Yuurie Chichiro ^^

Realita…. Ini Realitaaa

Posted: June 19th 2015

Minna_san..^^ Kali ini saya beserta kelompok kami akan mengulas kembali keanekaragaman yang ada pada sekitar aliran sungai Tambakbayan, Depok, Sleman, Yogyakarta…

Mari kita lihat kembali realita yang ada pada kenyataan saat ini.. Apakah kalian menyadari bahwa, setiap sampah yang kalian hasilkan per harinya cukup memberi dampak terhadap perubahan lingkungan dan keanekaragaman?? Weleh-weleh sampah yang menumpuk di kanan dan kiri, benar-benar membuat lingkungan kotor dan kumuh.. kita yang lihat aja risih, apalagi fauna yang berhabitat di tempat tersebut..

Picture1

Gambar 1.Kondisi Sungai Tambakbayan

Picture3

Gambar 2. Penumpukan Sampah Pada Sungai Tambakbayan

Kondisi disekitar sungai Tambakbayan sangat tidak terurus, masyarakat sekitar sering membuang sampah sembarangan, akibatnya sampah berserakan dimana-mana. Pada tepian sungai terdapat warung makan, dan biasanya limbah yang berasal dari warung tersebut juga langsung dibuang ke sungai. Meningkatnya aktivitas domestik, pertanian, dan industri akan mempengaruhi dan memberikan dampak terhadap kondisi kualitas air sungai terutama pemasukkan konsentrasi COD yang besar ke badan sungai (Priyambada dkk., 2008). Sampah organik seperti sisa sayuran rumah tangga dan warung makan dapat diuraikan oleh bakteri, namun untuk sampah anorganik yang dihasilkan seperti plastik, gelas, logam, kaca, dll tidak dapat diuraikan oleh bakteri.

Hasil pengamatan biota pada sungai Tambakbayan meliputi beberapa jenis takson seperti aves, insecta, crustacea, moluska, pisces, dan arachnida. Pada aves, beberapa jenis yang ditemukan adalah Bondol jawa (Lonchura leucogastroides), Cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster), Burung gereja (Passer montanus), Bondol taruk (Lonchura molucca), Madu Sriganti (Nectarinia jugularis), Merbah cerukcuk (Pycnonotus goiavier),  dan Cekakak jawa (Halcyon cyanoventris).

Picture7 Picture8 Picture9

 

Gambar 3. Kiri (Bondol jawa), Tengah (Cucak kutilang), dan Kanan (Burung gereja) (Heri, 2015)

Picture12Picture11

Gambar 4. Kiri (Merbah cerukcuk), Kanan (Madu Sriganti) (Heri, 2015)

Picture13Picture12

Gambar 5. Kiri (Cekakak jawa), Kanan (Merbah cerukcuk)  (Munandi, 2003)

Sementara itu, pada insecta didapatkan belalang hijau (Oxya chinensis), capung mata besar (Orthetrum sabina), capung merah (Neurothermis terminata), capung biru kecil (Ischnura heterosticta), kupu-kupu putih (Leptosia nina), kupu-kupu kuning (Eurema hecabe), kupu-kupu orange (Acraea violae), anggang-anggang (Gerris remigis), lalat (Musca domestica).

Picture17 Picture16 Picture15

Gambar 6. Kiri (Capung biru kecil), Tengah (Capung merah), dan Kanan (Capung mata besar) (Novia, 2015)

Picture19 Picture20 Picture18

Gambar 7. Kiri (Kupu-kupu kuning), Tengah (Kupu-kupu orange), dan Kanan (Kupu-kupu putih kecil)(Novia, 2015)

 Pada crustacea, yang kami dapatkan adalah yuyu (Parathelphusa convexa) dan pada pisces adalah ikan mujair (Oreochromis mossambicus), dan Ikan cetul. Pada takson Arachnida, didapatkan laba-laba Nephila (Nephila pilipes), pada moluska didapatkan kerang air tawar (Pilsbryoconcha exilis), Bekicot (Achatina fulica), dan Keong sawah (Pila ampullaceal). Dari hasil pengamatan tersebut, dapat kita ketahui bahwa keanekaragaman yang ada pada daerah aliran sungai tambakbayan tidak begitu banyak. Hal ini disebabkan ekosistem yang berubah akibat aktivitas manusia. Perubahan lingkungan akibat berbagai limbah yang masuk ke badan air mempengaruhi juga keanekaragaman yang ada disekitar ekosistem tersebut. Bila ekosistem tetap terjaga asri, tentunya keanekaragaman yang ditemukan lebih banyak lagi.


Upaya yang dapat kita lakukan:

Setelah penulis melakukan survei pada Sungai Tambakbayan tepatnya pada Transek 2, penulis mengusulkan harus ada upaya sosialisasi dengan masyarakat sekitar mengenai pentingnya peran sungai bagi kehidupan serta dampak yang mungkin timbul jika sungai tercemar. Setelah dilakukan sosialisasi, masyarakat diajak untuk dapat bergotong royong melaksanakan program PROKASIH, serta dengan upaya pendendaan bila membuang sampah ke sungai. Pengolahan limbahpun baiknnya juga harus diterapkan, sehingga limbah yang dibuang ke sungai sudah bersifat tidak toksik ataupun berada dibawah baku mutu lingkungan.


Kelompok 9 :

Ancilla Christina Hardjana 120801239

Tania Holly V.A.N 120801259

Novia Hertiyani 120801276

Heri Susanto 120801291

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php