Berbagi Ilmu dan Pengetahuan

Tak Disadari, Surat Suara Palsu Mulai Beredar

Posted: November 3rd 2018

Ditengah bagian penyortiran serta pelipatan surat nada Pemilihan kepala daerah Lobar 2018, tersebar berita ada surat nada palsu serta dibuat pada satu diantaranya percetakan di Kota Mataram.

Dari kabar yg diraih Koran ini, dari poto yg tersebar, pihak percetakan mengaku ada pelaku memanfaatkan mobil Komisi Penentuan Umum (KPU) Lobar memohon dicetakkan surat nada itu.

Simak : contoh teks

Masalah ini lantas menyebabkan pertanyaan publik. Apa proses buat surat nada di KPU Lobar udah tuntas atau mungkin tidak. Termasuk juga diperbolehkannya atau mungkin tidak membuat surat nada pada percetakan yg tak ditetapkan KPU. Di makin banyaknya surat nada yg dibuat sejumlah 20 lembar.

Menyikapi masalah ini, Ketua KPU Lobar Suhaimi Syamsuri gak menolak pihaknya sempat membuat surat nada pada satu diantaranya percetakan di Kota Mataram.

Tetapi, itu dilaksanakan sebelum pencetakan surat nada di percetakan yg ditunjuk KPU. “Itu (buat surat nada) arahnya jadi contoh yg jadikan sampel buat diketahui banyak paslon, ” ujarnya, tempo hari (22/5) .

Disadari, beragam pihak lantas bertanya pada dirinya sendiri berkenaan berita itu. Hingga KPU lantas mesti mengklarifikasi gosip ini, biar tak melebar serta menyebabkan keresahan publik.

“Saya udah jabarkan ke kawan-kawan wadah, itu cuma contoh surat nada, ” imbuhnya.

Dia mengatakan, KPU tidak bisa membuat surat nada tiada dicek lebih dulu penampakannya berbentuk surat nada oleh paslon.

“Paslon berikan penilaian, apa fotonya kurang cerah, warna kurang tajam, dan seterusnya, ” jelas Suhaimi. “Bahkan pada proses ini berlangsung sekian kali pergantian atau koreksi paslon, ” imbuhnya.

Menurut dia, publik tak usah risau ada pemalsuan surat nada ini. Lantaran dalam surat nada yg asli dikasihkan pengaman atau mikro teks. Dimana cuma satu dari lima komisioner KPU ini yg paham tempatnya.

“Di manakah urutan serta bunyi mikro teks, cuma satu yg tahu. Jadi tak dapat dipalsukan. Terkecuali dibocorkan oleh yg terkait, ” jelas Suhaimi.

Tidak hanya itu, apabila percetakan dilaksanakan di Kota Mataram belumlah ada satu lantas percetakan yg dapat berikan pengaman dalam kertas surat nada. “Percetakan di sini pun belum juga dapat buat pengaman, mikro teks itu, ” tegasnya.

Kegalauan terkait surat nada dipalsukan gak butuh diresahkan publik. Berkat, bagian buat bagian terkoreksi dengan baik oleh KPU Lobar. Dimulai dari banyaknya pemilih dalam tempat pungutan suara (TPS) , banyaknya logistik yg bakal kirim, serta yang lain.

“Begitu hitung, sesuai tak banyaknya pemilihnya dengan banyaknya surat nada yg resmi serta tak, ” ujarnya.

Walau begitu, dengan beredarnya gosip ini, disadari, jadi satu diantaranya trik publik memperhatikan kemampuan KPU Lobar. Serta ini dikira baik oleh KPU, bahkan juga warga jika perlu melakukan senantiasa pengawasan ini. “Bagus, bila ada perihal yg dianggap langsung tanyalah serta kita kasih keterangan, ” tukasnya.

Mengusik bagian penyortiran serta pelipatan yg masuk dalam hari ke dua, udah capai 50 prosen pelaksanaan. Sepanjang bagian ini, KPU menemukannya lebih dari sepuluh lembar surat nada yg rusak.

“Hingga ini siang (tempo hari) lebih kurang 10 lembar lebih diketemukan surat nada rusak, kita belum juga kalkulasi berapakah totalnya lantaran penyortiran ini kan belum juga usai, ” ujar Divisi Umum, Perabotan serta Logistik KPU Lobar Marlan.

Sampai kini, surat nada yg dikira rusak diketemukan dengan beragam model rusaknya. Dimulai dari kertas yg kusut, kurang prima pemotongan, sobek, serta gambar terpisah.

Apabila penyortiran serta pelipatan surat nada tuntas dilaksanakan, karena itu dilaksanakan pemusnahan. Yg ditonton Panwaslu, kepolisian, serta wartawan. “Apakah kedepannya ada penambahan surat nada atau mungkin tidak belum juga dapat ditetapkan, lantaran banyaknya yg tertulis pada hitam diatas putih ini belum juga usai, ” tutupnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php