Yuurie Chichiro ^^

Coral Reefs Crisis !!

Posted: September 4th 2014

Ekosistem Terumbu Karang di Indonesia

Indonesia memiliki 17.508 pulau dengan estimasi terumbu karang yang mencapai 60.000 km2. Terumbu karang merupakan ekosistem laut yang sangat dinamik dan produktif. Terumbu karang biasanya berada pada area tropis dan subtropis. Ekosistem ini menyediakan habitat umtuk berbagai organisme laut seperti ikan, alga, vertebrata, dan invertebrata. Terumbu karang juga memiliki efek ekologikal bagi organisme, yaitu untuk bereproduksi, bertelur, dan memberi makan bagi organisme laut lainnya (Putri dkk., 2012). Selain itu, karang juga berfungsi sebagai pelindung pantai dari abrasi dan gempuran ombak, menstabilkan keliling pulau-pulau dan garis pantai dari kikisan ombak yang sangat kuat.

underwater-coral-reef

Karang dapat dibagi berdasarkan struktur atau jaraknya dengan daratan. Berdasarkan teori Darwin (1842), dimana ia membagi karang yang ada di permukaan bumi menjadi 3 jenis :

1. Terumbu karang tepi (fringing reefs), terumbu karang tepi berkembang sepanjang pantai dan mencapai kedalaman tidak lebih dari 40 meter. Terumbu karang ini tumbuh ke atas, dan mengalami pertumbuhan yang baik jika terdapat arus yang cukup, sedangkan diantara pantai dan tepi luar terumbu karang cenderung mempunyai pertumbuhan yang kurang baik, bahkan sering terjadi kekeringan.

2. Terumbu karang penghalang (barrier reefs), terumbu karang tipe penghalang terletak di jarak yang jauh dari garis pantai dan memiliki kedalaman yang terlalu dalam bagi pertumbuhan karang batu (40-70 meter). Umumnya terumbu karang tipe ini memanjang menyusuri pantai dan biasanya berputar seakan merupakan pengahalang bagi pendatang luar.

3. Terumbu karang cincin (atoll), terumbu karang ini merupakan bentuk cincin yang melingkar goba. Kedalaman goba di dalam atoll rata-rata 45 meter. Atoll tertumpu pada dasar lautan yang dalamnya di laur batas kedalaman karang batu penyusun terumbu karang hidup.

Hewan karang dapat dibedakan menurut bentuk (lifeform), ada yang dikenal dengan karang bercabang (brancing), meja (tabulate), bunga/daun (foliose), kerak (encrusting), bulat padat (massive), gundukan (sub massive), dan cendawan/jamur (mushroom) (Veron,1986). Akan tetapi, karang juga dapat dibedakan berdasarkan ordonya (ordo Scleractinia) ada yang dikenal dengan terumbu karang hermatipik (reef building) dimana memerlukan cahaya untuk tumbuh dan berkembang. Selanjutnya juga adanya yang dikenal sebagai karang bukan terumbu karang (reef non building) atau ahermatipik, dimana tidak tergantung pada cahaya untuk dapat hidup, sedangkan karang yang tidak memiliki kerangka dikenal dengan karang lunak (soft coral) dan ada juga coral yang berikatan dengan anemon laut.

Komponen biota terpenting di suatu terumbu karang adalah hewan karang batu (stony coral) yang kerangkanya terbuat dari bahan kapur. Hewan karang batu umumnya merupakan koloni yang terdiri dari banyak individu berupa polip yang bentuk dasarnya seperti mangkok dengan tepian berumbai-umbai (tentakel). Tiap polip tumbuh dan mengendapkan kapur yang membentuk kerangka. Polip ini akan memperbanyak diri secara vegetatif, sehingga satu koloni karang bisa terdiri dari ratusan ribu polip.

Di dalam jaringan polip karang, hidup berjuta-juta tumbuhan mikroskopis yang dikenal sebagai zooxanthella. Zooxanthella sumber suplai makanan dan oksigen dari proses fotosintesis bagi polip dan juga membantu dalam membentuk kerangka kapur. Sebaliknya, polip menghasilkan sisa-sisa metabolisme berupa karbon dioksida, fosfat, dan nitrogen yang di gunakan zooxanthella untuk fotosintesis dan kebutuhan hidupnya. Dapat dikatakan hubungan antara polip dan zooxanthella adalah hubungan simbiosis mutualisme. Kebanyakan karang menangkap zooplankton dengan menggunakan tentakelnya yang dilengkapi sel-sel penyengat yang disebut nematosit.

greatBarrierReef_2434464b

Syarat hidup dan berkembangnya terumbu karang  :

1. Cahaya, diperlukan untuk proses fotosintesis alga simbiotik (zooxanthella) yang produk hasil fotosintesisnya digunakan hewan karang yang menjadi inangnya.

2. Suhu sekitar 25-30 °C, terumbu karang tidak dapat hidup pada area yang sangat panas ataupun dingin.

3. Salinitas air laut sekitar 27-40%, pada salinitas laut yang tercampur air tawar tidak dijumpai terumbu karang (daerah sekitar muara sungai).

4. Arus, merupakan faktor penting dikarenakan arus mendatangkan makanan berupa plankton.

5. Substrat yang keras dan bersih dari lumpur, diperlukan untuk peletakan planula yang akan membentuk koloni baru.

Kondisi dari lingkungan lain yang dapat mempengaruhi biodiversitas terumbu karang adalah struktur dasar,substansi dasar, kedalaman, dan geomorfologi karang. Kondisi lingkungan ini sangat berperan besar dalam menentukan struktur dan kedinamikan dari habitat terumbu karang dan diyakini memiliki efek kritikal untuk keberadaan biodiversitas terumbu karang.

Data terbaru Pusat Penelitian Oseanografi LIPI mengungkapkan hanya 5,3% terumbu karang Indonesia yang tergolong sangat baik. Sementara 27,18%nya digolongkan dalam kondisi baik, 37,25% dalam kondisi cukup baik, dan 30,45% berada dalam kondisi buruk. Menurut Burke dkk. (2012), menyebutkan bahwa setengah abad terakhir ini degradasi terumbu karang di Indonesia meningkat dari 10% menjadi 50%.

Kerusakan terumbu karang dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu, faktor alam dan aktivitas manusia. Faktor alam yang dapat menyebabkan kerusakan terumbu karang yakni, gempa, tsunami, pergeseran lempeng vulkanik, dan pemanasan global. Sementara itu, faktor kerusakan terumbu karang yang berasal dari manusia di akibatkan oleh adanya eksploitasi sumber daya lautan, labuh jangkar, limbah rumah tangga, penggunaan bahan peledak dan penangkapan ikan, limbah industri, pertanian, dan transportasi, penambangan karang, pengambilan bunga karang, dan kekeruhan perairan akibat aktivitas daratan. Akan tetapi, dengan ditemukannya perberdayaan dengan teknik transplantasi karang, kerusakan-kerusakan ini dapat di minimalisir.

Upaya pelestarian terumbu karang juga telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan yang telah mensahkan Peraturan tentang Kawasan Konservasi Perairan (KKP). KKP adalah ekosistem laut yang di lindungi secara hukum serta aturan lain, dengan cara zonasi, konservasi, dan pemanfaatan sumber daya ikan. Hukum melarang aktivitas seperti ekstraksi minyak dan gas,dan penangkapan ikan berlebihan. KKP juga mengakui pentingnya melestarikan ekosistem untuk mencegah degradasi. Selain itu, kegiatan ekoturisme juga memberi damapk yang positif terhadap pertumbuhan terumbu karang, dengan melakukan kegiatan seperti ini, organisme yang hidup di area terumbu karang tidak terganggu dan kerusakan terkumbu karang dapat di minimalisir.

Darwin, C.R., 1842. The Structure and Distribution of Coral Reefs in Dubinsky, Z. Ecosystems of the Coral Reefs. Elsevier. Amsterdam.

Burke, L., Reytar, Spalding, M. et al. Reefs at Risk Revisited in the Coral Triangle. World Resources Institute. Washington D.C.

KKP.2013. Statistik Kelautan dan Perikanan 2011. Marine Fisheries Statistic 2011. Jakarta.

Marthen, W.2001. Terumbu Karang Lestari. Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup Bali dan PADI Foundation. Bali.

Putri, L.S.E., Hidayat, A.F., and Sukandar, P.2012. Diversity of Coral Reefs in Badul Island Waters, Ujung KUlon, Indonesia. Journal of Biologikal Sciences 1(3):59-64.

PSDKP-KKP.2013. Refleksi 2012 dan Outlook 2013. Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan. Jakarta.

Veron, J.E.N., 1986. Coral of Australia and The Indo-Pasific. The Australian Institute of Marine Science. Angus and Roberton Publishers. Australia.

 

Tania Holly V.A.N


13 responses to “Coral Reefs Crisis !!”

  1. selviaemanuella says:

    Melihat upaya kementerian untuk konservasi terumbu karang dalam rangka mengurangi eksploitasi yang dilakukan oleh “manusia” itu sudah efektif ? karena pada dasarnya kementerian hanya mengeluarkan dana tapi untuk proses monitoringnya jarang. Apakah kita sbg mahasiswa pny konsep lain utuk memelihara terumbu karang ini?

    • yuurie989 says:

      eto… Selvi, Menurutku.. upaya pemerintah ini masih kurang efektif, memang dalam kenyataannya walaupun terumbu karang kita sudah di lindungi oleh hukum dan peraturan yang berlaku, tetap saja ada tindak kecurangan ilegal yang terjadi..hal ini tentu saja tetap di rasakan percuma bagi pecinta alam yang sangat berupaya melindungi terumbu karang dari krisisnya.. Dan kita sebagai mahasiswa/i memang belum banyak yang dapat dilakukan untuk menghentikan kerusakan terumbu karang secara ilegal, yang dapat kita lakukan hanya mulai menerapkan sistem kerja tertentu yang meminimalisir kerusakan yang terjadi pada terumbu karang, seperti kegiatan ekoturisme,penelitian mengenai upaya pengembalian kondisi terumbu karang, penelitian mengenai faktor-faktor yang dapat membantu pertumbuhan terumbu karang, dan sikap sadar dan peduli kita bahwa terumbu karang memang sangat memiliki peranan penting bagi kebanyakan organisme laut yang bergantung pada ekosistem terumbu karang ini.

  2. Krisisnya terumbu karang memang merupakan topik hangat bagi beberapa peneliti dan masyarakat terutama penikmat dan pecinta laut. Telah banyak upaya-upaya yang dilakukan beberapa peneliti dan kelompok masyarakat dalam menjaga dan membentuk kembali ekosistem terumbu karang yang telah rusak. Terimakasih atas pembahasan di atas, terutama dari saya untuk menjadi bahan dalam melakukan transplantasi karang yang dilakukan oleh Unit Selam Atmajaya selama 5 tahun belakangan. Terimakasih.

  3. Inge says:

    Thx’ infonya.
    terumbu karang memang salah satu komponen penting bagi biodiversitas di perairan. masalhnya perairan Indonesia saat ini juga tidak bisa dikatakan sebagai habitat yang kondusif bagi coral. banyak limbah industri yang disalurkan ke laut bebas secara ilegal. perlu mendapat perhatian pemerintah juga terkait itu.

  4. nanda1301 says:

    coral reef juga merupakan bagian dari ekosistem pesisir dimana berhubungan erat dengan ekosistem padang lamun dan mangrove, sehingga kelangsungan kelestarian terumbu karang sangat mempengaruhi kehidupan pada komunitas tersebut termasuk proses transfer nutrisi yang dibutuhkan masing-masing ekosistem. Ayo kita tunjukkan kepedulian pada terumbu karang. terima kasih pula bagi pihak yang sudah berkontribusi nyata pada terumbu karang termasuk unit selam uajy. nice info

  5. miabone says:

    Terumbu karang memegang peranan penting sebagai sumber kehidupan dan habitat dari berbagai makhluk hidup. Rusaknya terumbu karang pasti akan mempengaruhi keseluruhan ekosistem laut. Mengingat pentingnya hal tersebut, setahu Anda, apakah sudah ada upaya lain selain transplantasi untuk menyelamatkan terumbu karang yang tersisa? Harapannya adalah semakin banyak upaya yang ada, maka semakin banyak terumbu karang yang bisa diselamatkan. Terimakasih sebelumnya untuk informasi yang sangat menambah wawasan saya 🙂

    • yuurie989 says:

      Untuk di Indonesia sendiri, upaya lain selain Transplantasi karang belum ada, karena sebetulnya upaya yang satu ini saja sudah membutuhkan biaya yang banyak.. Keterbatasan biaya dan teknologi di Indonesia membuat segala aspek penelitian lebih lanjut tentang konservasi karang berjalan jauh lebih lambat dari pada negara lain.. Ada sih, cara sederhana lain selain Transplantasi karang, yakni dengan memperkirakan populasi karang dalam waktu tertentu dengan cara yang sama seperti metode plotless (ekologi) menggunakan kerangka besi berbentuk limas di dalam laut. Dari situ akan diketahui jenis karang apa saja yang mengalami penurunan populasi. Nah, tinggal di telusur deh…kenapa jenis karang tersebut mengalami penurunan populasi. Jika sudah diketahui penyebabnya, kita dapat mengupayakan segala cara untuk menyelamatkan karang tersebut dengan cara meningkatkan faktor-faktor yang dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Contoh, sesuai artikel di atas, karang tidak dapat hidup bila salinitas berubah, keadaan tersebut akan membuat karang mengalami penurunan populasi, nah.. kan kita sudah tau penyebabnya apa.. tinggal kita upayakan saja perbaikan salinitas tersebut.. telusuri aspek penyebabnya hingga dapat sumber masalahnya, kemudian cari jalan keluarnya.. Dengan cara sederhana tersebut sudah cukup untuk melestarikan karang..
      Namun cara ini jarang digunakan, karena selain menyita waktu, juga kadang permasalahannya menjadi kompleks.. (misal masalah limbah) hehehehe
      thanks^^ semoga jawaban saya dapat memberi masukan lebih untuk anda^^

  6. stefanicynara1983 says:

    nice info, informasi bagus ini untuk kita semua, untuk semua generasi penerus bangsa,untuk tetap menjaga kelestarian terumbu karang, yang sekarang semakin menurun…. informasi yang bagus banget….. arigatou gozaimasu… tania-san… 🙂

  7. Nice artikel. Saya kalau baca artikel tentang terumbu karang antara bangga dan sedih. Bangga karena indonesia punya sejuta keragaman terumbu karang, sedih karena banyak pihak tak bertanggungjawab terus melakukan eksploitasi. Semoga pemerintah tegas terhadap masalah ini. Makasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php