Berbagi Ilmu dan Pengetahuan

Ini Alasan Harga grosir non-migas dan bahan bangunan mengalami kenaikan

Posted: April 24th 2019

Indeks harga grosir non-migas alami kenaikan sebesar 0, 05% pada bulan awal mulanya, dari 165, 83 berubah menjadi 165, 91. Hingga dengan cara kumulatif tahun kalender 2018, inflasi grosir sebesar 3, 18%

Tubuh Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks harga perdagangan besar (IHPB) non-migas naik dari 165, 83 pada November lantas berubah menjadi 165, 91. Kenaikan paling tinggi berlangsung pada bagian pertanian sebesar 0, 53%.

IHBP naik, Apindo : Pebisnis persempit margin keuntungan lantaran rupiah melemah
” Sejumlah komoditas yg alami kenaikan harga pada Desember 2018 salah satunya bawang merah, tomat, ayam ras, daging ayam, beras serta mesin-mesin pesawat mekanik import, ” papar Suhariyanto, Kepala BPS, Rabu (2/1) .

Baca Juga : harga bahan bangunan

Dan harga grosir bahan bangunan atau konstruksi alami kenaikan 0, 31% ketimbang bulan waktu lalu. Hingga keseluruhan inflasi pada bahan bangunan sebesar 4, 92% tambah tinggi ketimbang inflasi non-migas.

” Kenaikan berlangsung pada pelbagai bahan bangunan seperti aspal, besi, serta batu hias, ” katanya.

IHPB bahan bangunan/konstruksi bertambah dari 141, 84 pada November lantas berubah menjadi 142, 27.

Dan IHPB umum turun 1% dari 167, 95 pada Oktober lantas berubah menjadi 166, 26 pada November 2018. Group barang export adalah penyumbang berperan menguasai pada penurunan IHPB dengan berperan 1, 25%.

IHPB group barang import alami kenaikan sebesar 1, 05% dari 151, 51 pada bulan awal mulanya berubah menjadi 153, 10 pada November 2018. Dan export alami penurunan 5, 76% dari 172, 82 pada bulan awal mulanya berubah menjadi 162, 86.

Komoditas migas yg alami penurunan harga saat November 2018 merupakan butane import serta minyak bumi export.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php