berisi perincian matematika basic, histori objek itu, serta beragam keterangan diikuti gambar, diagram, serta perhitungan simple matematika.
Bukunya berubah menjadi teks standard untuk Matematika, serta astronomi kelanjutan yg dimanfaatkan selama zaman ke-19. Dia lantas menerbitkan suatu buku ilmiah yg bisa dengan ringan dimengerti oleh group ilmuwan, atau warga umum. Buku berjudul Physical Sciences itu berubah menjadi buku yg sangatlah digemari banyak orang sepanjang zaman ke-19.
Pada 1838, Mary Somerville menerbitkan bukunya yg sangat sukses, Physical Geography. Buku itu punya sifat deskriptif serta termasuk banyak pandangan politiknya, seperti ketegasannya menentang perbudakan.
Mary Somerville di tawarkan berubah menjadi anggota kehormatan dalam Perkumpulan Astronomi Kerajaan Inggris serta beberapa perkumpulan negara Eropa beda.
Buku terakhir kalinya, On Molecular and Microscopic Science yg diluncurkan pada 1869 –ketika umurnya udah capai 89 tahun, berubah menjadi bukunya sangatlah komplet. Buku itu berisi beragam objek yg termasuk area area teori atom sampai katalog tumbuhan.
Mary Fairfax Somerville wafat pada 1872, kala dia tengah tertidur di Naples, Italia, pada umur 92 tahun.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php