Yunice Femilia

Review : Keragaman Molekuler pada Tanaman Lili Hujan (Zephyranthes spp.)

Posted: September 1st 2015

Lili hujan (Zephyranthes sp.) banyak digunakan sebagai tanaman hias dan obat tradisional di Negara Cina dan beberapa negara lainnya. Daun dari tanaman ini telah digunakan di Afrika Selatan sebagai obat untuk diabetes melitus karena memiliki aktivitas biologis seperti antimikrobia, antivirus, antitumor, dan lain-lain karena adanya kandungan alkaloid dan banyak senyawa kimia lain seperti flavonoid dan senyawa fenol. Spesies dari genus ini tersebar luas di daerah yang memiliki iklim hangat yang berada di belahan bumi bagian barat.

Lili Hujan Pink

Lili Hujan Pink

Zephyrantes juga dikenal dengan nama Rain Lily karena tanaman ini akan tumbuh dan mekar setelah musim hujan. Di Indonesia tanaman lili hujan yang sering dijumpai memiliki warna bunga kuning, merah muda, dan putih. Tanaman ini biasanya digunakan sebagai tanaman hias karena memiliki warna bunga yang indah serta tidak memerlukan perawatan yang rumit. Masing-masing jenis lili hujan memiliki ciri yang berbeda. Identifikasi molekuler dengan menggunakan penanda RAPD pada tanaman lili hujan yang tumbuh di Indonesia belum pernah dilakukan. Oleh karena itu, perlu dilakukan karakterisasi keragaman genetik dari tanaman lili hujan yang tumbuh di Indonesia sebagai penelitian awal untuk program pemuliaan.

Zephyranthes-Putih

Lili Hujan Putih

Vika dkk., (2015), melakukan penelitian untuk menghitung keragaman genetik dari tiga jenis tanaman lili hujan dengan teknik RAPD dan menghitung jarak genetik tanaman lili hujan berdasarkan informasi keragaman penanda genetik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – Oktober 2014 di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan menggunakan tanaman lili hujan yang memiliki warna bunga pink, putih, dan kuning yang diambil dari tiga lokasi berbeda untuk masing-masing warna.

zephyranthes-kuning

Lili Hujan Kuning

Bunga berwarna pink diambil dari Jalan Bumijo (lokasi 1), toko bunga Jalan Baciro (lokasi 2), dan toko bunga Jalan Kaliurang km 12 (lokasi 3); bunga berwarna putih diambil dari toko bunga Jalan Kaliurang km 15 (lokasi 1), toko bunga Jalan Kebun Raya (lokasi 2), dan toko bunga Jalan Kaliurang km 12 (Lokasi 3); dan bunga berwarna kuning diambil dari toko bunga Jalan Kaliurang km 15 (lokasi 1), toko bunga Jalan Kebun Raya (lokasi 2), dan toko bunga Jalan Kaliurang km 9 (Lokasi 3). Setiap lokasi diambil tiga tanaman sampel untuk masing-masing warna.

Penanda genetik yang digunakan adalah analisis RAPD dengan menggunakan 11 primer terpilih yaitu OPA2, OPA 9, OPA 11, OPA 16, OPA 18, OPB 10, OPB 19, OPC 5, OPC 7, OPC 10, dan OPD 5. Hasil analisis keragaman genetik dengan menggunakan 11 primer menunjukkan bahwa persentase keragaman dalam populasi lebih tinggi dibandingkan dengan keragaman antar populasi pada 27 individu tanaman lili hujan. Nilai keragaman genetik tanaman lili hujan yang berwarna kuning adalah 0,1388; tanaman lili hujan yang berwarna pink adalah 0,1291; dan tanaman lili hujan yang berwarna putih adalah 0,1231. Rentang jarak genetik pada 27 individu tanaman lili hujan berkisar antara 0,59 hingga 0,03. Jarak genetik antara tanaman berwarna pink dan putih adalah 0,3 dan jarak genetik antara tanaman berwarna kuning dengan tanaman berwarna pink dan putih adalah 0,03. Berdasarkan analisis jarak genetik dan PCoA jenis tanaman lili hujan yang berwarna kuning memiliki keragaman yang lebih tinggi dibandingkan jenis tanaman lili hujan yang berwarna pink dan putih.

Daftar Pustaka

Vika, T. O. Purwantoro, A dan Wulandari, R. A. 2015. Keragaman Molekuler pada Tanaman Lili Hujan (Zephyranthes spp.) . Jurnal Vegetalika. 4(1) : 70 – 77.


One response to “Review : Keragaman Molekuler pada Tanaman Lili Hujan (Zephyranthes spp.)”

  1. richardkion says:

    penelitian ini bisa menjadi “jembatan” / panduan bagi penelitian-penelitian selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php