Berbagi Ilmu dan Pengetahuan

Pemindahan Masjid Sunan Pandanaran di Klaten Ada Kisah Uniknya Loh

Posted: December 5th 2018

Dekat makam Sunan Pandanaran di Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, ada masjid kuno bernama Masjid Golo. Walaupun sangatlah kuno serta menyimpan histori panjang, masjid ini tetap dipakai umat ditempat.

Bacalah : contoh teks editorial

Dibuat Sunan Pandanaran atau Pangeran Mangkubumi kala datang di daerah Tembayat. Arahnya jelas biar banyak jemaahnya ringan menjalankan salat lima waktu.

Takmir Masjid Golo merupakan murid-murid Sunan Pandanaran yg diangkatnya sepanjang perjalanan dari Semarang ke Bayat, Klaten. Satu diantaranya muazin yg bekerja merupakan Syeikh Domba, yg parasnya udah kembali berubah menjadi bentuk manusia sehabis pernah dikutuk berubah menjadi manusia wajahnya domba lantaran tingkah lakunya yg menyerupai domba.

Syeikh Domba sebelumnya seseorang begal yg merampok harta istri Sunan Pandanaran, Nyi Ageng Kaliwungu, di daerah Salatiga. Syeikh Domba bertobat terus diangkat berubah menjadi murid eks Bupati Semarang itu.

Artikel Terkait : contoh teks cerita sejarah

Setiap waktu azan, konon nada Syeikh Domba terdengar sampai Demak. Seseorang Sunan di Demak protes bab azan yg dinilai sangatlah keras. Sunan itu memohon Sunan Pandanaran biar menempatkan masjid lumayan ke bawah bukit biar tidaklah terlalu keras azannya.

” Masjid terus dipindah dari puncak bukit Jabalkat ke bawah dekat goa Maria. Azan lantas gak kembali terdengar hingga Demak, ” kata Ketua Sanggar Lima Benua, Temanku Lima Benua, sama seperti ditulis solopos. com, Jumat, 10 Agustus 2018.

Wanita yg akrab dipanggil Liben itu memberi tambahan proses pindahan masjid lantas termasuk juga unik. Ada sejumlah versus trik Sunan Pandanaran menempatkan masjid satu diantaranya menarik masjid dengan benang. Tetapi, ada narasi beda yg menuturkan masjid dipindahkan cuma memanfaatkan ujung jarinya.

” Hingga saat ini masjid yg diatas bukit tetap kerap disinggahi peziarah buat menyaksikan petilasan Sunan kala di Klaten, ” kata Liben.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php