Yuurie Chichiro ^^

Realita…. Ini Realitaaa

Posted: June 19th 2015

Minna_san..^^ Kali ini saya beserta kelompok kami akan mengulas kembali keanekaragaman yang ada pada sekitar aliran sungai Tambakbayan, Depok, Sleman, Yogyakarta… Mari kita lihat kembali realita yang ada pada kenyataan saat ini.. Apakah kalian menyadari bahwa, setiap sampah yang kalian hasilkan per harinya cukup memberi dampak terhadap perubahan lingkungan dan keanekaragaman?? Weleh-weleh sampah yang menumpuk di kanan dan kiri, benar-benar membuat lingkungan kotor dan kumuh.. kita yang lihat aja risih, apalagi fauna yang berhabitat di tempat tersebut.. Gambar 1.Kondisi Sungai Tambakbayan Gambar 2. Penumpukan Sampah Pada Sungai Tambakbayan Kondisi disekitar sungai Tambakbayan sangat tidak terurus, masyarakat sekitar sering membuang sampah sembarangan, akibatnya sampah berserakan dimana-mana. Pada tepian sungai terdapat warung makan, dan biasanya limbah yang berasal dari warung tersebut juga langsung dibuang ke sungai. Meningkatnya aktivitas domestik, pertanian, dan industri akan mempengaruhi dan memberikan dampak terhadap kondisi kualitas air sungai terutama pemasukkan konsentrasi COD yang besar ke badan sungai (Priyambada … Read more


Fosfat _ Kelompok 9

Posted: March 1st 2015

DESKRIPSI Fosfat adalah golongan persenyawaan kimia dimana salah satu logam bersenyawa dengan fosfat  yang radikal. Golongan ini dicirkan dengan adanya gugus anion PO4 dan pada umunya berkilap kaca serta cenderung lunak, rapuh, struktur kristal bagus, serta berwarna (Christya, 2013). Fosfat adalah unsur dalam batuan beku (apatif) atau sedimen dengan kandungan fosfor ekonomis (Kelompok Program Teknologi Informasi Pertambangan, 2005). Berikut merupakan contoh mineral fosfat : 1. Apatite Gambar 1. Apatite (Christya,2013) 2. Monasit Gambar 2. Monasit (Christya, 2013) POTENSI DAN PENYEBARAN DI INDONESIA Keberadaan batuan fosfat di Indonesia cukup banyak ditemukan. Batuan fosfat umumnya terdapat di daerah pegunungan karang, batu gamping, atau dolomitik yang merupakan deposit gua. Berdasarkan Pusat Sumber Daya Geologi (2008), deposit batu fosfat di Indonesia menurut Peta Potensi Sumber Daya Geologi seluruh Kabupaten di Indonesia adalah sebagai berikut : Deposit fosfat alam di Indonesia menurut data yang dikumpulkan dati tahun 1968-1985 diperkirakan 895.000 ton, 66% terdapat di Pulau … Read more


The Bleeding Toad From Western Java^^

Posted: December 1st 2014

Leptophryne cruentata Di Jawa terdapat 2 spesies kodok dari genus Leptophryne yang sudah dikenali, yakni L.borbonica dan L.cruentata. L.cruentata yang dikenal sebagai “Kodok Merah” sebagai nama lokalnya atau juga sering disebut bleeding toad merupakan endemik khas Jawa Barat. Sejauh ini, L.cruentata terlokasikan pada air terjun Cibeureum, Lebak Saat, Rawa Denok, Ciapus, Salabintana, dan Curug Luhur yang mana area ini masih terdapat pada area Taman Nasional Gede Pangrango. Namun, pada tanggal 14 Agustus 2003, jenis katak ini ditemukan di daerah Cikeris yang termasuk pada area Taman Nasional Gunung Halimun  pada ketinggian 1500 meter dari permukaan laut. Jenis ini hanya diketahui berada di Jawa Barat, sedangkan L.borbonica memiliki penyebaran lebih luas yakni mulai dari Thailand bagian selatan, Kalimantan, dan Sumatra (Iskandar, 1998). Gambar 1. Leptophryne cruentata (Dept. of Forest Resources Conservation and Ecotourism, IPB, Bogor) Klasifikasi dari L.cruentata menurut Iskandar (1998) dapat dilihat sebagai berikut: Kerajaan             … Read more


Coral Reefs Crisis !!

Posted: September 4th 2014

Ekosistem Terumbu Karang di Indonesia Indonesia memiliki 17.508 pulau dengan estimasi terumbu karang yang mencapai 60.000 km2. Terumbu karang merupakan ekosistem laut yang sangat dinamik dan produktif. Terumbu karang biasanya berada pada area tropis dan subtropis. Ekosistem ini menyediakan habitat umtuk berbagai organisme laut seperti ikan, alga, vertebrata, dan invertebrata. Terumbu karang juga memiliki efek ekologikal bagi organisme, yaitu untuk bereproduksi, bertelur, dan memberi makan bagi organisme laut lainnya (Putri dkk., 2012). Selain itu, karang juga berfungsi sebagai pelindung pantai dari abrasi dan gempuran ombak, menstabilkan keliling pulau-pulau dan garis pantai dari kikisan ombak yang sangat kuat. Karang dapat dibagi berdasarkan struktur atau jaraknya dengan daratan. Berdasarkan teori Darwin (1842), dimana ia membagi karang yang ada di permukaan bumi menjadi 3 jenis : 1. Terumbu karang tepi (fringing reefs), terumbu karang tepi berkembang sepanjang pantai dan mencapai kedalaman tidak lebih dari 40 meter. Terumbu karang ini tumbuh ke atas, dan … Read more



© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php