Berbagi Ilmu dan Pengetahuan

Ini Dia Di Balik Penyerangan Bus Boca Juniors

Posted: November 28th 2018

Group partisan River Plate yg mempunyai label ‘mafia sepak bola’ ada dibalik serangan pada bus Boca Juniors, menurut walikota Buenos Aires.

Artikel Terkait : sejarah sepak bola

Dua pesaing paling besar Argentina, Boca Juniors serta River Plate, sedianya bakal berhadap-hadapan di leg ke dua final Copa Libertadores buat sekali-kalinya dalam histori 58 tahun persaingan itu dalam akhir minggu waktu lalu.

Tetapi kompetisi Super Clasico itu di tunda sepanjang 24 jam sehabis sejumlah pemain Boca Juniors cedera gara-gara bus team mereka disergap dalam perjalanan ketujuan Estadio Monumental.

Gas air mata, yg dimanfaatkan oleh polisi serta bertujuan buat menentramkan soal, malahan masuk bus serta bikin sejumlah pemain menanggung derita, termasuk juga eks pemain Manchester United serta Manchester City Carlos Tevez.

Kompetisi hari Minggu yg dijadwal kembali itu lantas digagalkan lantaran Boca Juniors terasa gak siap buat berlaga dengan situasi mereka.

Walikota Buenos Aires Horacio Rodriguez Larreta mengemukakan kalau kekerasan itu merupakan serangan balas dendam, yg didorong oleh serangan polisi ke rumah seseorang pemimpin Barra Brava, group partisan River yg diketahui lantaran kekerasannya.

Larreta mendeskripsikan mereka jadi mafia yg udah menempel dalam sepak bola sepanjang lebih dari 50 tahun.

“Mereka bertanggung-jawab atas insiden ini. Ini berkenaan langsung dengan episode satu hari awal kalinya. Jadi 300 orang tak diizinkan masuk serta mereka merupakan protagonis khusus dari semua yg berlangsung, ” kata Larreta.

Ia memohon ke dua club buat mendukung pengumpulan bukti-bukti bagaimana group itu mendapat ticket, namun dia mengemukakan kalau menanggulangi mafia merupakan ‘tantangan terbesar’. Tubuh sepak bola Amerika Selatan CONMEBOL, bakal bersua dengan presiden ke dua club dalam hari Selasa (27/11) waktu ditempat buat hendak memutuskan kapan final bisa dimainkan kembali.

Leg pertama kompetisi pada Boca Junior menantang River Plate berjalan dengan panas serta hebat, sampai selanjutnya membuahkan score 2-2 di stadion Boca. Kompetisi leg ke dua kesempatan ini digadangkan bisa jadi kompetisi paling besar dalam histori Copa Libertadores, tetapi gara-gara tabiat sejumlah partisan yg tak bertanggung-jawab, itu berubah menjadi kejadian yg bikin malu untuk sepak bola negara itu. (Sumber : Sky Sports)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php