Berbagi Ilmu dan Pengetahuan

Begini Pengakuan Office Boy Setya Novanto Akui Diberi Surat Kuasa Pencairan oleh Perusahaan

Posted: December 15th 2018

Sidang kelanjutan perkara e-KTP atas terdakwa Irvanto Hendra Pambudi Cahyo serta Made Oka Masagung kembali diadakan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat. Kesempatan ini, jaksa mendatangkan eks karyawan Setya Novanto, Abdullah jadi saksi.

Terhadap Abdullah, jaksa mengonfirmasi ada surat kuasa dari Setya Novanto buat mengelola semua transaksi keuangan. Perihal itu berubah menjadi kenyataan persidangan kala Sujono, eks Direktur Khusus perusahaan Novanto datang jadi saksi minggu waktu lalu.

BACA JUGA
Viral Poto Setnov di Rest Ruangan Tol Cipularang, Ini Keterangan KPK
Sel Lux Setya Novanto di Lapas Sukamiskin Diperintah Lekas Dihapus
Setya Novanto Kembali Cicil Uang Negara Sejumlah Rp 900 Juta ke KPK
Abdullah memaparkan, surat kuasa pertama diperolehnya kala disuruh buka account rekening buat perusahaan.

” Sempat mendapat surat kuasa? ” bertanya jaksa terhadap Abdullah, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (25/9/2018) .

” Memang bila rekening PT awal bukanya saya yg mengambil formulirnya, disana ada formulir dikuasakan ke saya buat cairkan cek atau rekening koran, ” jawab Abdullah.

” Dari rekening yg dikuasakan ke Anda, rekening perusahaan atau rekening Pak Nov? ” konfirmasi jaksa.

” Rekening perusahaan, ” kata Abdullah.

Tidak cuman memperoleh surat kuasa pada transaksi keuangan perusahaan, ia pun sekian kali diperintah Setya Novanto bertransaksi di money changer, satu diantaranya PT Pokok Valuta, tempat uang korupsi buat Novanto bersumber.

Didapati, Irvanto serta Made Oka didakwa ikut serta mengerjakan tindak pidana korupsi project e-KTP. Kedua-duanya dikira jadi pihak penampung uang korupsi yg disamarkan dengan transaksi barter lewat money changer.

Buat menyamarkan pengiriman uang terhadap Novanto pada 19 Januari-19 Februari 2012, Johannes Marliem, penyedia vendor AFIS brand L1, mengerjakan pengiriman terhadap sejumlah perusahaan uang serta money changer dengan memanfaatkan media barter atau set off atau pertemuan-pertemuan utang dengan memakai pihak beda yg legal yg seluruh sejumlah USD 3, 55 juta.

Uang itu di terima lewat keponakan Setya Novanto ialah Direktur PT Murakabi Sejahtera Irvanto Hendra Pambudi Cahyo serta pemilik OEM Investmen Pte. LTd serta Delta Energy Pte. Lte yang relasi Setnov ialah Made Oka Masagung yg ditransfer oleh Direktur Khusus PT Biomorf Lone Indonesia Johanes Marliem bertindak sebagai penyedia Automated Fingerprint Identification Sistim (AFIS) merk L1 serta Anang Sugiana Sudiharsa jadi Direktur Khusus PT Quadra Solutions jadi anggota konsorsium PNRI jadi pemenang pemasokan e-KTP.


Simaklah : contoh surat kuasa

Modus Pengiriman
Mengenai banyaknya serta trik pengiriman merupakan sebagaimana berikut :

  1. Kirim terhadap Wakong Pte Ltd sebesar 250 ribu dolar AS2. Kirim terhadap Golden Victory 183, 4 ribu dolar AS3. Kirim terhadap Kohler Asia Pacific 101, 9 ribu dolar AS4. Kirim terhadap Cosmic Enterprise 200 ribu dolar AS5. Kirim terhadap Sunshine Development 500 ribu dolar AS, 6. Kirim terhadap Pacific Oleo Chemical 150 ribu7. Omni Potent Ventura 242 ribu dolar AS Dan rekening ‘money changer’ di sebagian bank Singapura ialah :
  2. Bank OCBC Singapura 800 ribu dolar AS atas nama Neli2. Bank UOB Singapura sebesar 359 ribu dolar AS atas nama Yuli Hira3. Bank UOB Singapura sebesar 765 ribu dolar AS an Santoso Kartono

Sehabis Johanes Marliem kirim uang itu sesudah itu sehabis dipotong ‘fee’ uang itu dibarter oleh Juli Hira serta Iwan Barala, Direktur PT Pokok Valuta, melalui langkah memberikan dengan cara tunai terhadap terdakwa lewat Irvanto Handra Pambudi Cahyo yg dilaksanakan dengan cara kontinyu melalui langkah diantarkan ke rumah Irvanto oleh karyawan Iwan Barala serta Muhamad Nur alias Ahmad dengan seluruh USD 3, 5 juta.

Uang itu oleh Irvanto diserahkan terhadap Kartika Yulansari sebagai sekretaris serta pengelola keuangan Setnov.

Catatan beda merupakan pada 14 Juni 2012, Johanes Marliem kirim 1, 8 juta dolar AS lewat Made Oka Masagung memanfaatkan rekening OCBC atas nama OEM Investment Pte Ltd. Uang itu merupakan sejumlah uang yg kirim Anang Sugiana sebesar USD 2, 1 juta.

Sehabis berikan uang itu, Johanes Marliem memberikan laporan ke Anang kalau uang sejumah 1, 8 juta udah kirim ke babenya Asiong yg gak beda merupakan terdakwa lewat Made Oka Masagung.

Pada 10 Desember 2012, Anang kembali menyetorkan fee yg datang dari pembayaran e-KTP sebesar Rp 31 miliar buat Quantum Technology yg dimasukkan ke Multicom Investment di rekening OCBC serta sebesar dua juta dolar AS lewat rekening Delta Energy Pte Ltd di bank DBS Singapura.

Pemberian uang ‘commitment fee’ disamarkan dengan persetujuan penjualan sebesar 100 ribu saham punya Delta Energy di Neuraltus Pharmaceutical negara sisi Delware Amerika Serikat. Sehabis penerimaan dua juta dolar AS dari Anang itu, Made Oka kirim sejumlah uang beberapa USD 315 ribu terhadap Irvanto sebagai direktur PT Murakabi Sejahtera yg pemegang saham dipunyai Novanto.

Uang itu sesudah itu diambil oleh relasi Irvanto bernama Muda Ikhsan Harahap yg dipesankan Irvanto kalau ada kawan Irvanto bernama Pak Agung bakal mentransfer ke rekening Muda Ikhsan di rekening DBS.

Sesudah terima uang itu, Muda Ikhsan disuruh Irvanto membawa uang itu dari Singapura ke Jakarta buat diserahkan Muda Ikhsan dalam rumah Irvanto.

sumber : http://wikibelajar.com


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php