Berbagi Ilmu dan Pengetahuan

Ini Dia Pentingnya Membiasakan Istikharah

Posted: December 20th 2018

Istikharah datang dari kata istakhara-yastakhiru yg bermakna meminta kebaikan dari tiap-tiap masalah. Dalam skema interaksi manusia dengan Allah SWT, istikharah bermakna meminta terhadap Allah SWT biar tiap-tiap ketentuan yg bakal diambil sungguh-sungguh adalah ketentuan terpilih.

Baca juga : sholat taubat

Ketentuan ini mempunyai kandungan kemaslahatan, baik untuk diri pribadi atau orang-orang. Ini bermakna pun kalau istikharah merupakan berlindung terhadap Allah SWT dari keburukan tiap-tiap ketentuan yg bakal diambil.

Untuk tiap-tiap Muslim, istikharah merupakan adat yg sangatlah baik dilaksanakan. Istikharah sepatutnya berubah menjadi kegiatan rutin yg terus-menerus iringi tiap-tiap Muslim dalam tentukan ketentuan.

Dalam kehidupan yg sangatlah kompleks, manusia pastinya diposisikan pada beragam ragam masalah yg tarik-menarik hingga sukar diakhiri dengan satu ketentuan.

Simak juga :  sholat hajat

Untuk seseorang Muslim, situasi begini tak kan membuat bingung ditambah lagi depresi, dikarenakan dia tetap bisa meniti satu trik ialah dengan mengerjakan istikharah. Ini dapat dilaksanakan dengan shalat dua rakaat, doa, atau zikir yg dicontohkan Rasulullah SAW.

Dari segi spiritualitas, istikharah memberikan mutu keimanan seseorang Muslim. Bertambah kerap dia beristikharah, bertambah tinggi juga kepercayaannya terhadap pertolongan Allah SWT. Dia sangat percaya kalau Allah SWT cuma bakal menganugerahkan kebaikan dari tiap-tiap ketentuan apabila kita meminta petunjuknya dengan penuh kerendahan hati.

Di lain bagian, istikharah pun berubah menjadi bukti kepasrahan seseorang Muslim terhadap Allah SWT. Mempunyai arti, apa-pun dari hasil ketentuan yg udah diambil, semuanya bakal di terima jadi sisi dari upaya yg ditempuhnya dengan kepercayaan terhadap Allah SWT jadi penentu semuanya.

Artikel Terkait : shalat istikharah

Sayangnya, kesombongan manusia kadangkala bikin dirinya sendiri lupa terhadap Allah SWT. Penyembahan terhadap rasio kerap bikin manusia lupa bakal andil Allah SWT dalam tentukan suatu hal untuk manusia. Karena itu, muncul pikiran kalau dirinya sendiri sebagai penentu tiap-tiap suatu hal.

Alih-alih mengerjakan istikharah, mereka malahan terlengah oleh kapabilitas rasio yg sesungguhnya merupakan anugerah Allah SWT juga sekaligus rintangan untuk manusia. Sikap begini tak kan berlangsung oleh karena ada kesadaran bakal kegunaan istikharah untuk jiwa manusia. Hati orang yg melatih istikharah bakal terus-menerus tenang serta terbuka terima apa-pun yg berlangsung.

Orang yg melatih istikharah hatinya terus-menerus mantap, jauh dari sikap ragu-ragu dalam ambil tiap-tiap ketentuan. Ini muncul dari kepercayaan kalau Allah SWT bakal menuntun orang yg melatih istikharah dalam menjalankan kesibukan hidupnya.

Dalam suatu hadis disingkap kesaksian Abu Bakar RA, kalau Rasulullah SAW apabila berkehendak hendak memutuskan satu soal, beliau senantiasa beristikharah dengan berdoa, ”Ya Allah, anugerahkanlah kebaikan kepadaku dari tiap-tiap urusanku serta pilihkanlah ketentuan yg terpilih bagiku. ” (HR al-Tirmidzi) . Sebab itu, mari kita latih diri kita buat melatih istikharah sebelum ambil tiap-tiap ketentuan biar terus-menerus ada dalam arahan Allah SWT. Wallahu a’lam.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php