Berbagi Ilmu dan Pengetahuan

Yuk Kenali Perbedaan Artikel Listicle dan Narasi

Posted: January 31st 2019

Sudahkah kamu paham.kamu mengerti, ada dua ragam format artikel di IDN Times? Bila kamu masuk ke halaman IDN Times Community, pada sisi ‘Create Post’ kamu bakal diunjukkan 2 menu ialah ‘Buat Narasi’ serta ‘Buat Listicle’.

Nah, pemanfaatan ke dua format artikel itu tidak sama lho di IDN Times. Karenanya, pada Instagram Live Community Talk Volume 11 diulas perihal ketaksamaan artikel Listicle serta Cerita.

Simak Juga : contoh artikel

Yuk, kita pahami lebih dalam ketaksamaan pada ke dua format artikel ini.

  1. Artikel bentuk Cerita cuma dimanfaatkan buat category khusus
    Artikel Listicle versi Cerita, Ini Lho Bedanya! Pexels. com/Startup Persediaan Photos
    Artikel model Cerita di IDN Times cuma dimanfaatkan buat category Fiksi serta Pemikiran. Buat category Fiksi ada 2 ragam, ialah Cerpen serta Puisi. Jadi, apabila kamu pengin menulis satu diantaranya salah satunya tentukan menu ‘Buat Narasi’ pada dashboard-mu.

Tidak hanya itu, pada category Pemikiran kamu ikut bisa memanfaatkan mode Cerita lantaran tulisan Pemikiran kebanyakan kajiannya tak dibagi-bagi. Jadi, kamu dapat menuliskannya pandangan pribadimu pada suatu pertanda melalui kolom Pemikiran dengan memanfaatkan artikel Cerita, ya.

  1. Banyaknya kata buat Cerita lantas ada keputusannya lho!
    Artikel Listicle versi Cerita, Ini Lho Bedanya! Pexels. com/Startup Persediaan Photos
    Pada artikel Cerita, jangan sampai buat tulisan yg terlampau pendek ya. Terkecuali apabila kamu menulis puisi. Nah, bila pengin menulis Cerpen atau Pemikiran, sedikitnya panjang tulisan yg ditulis merupakan 300 – 600 kata.

Privat artikel Pemikiran, jangan sampai lupakan sistem 5W + 1H, ya. Ini dapat membantumu mengukur berapa panjang artikel yg kamu tuliskan.

  1. Dan artikel Listicle dapat dimanfaatkan buat category yang lain
    Artikel Listicle versi Cerita, Ini Lho Bedanya! Pexels. com/Stokpic

Nah, bila artikel Listicle dapat dimanfaatkan buat category yang lain. Berikut ini sebagai ciri-khas IDN Times, ialah artikel Listicle yg kajiannya ditulis menurut banyak ide inti (sub judul) serta dapat dukungan dengan gambar yg menarik sesuai sub judul yg diulas.

Baca Juga : inflasi adalah

Sekarang, artikel model Listicle memang amat banyak dimanfaatkan oleh beragam wadah lantaran meringankan pembaca buat tangkap kabar dalam tulisan itu. Karena itu, beberapa category artikel di IDN Times memanfaatkan format ini.

Mengenai kategori-kategori yg meggunakan format Listicle merupakan :

News
Sport
Hype
Life
Food
Travel
Business
Automotive
Science
Health
Tech
Men

  1. Ada keputusan banyaknya point buat tiap-tiap category artikel Listicle
    Artikel Listicle versi Cerita, Ini Lho Bedanya! medicalnewstoday. com

Tiap-tiap artikel Listicle mesti menampung kabar yg menarik. Tetapi, biar kabar itu bertambah komplet, kamu mesti tuliskan berubah menjadi sejumlah point dengan keputusan selanjutnya :

Sekurang-kurangnya 3 point : Privat buat artikel News atau kabar breaking News. Yakinkan tiap-tiap point ikut menampung kabar yg komplet, tidak hanya poto serta sub judul.

Sekurang-kurangnya 5 point : Privat buat artikel informatif yang lain, seperti rujukan wisata, rujukan kuliner, zodiak, kepribadian, teknik, atau kenyataan unik dari suatu moment.

Sekurang-kurangnya 9 point : Privat buat artikel yg menampung kelompok poto. Nah, buat sisi ini yakinkan tiap-tiap sub judulnya jangan sampai terlampau pendek, ya. Mesti ada kabar menarik yg tercantum di dalamnya.

  1. Cermati trik tulisan sub judul poin-poinnya
    Artikel Listicle versi Cerita, Ini Lho Bedanya! Pexels. com/rawpixel
    Pada sisi sub judul, penulisannya berlainan seperti menulis judul yg semua huruf pertama memanfaatkan kapital. Dan buat sub judul, penulisannya seperti menulis kalimat biasa dimana huruf kapital cuma dimanfaatkan di huruf pertama. Namun, diakhir kalimat tak usah memanfaatkan titik.

Misalnya :

  1. Saat ini tampilan Yoona SNSD kelihatan lebih fresh dengan rambut pendeknya
  2. Yakinkan tiap-tiap daftar kamu isi sisi ‘Sub description’-nya dengan kabar menarik
    Artikel Listicle versi Cerita, Ini Lho Bedanya! Pexels. com/Startup Persediaan Photos
    Pada sisi sub-description jangan sampai dikosongi, ya. Tulislah artikel yg informatif hingga sisi sub-description mesti kamu tuliskan kabar atau pengetahuan yg menarik. Selaraskan dengan sub judul yg tengah diulas.

Nah, kabar yg ditulis lantas jangan sampai terlampau pendek. Sekurangnya kamu tulis 1-2 paragraf atau dalam 1 paragraf tulis 3 kalimat. Manfaatnya biar pembaca yg membaca artikelmu gak cuman memperoleh hiburan namun ikut pengetahuan yg hebat. Jadilah penulis yg inspiratif!

  1. Perlu diingat ikut ikutkan gambar di tiap-tiap daftar
    Artikel Listicle versi Cerita, Ini Lho Bedanya! Pexels. com/rawpixel
    Nah, ini pun sisi yg gak kalah utama. Buat artikel Listicle kamu mesti menuliskan gambar-gambar partisan yg menarik di tiap-tiap pointnya. Ada keputusan gambar yang wajib jadi perhatian, ialah ukuran gambarnya sekurang-kurangnya 850 x 350 piksel.

Tidak cuman dari sisi ukurannya, gambarnya lantas mesti yg humanis, mempunyai arti memberikan ada hubungan manusia pada gambar itu. Buat mencari gambar-gambar menarik serta tak berbayar, kamu dapat mencarinya di Pexels. com, Pixabay. com, Unsplash. com.

Namun buat artikel Cerita kamu cuma butuh menuliskan satu gambar, ialah pada sisi cover.

Nah, saat ini bertambah mengerti kan, perbedaannya artikel Listicle serta Cerita. Jangan sempat terbalik kembali, ya. Selamat menulis!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php