Berbagi Ilmu dan Pengetahuan

Ternyata Jokowi Teken Perpres Kepala BNPB Bisa Dijabat Prajurit TNI

Posted: January 21st 2019

Presiden Joko Widodo udah meneken Ketetapan Presiden (Perpres) Nomer 1 Tahun 2019 terkait Tubuh Nasional Penanggulangan Petaka (BNPB) , pada 8 Januari waktu lalu. Perpres itu diluncurkan satu hari sebelum Jokowi melantik Letnan Jenderal Doni Monardo jadi Kepala BNPB.

Lewat revisi Perpres itu, Kepala BNPB sekarang berubah menjadi satu tingkat menteri dan bisa dijabat oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) , anggota TNI serta Polri aktif, dan golongan profesional.

” BNPB ada dibawah serta bertanggung-jawab terhadap Presiden, serta di pimpin oleh seseorang Kepala, ” demikian bunyi Clausal 2 ayat (1, 2) Perpres itu, sama seperti dilansir dari halaman setkab. go. id, Senin (21/1) .

Perpres itu mengatakan seandainya berlangsung petaka nasional, BNPB mengerjakan kegunaan komando dalam perlakuan status situasi darurat petaka serta situasi khusus.

Artikel Terkait : pangkat TNI

Dalam mengerjakan pekerjaan serta fungsinya, BNPB dikoordinasikan oleh kementerian yg mengadakan penyelarasan, pengaturan, serta pengendalian masalah kementerian dalam penyelenggaraan pemerintahan di sektor pembangunan manusia serta kebudayaan.

Unsur BNPB

Perpres itu ikut mengatakan kalau Kepala BNPB diangkat serta diberhentikan oleh Presiden.

” Kepala bisa dijabat oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) , prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) , anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) , atau profesional, ” bunyi Clausal 63 Perpres Nomer 1 Tahun 2019 terkait BNPB.

Tidak hanya itu, menurut perpres itu, kepala BNPB dikasihkan hak keuangan serta administrasi satu tingkat menteri.

Jokowi Tanda-tangan Perpres Kepala BNPB Dapat Dijabat Prajurit TNIUpacara serah terima jabatan serta pisahlah sambut Kepala BNPB, pada Laksda (purn) Willem Rampangilei terhadap Letjen Doni Monardo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Menurut Perpres itu, BNPB terdiri atas : a. Kepala ; b. Unsur Pengarah ; serta c. Unsur Pelaksana.

” Kepala miliki pekerjaan pimpin BNPB serta menjalankan pekerjaan dalam kegunaan BNPB, ” bunyi Clausal 8 Perpres itu.

Simak Juga : pangkat polisi

Unsur Pengarah ada dibawah serta bertanggung-jawab terhadap Kepala, bekerja berikan input serta usul terhadap Kepala BNPB dalam penyelenggaraan penanggulangan petaka.

Unsur Pengarah terdiri atas Ketua yg dijabat oleh Kepala serta 20 Anggota, yg terdiri atas 11 eselon I. a serta eselon I. b yg diusulkan oleh Pimpinan Lembaga Pemerintah, serta sembilan anggota warga profesional.

Dan unsur Pelaksana ada dibawah serta bertanggung-jawab terhadap Kepala, dengan formasi organisasi terdiri atas : a. Sekretariat Khusus di pimpin oleh Sekretaris Khusus ; b. Deputi Sektor Metode serta Kiat ; c. Deputi Sektor Mencegahan.

Lantas d. Deputi Sektor Perlakuan Darurat ; e. Deputi Sektor Rehabilitasi serta Rekonstruksi ; f. Deputi Sektor Logistik serta Perabotan ; serta g. Inspektorat Khusus yg di pimpin oleh Inspektur Khusus.

Menurut Perpres itu, anggota unsur Pengarah yg datang dari unsur pemerintah diusulkan oleh pimpinan lembaga pemerintah terhadap Kepala. Sesudah itu, Kepala mengusulkannya terhadap Presiden buat diangkat jadi anggota unsur Pengarah.

Dan anggota unsur Pengarah yg datang dari golongan warga profesional diusulkan oleh Kepala terhadap Presiden sejumlah 18 orang buat diungkapkan terhadap DPR, buat dilaksanakan uji kepatutan sesuai sama keputusan ketetapan perundang-undangan.

Sesudah itu, sembilan calon anggota yg diketahui oleh DPR RI diangkat serta diputuskan oleh Presiden berubah menjadi anggota Unsur Pengarah, serta bakal bekerja buat saat pekerjaan sepanjang tahun.

Ketika Ketetapan Presiden ini mulai laku, Ketetapan Presiden Nomer 8 Tahun 2008 terkait BNPB dicabut serta dikatakan tak laku.

” Ketetapan Presiden ini mulai laku pada tanggal diundangkan, ” bunyi Clausal 80 Ketetapan Presiden Nomer 1 Tahun 2019, yg udah diundangkan oleh Menteri Hukum serta HAM Yasonna H. Laoly pada 8 Januari 2019.

Jokowi awal kalinya melantik Letnan Jenderal Doni Monardo jadi Kepala BNPB mengambil alih Laksamana Muda (Purn) Willem Rampangilei, Rabu (9/1) . Doni sekarang tetap aktif berdinas di TNI dengan pangkat bintang tiga di bahu.

Lulusan Akmil 1985 ini mempunyai pengalaman dalam sektor infanteri. Doni sempat menjabat jadi Komandan Jenderal Komando Pasukan Privat, Komandan Pasukan Pengamanan Presiden, Pangdam Pattimura serta Pangdam Siliwangi.

Pelantikan Doni jadi kepala BNPB pernah di tunda pada minggu pertama Januari 2019. Disaat itu, Jokowi mengerjakan kunjungan kerja ke Lampung kala petaka tsunami barusaja menyerang.menimpa di Selat Sunda.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php