Berbagi Ilmu dan Pengetahuan

Ini dia senjata Ditjen Bea Cukai tertibkan importir yang lakukan splitting

Posted: January 6th 2019

Pemerintah akan menertibkan importir ataupun buyer yang sampai kini lakukan splitting atas barang yang dibelinya di luar negeri dengan online atau e-commerce.

Dirjen Bea serta Cukai Kementerian Keuangan (Kemkeu) Heru Pambudi menjelaskan, ketentuan untuk menertibkan importir ini akan memakai Ketentuan Menteri Keuangan (PMK) yang akan dikeluarkan secepat-cepatnya.

Baca Juga : contoh invoice

bank bjb syariah Ditunjuk Jadi Bank Persepsi
Heru memberikan, DJBC sudah tahu langkah untuk menertibkan importir ini.

“Kami semakin lebih ke transaksi yang memakai loophole dari ketetapan sekarang ini. Mudah. Kami miliki database serta dapat tampak disana dan kami rekonsiliasi dengan Ditjen Pajak,” tutur Heru di Tangerang, Kamis (23/8).

Menurut Heru, umumnya pemakaian sela ini dikerjakan oleh mereka yang lakukan usaha. Hingga, sebenarnya ketentuan ini tidak persis mengarah pada mereka yang dengan personal lakukan transaksi import barang lewat e-commerce.

Simak Juga : cara menggabungkan file PDF

“Pasti kami akan kolaborasi dengan Ditjen Pajak kelak. Jadi, kami akan tandai jika mereka sebetulnya satu supplier serta satu buyer. Contoh, transaksi pertama atas nama A, lantas transaksi ke-2 atas nama B. Orangnya beda, tetapi alamatnya ke arah satu orang. Ini contoh usaha
hindari pajak yang laku,” tuturnya.

Menurut Heru, praktek ini tidak adil buat industri dalam negeri yang miliki produk yang sama juga dengan yang di-import.

“Saya dapat click dalam sehari itu berulang-kali. Contoh totalnya US$ 1.000, jadi saya dapat transaksi berulang-kali sampai harga nya dibawah treshold serta bebas bea masuk serta pajak import. Itu yang berlangsung saat ini,” tutur ia.

Saat ini, dalam ketetapan yang laku, batasan bebas bea masuk serta pajak import ialah jika transaksi dibawah US$ 100. Kebijaksanaan ini laku untuk satu invoice yang totalnya tidak melewati US$ 100.

“Ini (pemakaian sela) berlangsung di semua negara, World Customs Organization kerjakan survey serta finalisasi treatment untuk yang semacam ini,” kata Heru.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php