Berbagi Ilmu dan Pengetahuan

Tidak Ada Kata Terlambat, Kini Dapat Belajar Tanpa Batas Melalui Internet

Posted: January 31st 2019

Jenuh dengan rancangan webnya, seseorang pelajar kelas 1 SMA bernama Zahra (16) mencari obyek serta template yg sesuai dalam penataan situs situs. Tetapi, sehabis lama mencari, dia belum juga menemukannya template situs yg sesuai sama hingga hendak memutuskan buat bikin sendiri. Sesungguhnya, Zahra betul-betul belum juga tahu trik personalized theme buat webnya. Dia lantas mengusahakan menyatukan gambar yg dibutuhkannya, bikin sketsa asal buat rancangan situs serta mencari kabar trik bikin obyek di internet dengan coding simple. Bermodal mesin-pencari Google, Zahra mengitkuti pembelajaran bikin template situs yg memanfaatkan coding simple. Selanjutnya, template situs yg sesuai sama kemauannya lantas jadi. Seandainya Zahra tetap bergelut pada pembuatan coding simple sekedar buat situs, karena itu tidak sama dengan Yuma Soerianto (10) . Gambaran (Thinkstockphotos) Anak berkewarganegaraan Australia serta keturunan Indonesia ini udah sukses membuat lima penerapan, ialah Let’s Stack, Hunger Button, Kid Calculator, Weather Duck, serta Pocket Poke. Ia bisa bikin itu atas kapabilitas coding yg dipelajarinya dengan cara otodidak. Menyerupai dengan Zahra, Yuma belajar coding melalui internet, pasnya lewat YouTube. Aktivitas itu dia kerjakan sejak mulai dia berusia 6 tahun. Atas kebolehannya itu, dia lantas diundang dalam acara Worldwide Developers Conference (WWDC) di San Jose (AS) pada 2017. Gak cuman coding, internet sesungguhnya dapat mendukung siswa dalam proses belajar di sekolah. Misalnya seperti yg dijabarkan Ben McNeeley pada buku Educating the Net Generation. Jurnalis dari North Carolina State University ini ceritakan pengalaman adiknya yg tetap SMA disaat ada masalah melakukan pekerjaan kimia. “Adik saya memanfaatkan WebAssign, penerapan belajar berbasiskan internet yg di kembangkan North Carolina State University, buat menuntaskan pekerjaan rumah (PR) pelajaran kimia, ” pungkasnya. Tiga kejadian diatas lantas tunjukkan kalau internet dapat berubah menjadi pemecahan anak-anak buat menuntaskan persoalannya. Internet bukan kembali alat buat penuhi kepentingan hiburan semata-mata, namun berubah menjadi penopang anak dalam belajar. Mereka dapat belajar bahasa inggris, fisika, matematika, serta kimia seperti dari siaran pembelajaran di YouTube. Situasi itu sesuai hasil analisa pada International Journal of Education and Information Technologies yg diterbitkan pada 2008. Studi berkenaan pandangan orang tua di Turki terkait anak-anaknya yg memanfaatkan internet menyimpulkan kalau internet dipandang sebagai technologi maju sebagai jendela dunia pada kabar. Gambaran (Thinkstockphotos) Karenanya, butuh dipikirkan kembali apabila ada pihak yg kerapkali memerintah anak menjauhi internet waktu belajar. Dikarenakan, dengan petunjuk yg pas, internet serta technologi malahan beri dukungan proses belajar anak, sebagaimana pada kejadian adik Ben McNeeley. Technologi pendamping belajar anak Berkaca pada kenyataan diatas, karena itu sekolah seharusnya ikut memanfaatkan technologi jadi wadah partisan kesibukan belajar murid. Ini lantaran technologi dapat bikin proses belajar mengajar tambah lebih interaktif, tak lagi terlampau konsentrasi pada guru, namun lebih terpusat pada anak. Meskipun demikian, andil guru dalam pemanfaatan technologi pada aktivitas belajar mengajar terus utama. Mereka mesti dapat meyakinkan biar anak didik bisa memakai technologi dengan cara sehat serta pas. Dengan demikian, anak didik lantas dapat lepas memperoleh akses ke ilmu dan pengetahuan. Sistem pendidikan berbasiskan technologi begitu satu diantaranya berada pada Samsung Smart Learning Class (SSLC) . Di sini siswa-siswi memanfaatkan tablet yg udah terkoneksi dengan internet jadi wadah belajar. Tablet sudah terprogram di isi dengan e-learning pelajaran matematika, serta sains sains, coding serta ilmu dan pengetahuan yang lain. Nah, dengan support begini, banyak siswa dikehendaki bisa meningkatkan diri serta kebolehannya sesuai sama minat serta bakat. Tiap-tiap anak lantas jadi punyai peluang tambah besar buat dapat mencapai impiannya serta membuahkan perubahan yg berfaedah untuk banyak orang-orang.

Sumber : Blog Pendidikan


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php