Berbagi Ilmu dan Pengetahuan

Kamu Harus Tahu Indonesia Siap Ratifikasi Konvensi Penyingkiran Bangkai Kapal

Posted: May 15th 2019

Pemerintah Indonesia siap meratifikasi Konvensi Internasional Nairobi terkait Penyingkiran kerangka atau bagkai kapal.

Sekarang pemerintah lewat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan tengah menyediakan naskah akademik perancangan Perpres Ratifikasi Konvensi.

Simak Juga : letak astronomis Indonesia

“Kami bakal mengerjakan ulasan pada Naskah Akademik Konvensi, Naskah Terjemahan Konvensi, dan membicarakan perancangan Perpres Ratifikasi Konvensi, ” kata Kepala Sisi Hukum serta KSLN, Hasan Basri kala mewakili Direktur Perkapalan serta Kepelautan buka workshop ratifikasi Konvensi Nairobi di Jakarta, tempo hari.

Menurut Hasan, ratifikasi Konvensi Internasional Nairobi ini searah dengan prinsip Ditjen Perhubungan Laut buat menambah keselamatan serta keamanan pelayaran dan perlindungan pada lingkungan laut.

“Seperti kita semuanya pahami, Indonesia punyai letak geografis Indonesia yg strategis membuat lokasi perairan kita, tak cuma untuk jadi salah satunya yg tersibuk di dunia, akan tetapi pun membuatnya riskan dengan aktivitas yg miliki potensi mencemari lingkungan laut, termasuk juga satu diantaranya hasil dari bangkai kapal yg terhenti serta/atau terbenam tidak ada perbuatan atau tanggung jawab pemilik kapal, ” jelas Hasan.

Karenanya, lanjut Hasan, butuh lekas dilaksanakan penyingkiran kerangka kapal apabila ada kapal yg alami tragedi serta terbenam lantaran bisa menyebabkan permasalahan kelanjutan yg terdapat resiko untuk keselamatan serta keamanan pelayaran.

Tetapi, kerapkali kerangka-kerangka kapal ini tak disisihkan lantaran rendahnya tanggung jawab pemilik kapal. Penyingkiran kerangka kapal pun memang butuh pembiayaan lumayan besar yang bisa memberatkan banyak pemilik kapal.

Artikel Terkait : letak geografis indonesia

“Untuk tersebut sesungguhnya keharusan pemberlakuan asuransi penyingkiran kerangka kapal dijalankan. Asuransi ini bisa berikan perlindungan untuk pemilik kapal dalam menjalankan tiap-tiap kapal mereka. Apabila berlangsung tragedi yg menimbulkan kapal terbenam, jadi asuransi itu dapat merubah ongkos buat pengangkatan bangkai kapal itu, ” ujar Hasan.

Hasan menyampaikan, Konvensi Internasional Nairobi terkait Penyingkiran Kerangka-Kapal, 2007, mengontrol keharusan asuransi penyingkiran kerangka kapal (Wreck Removal) serta mulai dijalankan dengan cara internasional sejak mulai 14 April 2015. Konvensi itu mengambil keputusan keharusan ketat pada pemilik kapal buat mencari, menandai, serta membawa bangkai kapal yg dikira bahaya serta memandang perlu pemilik kapal buat bikin sertifikasi asuransi negara, atau bentuk asuransi lain buat keamanan finansial perusahaan kapal.

“Dengan meratifikasi Konvensi ini, Indonesia bakal punyai kekuasaan buat menempatkan ketentuan-ketentuan yg dirapikan dalam Konvensi ini di laut teritorialnya. Tiap-tiap kapal yg melalui lokasi perairan sebagai yurisdiksi Indonesia mesti ditambahkan dengan agunan asuransi penyingkiran kerangka kapal, ” tegas Hasan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php