Berbagi Ilmu dan Pengetahuan

Beginilah Kehidupan Astronaut di Ruang Angkasa

Posted: April 1st 2019

Cahaya matahari yg terik bikin kita mesti memanfaatkan tabir surya kala berpergian keluar rumah.

Umpamanya saja kala bakal berenang di kolam renang outdoor atau jalan-jalan di alam.

Baca Juga  : lapisan bumi

Maksud dari pemanfaatan tabir surya di kulit merupakan biar kulit tak terbakar cahaya matahari serta terkena cahaya ultraviolet atau UV dengan cara langsung.

Cahaya UV yg ada pada level spesifik memang baik untuk badan, namun apabila kulit terima atau menyerap kebanyakan cahaya UV, karena itu makin bertambah pun resiko radiasi yg diserap oleh kulit.

Karena itu, radiasi ini bakal berdampak ke DNA kita serta dapat mengakibatkan perkembangan sel kanker dalam badan.

Apa kawan-kawan sempat bertanya-tanya, bila kita yg ada di Bumi dengan jarak yg sanat jauh dari matahari saja mesti memanfaatkan tabir surya, lebih kurang astronaut di area angkasa mesti memanfaatkan tabir surya pun atau mungkin tidak, ya?

Apabila dihitung jaraknya, karena itu astronaut yg bekerja serta tinggal di area angkasa punyai jarak yg lebih dekat dengan matahari.

Ini mempunyai arti astronaut pun semakin lebih riskan buat terserang paparan cahaya ultraviolet, lebih astronaut kerap mengerjakan pekerjaan spacewalk yg mengaruskan astronaut keluar dari pesawat antariksa.

Astronaut Tak Diperlukan Tabir Surya

Lihat juga : lapisan atmosfer

Walaupun astronaut tinggal lebih dekat dengan Matahari kala bekerja di area angkasa, nyata-nyatanya astronaut malahan tak diperlukan memanfaatkan tabir surya, lo.

Astronaut tak usah memanfaatkan tabir surya kala ada di area angkasa lantaran busana area angkasa atau spacesuit yg digunakannya udah buat perlindungan kulit astronaut.

Busana antariksa astronaut dibikin berbahan berwujud kain tebal yg dapat membatasi cahaya UV dari matahari perihal kulit.

Tidak hanya itu, astronaut pun memakai helm tembus pandang yg terbuat berbahan polikarbonat sebagai bikin cahaya UV lebih konstan.

Dengan kemeja antariksa yg udah dibikin dengan pelbagai technologi ini, karena itu dapat buat perlindungan banyak astronaut yg bekerja dari paparan cahaya UV.

Walau busana area angkasa dapat buat perlindungan astronaut dari cahaya UV, namun soal dapat berlangsung bila busana ini robek, lo, kawan-kawan.

Astronaut Tersengat Cahaya UV

Walaupun busana antariksa dapat buat perlindungan astronaut dari sengatan cahaya UV, namun perihal ini tak laku disaat busana astronaut sobek.

Perihal ini sempat di alami oleh satu diantara kru Gemini 9 pada tahun 1963 waktu sedang kerja di luar pesawat antariksanya, lo.

Busana antariksa yg dimanfaatkan oleh kru Gemini 9 ini robek pada susunan luarnya, kawan-kawan.

Karena itu, sang astronaut terserang sengatan Matahari yg sangatlah kuat lewat sisi busananya yg robek.

Baca Pun : Mau Jadi Penari? Buku Ini Dapat Jadi Motivasi, lo #AkuBacaAkuTahu

Akan tetapi, kemungkinan tersengat Matahari serta terserang paparan cahaya UV pada astronaut bakal mengalami penurunan kala mereka ada dalam pesawt antariksanya.

Buktinya, kala ada dalam pesawat antariksa, astronaut dapat melepas kemeja antariksanya serta memanfaatkan kemeja seperti yg kita pakai di Bumi.

Satu diantara contoh fakta cahaya UV di area angkasa kelihatan dari bendera Amerika Serikat yg dikibarkan di bulan, kawan-kawan.

Sehabis beberapa tahun ada di bulan, bendera itu ebrubah warna berubah menjadi putih.

Bagaimana Memanfaatkan Tabir Surya yg Benar?

Nah, biar tabir surya kerja dengan baik buat perlindungan kulit kita dari paparan cahaya matahari serta cahaya ultraviolet, karena itu kita mesti menggunakan dengan benar, kawan-kawan.

Langkahnya merupakan poleskan dengan emrata ke semuanya anggota tubuh, terlebih yg tak tertutup oleh busana, umpamanya lengan, kaki, atau leher.

O iya, pakai tabir surya dalam rumah, sebelum kita mengerjakan perjalanan, ya.

Sehabis memanfaatkan tabir surya, kita pun seharusnya tak langsung keluar rumah atau ada dibawah cahaya matahari.

Nantikan kira-kira15 menit biar tabir surya menyerap prima ke kulit hingga berikan perlindungan yg kita perlukan dari cahaya matahari.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php