Berbagi Ilmu dan Pengetahuan

Jangan Lewatkan Warga Karang Bongkot Keluhkan Material Pembangunan RTG

Posted: April 24th 2019

Penduduk Desa Karang Bongkot Kecamatan Labuapi menyelenggarakan perbuatan tidak setuju pemberian korban gempa ke kantor desa ditempat, Selasa, 9 April 2019. Mereka menyoalkan berkenaan harga material yg dikira di-mark up atau digelembungkan, berkat harga nya yg tinggi sekali ketimbang harga pasar. Harga sejumlah material yg digelembungkan, seperti cat sejumlah Rp450 ribu, harga spandek Rp50 ribu serta material yang lain. Penduduk pun memprotes material yg gak pantas gunakan berkat udah dikonsumsi rayap serta dana pemberian buat cost tukang dipotong dengan kira-kira Rp 400-500 ribu.

Perbuatan penduduk mendatangi kantor desa lebih kurang waktu 09. 00 wita. Mereka langsung dijumpai oleh Kepala desa Karang Bongkot H. Saimi, sekretaris desa, pokmas serta banyak petugas fasilitator dan aparat dari TNI-Polri. Menurut perwakilan penduduk Dusun Karang Bongkot, Athar harga material yg ada di dalam RAB korban gempa gak rasional, lantaran dianggap sangat tinggi.

Penduduk menyoalkan harga cat yg di bursa pasaran Rp 70 ribu satu ember berisi 5 kilo-gram, akan tetapi dinaikkan berubah menjadi Rp 450 ribu. Tidak hanya itu harga kayu yg sangat tinggi. “Kayunya pun gak pantas gunakan dikonsumsi rayap namun dipasarkan Rp 5 juta per kubik walaupun sebenarnya dengan mutu kayu begitu harga nya cuma Rp 2 juta sampai Rp1. 800. 000 per kubik. Bila kayu mutu bagus (kayu jati, red) harga nya Rp 4. 600. 000 per kubik, ”keluh ia

Simak Juga : harga material

Disamping itu, pengurus pokmas mengaku kebobolan atau kecurian berkenaan ada harga material yg tinggi di RAB. “Harga cat itu memang kami mengaku kebobolan (kecurian) , kami fair-fair saja material ini mengapa kebobolan, lantaran dari harga itu lumayan dikit naik, ” jelas ia.

Pihaknya udah berikan keleluasaan terhadap penduduk penerima pemberian ini, bila tidak pas harga nya dapat dilaksanakan perubahan. Kepala Desa Karang Bongkot H Saimi mengemukakan pihaknya menindaklanjuti permasalahan keluh kesah penduduk bab harga serta material yg gak pantas itu. Berkenaan dinaikkan harga material jelas ia berdasarkan info pokmas serta fasilitator buat menyikapi berlangsungnya kenaikan harga dengan cara tak diduga. “Terkait permasalahan ini bakal diakhiri dengan cara musyawarah pada penduduk dengan pokmas, ” jelas ia.

Disamping itu fasilitator M Rais, mengemukakan kalau berkenaan harga di RAB ini udah di sepakati bersama-sama penduduk. Hasil perjanjian tersebut ujarnya yg diusulkan ke BPBD. “Harga material di RAB udah dikupas berbarengan semua pokmas”imbuh ia.

Berkenaan ada kesalahan atau kecurian berkenaan harga di RAB, menurutnya bukan lemahnya di pengawasan. Menurutnya perihal ini cuma soal miskomunikasi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php