Yunice Femilia

Mengenal Lebih Jauh Tentang “Emas”

Posted: March 3rd 2015

Emas

Gambar 1. Emas (www.geology.com)

Emas, siapa yang tak kenal dengan logam mulia tersebut. Keberadaan batu ini tentu menjadi perhatian semua orang di dunia karena harganya yang bernilai tinggi. Tahukah kamu apa sebenarnya emas itu?

ย Deskripsi singkat

Menurut sebuah website yang ditulis oleh Emsley (2012), emas merupakan suatu jenis mineral yang memiliki sifat lunak, kekerasannya berkisar antara 2,5 โ€“ 3 (skala Mohs), serta berat jenisnya tergantung pada jenis dan kandungan logam lain yang berpadu dengannya. Anda juga mungkin mengenal emas secara kimiawi dalam tabel periodik dengan simbol Au (Aurum dalam bahasa Latin) yang memiliki nomor atom 79 dan nomor massa 196,967. Emas tidak bereaksi secara kimia, tetapi logam tersebut ternyata terpengaruh oleh klorin, fluorin, dan aqua regia (campuran asam nitrat dan asam klorida). Namun, secara fisik emas dapat lebur menjadi pada suhu sekitar 1000ยฐC.

Sebagian emas yang ditambang disimpan dalam bentuk bullion. Bayangkan! sekitar 1500 ton emas ditambang setiap tahun. Air laut juga ternyata mengandung sekitar 4 grams emas dalam 1.000.000 ton air, tetapi perolehan selalu gagal karena konsentrasinya yang sangat rendah. Tenang saja teman-teman, emas dikatakan tidak beracun dan tidak memiliki peran biologis, tapi jangan juga menelan emas ya.. Lebih baik dikasih kami saja ๐Ÿ™‚

Mineral pembawa emas biasanya berasosiasi dengan mineral ikutan (gangue minerals), umumnya seperti kuarsa, karbonat, turmalin, flourpar, dan sejumlah kecil mineral non logam. Sedangkan, mineral pembawa emas itu sendiri berasosiasi dengan endapan sulfida yang telah teroksidasi. Sebenarnya, apa sih mineral pembawa emas??? Mineral pembawa emas merupakan gabungan mineral penyusun emas yang terdiri dari emas native, elektrum, emas telurida, sejumlah paduan dan senyawa emas dengan unsur-unsur belerang, antimon, dan selenium (Nagel, 2008).

Banyak sekali bukan? Bahkan, emas asli ( native gold ) sendiri juga mengandung banyak unsur kimia, umumnya mengandung perak (Ag), tembaga (Cu) & besi (Fe) dengan jejak bismuth (Bi), timbal (Pb), Zinc (Zn), antimon (Sb), dan masih banyak lagi (Government of South Australia, 2015). Kalau emas asli mungkin teman-teman sudah bisa paham lebih cepat, tapi, tahukah kamu mineral lain penyusun emas yang namanya elektrum? Menurut Nagel (2008), elektrum sebenarnya jenis lain dari emas asli, hanya saja kandungan perak di dalamnya kurang dari 20%.

Emas terbentuk secara alami yang ditemukan pada endapan aluvial dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan. Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme kontak dan larutan hidrotermal, sedangkan pengkonsentrasian secara mekanis menghasilkan endapan letakan (placer) (Nagel, 2008).

Berbicara soal emas seperti tidak ada habisnya yah, jelas saja kalau logam ini berharga. Seperti apa ya potensi logam mulia ini di Indonesia? Yuk, simak disini..

Potensi Emas di Indonesia

Potensi emas di Indonesia masih sangat besar, juga persebarannya cukup luas. Cara mengetahui potensi emas di suatu lokasi pertambangan adalah dengan adanya cebakan emas aluvial di daerah tersebut. Cebakan emas aluvial atau endapan emas aluvial merupakan emas yang terendapkan bersama dengan material sedimen yang terbawa oleh arus sungai atau gelombang laut. Cebakan emas aluvial ini di Indonesia banyak di jumpai di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Papua. Emas aluvial dengan sumber daya yang lebih kecil juga dijumpai juga di P. Jawa, yaitu di Banyumas, Jawa Tengah.

Eksplorasi emas aluvial secara besar – besaran pernah dilakukan pada tahun 1980-an sampai dengan awal tahun 1990-an, terutama di Kalimantan dan Sumatera, oleh pelaku usaha pertambangan yang sebagian besar berskala kecil sampai menengah. Eksplorasi dilakukan pada daerah yang umumnya telah diketahui sebelumnya sebagai sumber keterdapatan emas, yaitu telah ditambang baik oleh pendatang dari Cina atau Belanda, maupun penduduk setempat. Daerah target eksplorasi dengan kondisi geologi berupa endapan gravel Resen โ€“ Kuarter dari endapan sungai aktif, endapan sungai purba yang telah tertimbun, serta paleodrainages (Van Leeuwen 1994).

Nah, banyak sekali kan sebenarnya potensi emas di Indonesia.. Ets, jangan pada kabur cari cebakan emas yah! Ini kami bantu kasih tahu sumber daya dan cadangan emas pada beberapa daerah prospek telah ditambang oleh pemilik usaha pertambangan, akan tetapi secara keseluruhan hanya berlangsung beberapa tahun dan berakhir dengan masih menyisakan sebagian besar sumber dayanya, silakan lihat di Tabel 1. yah..

Tabel

Beberapa faktor penyebab terutama ketidaklanjutan proyek diatas adalah estimasi cadangan yang terlalu spekulatif, peralatan tidak sesuai, dan pembengkakan biaya operasional, sehingga mempengaruhi nilai ekonomi pengusaha pertambangannya (Van Leeuwen, 1994). Meskipun cebakan emas letakan/aluvial umumnya pernah diusahakan, namun potensi bahan galian tertinggal berupa cebakan emas insitu dan komoditas bahan galian yang terkandung pada tailing masih berpeluang untuk diusahakan. Oleh karena itulah potensi pertambangan emas di Indonesia masihlah sangat terbuka dan menjanjikan. Yuk deh kita sama-sama nambang emas.

ย Manfaat Emas

Emas digunakan dan diaplikasikan ke berbagai bidang kehidupan, diantaranya:

1. Perhiasan

Semua pasti mengerti deh sama manfaat emas yang satu ini, jadi tidak perlu dijelaskan lebih lanjut yah..

2. Investasi

Nilainya yang tinggi dan cenderung meningkat setiap tahunnya membuat banyak orang tertarik untuk menjadikan emas (dalam bentuk emas batang dan koin emas) sebagai alat investasi. Kamu juga kan?

3. Kesehatan

Emas merupakan logam yang sangat pas untuk dijadikan tambalan, crown gigi, dan peralatan ortodentik karena tidak dapat menimbulkan reaksi kimia dan alergi. Emas juga digunakan untuk melapisi tabung khusus untuk menyokong arteri pada penderita penyakit jantung. Ini dikarenakan emas memiliki sifat anti bakteria sehingga pasien tidak akan menderita infeksi. Siapa yang punya emas digigi unjuk gigi ๐Ÿ˜€

4. Elektronik, Komputer, dan Transportasi

Emas adalah konduktor yang sangat baik dan mampu menghantarkan muatan listrik kecil. Oleh karena itulah emas digunakan hampir pada setiap peralatan elektronik seperti televisi dan handphone. Emas juga sering digunakan pada komputer untuk mentransfer data secara cepat. Emas juga digunakan untuk melapisi bagian dalam kendaraan ruang angkasa serta bagian dalam helm astronot untuk melindungi para awak kapal dari panas sinar matahari yang berbahaya.

5. Medali dan Penghargaan

Emas adalah logam yang sangat indah dan begitu berharga, sehingga dinilai menjadi logam yang paling sesuai untuk membuat benda-benda penting seperti mahkota dan medali untuk berbagai macam pernghargaan, mulai dari Academy Awards hingga Olimpiade.

Manfaatnya positif semua yaaa, tapi siapa yang tahu kalo dibalik itu semua banyak juga permasalahannya…

Permasalahan Pengelolaan Emas

Menurut Zamri dkk (2003), permasalahan โ€“ permasalahan dalam proses penambangan emas:

1. Permasalahan dalam perizinan, dimana penambangan dilakukan secara PETI (pertambangan tanpa izin), yang mengakibatkan:

  • Penambangan emas yang dilakukan PETI umumnya hanya mengambil daerah yang berkadar tinggi saja mengakibatkan alur tidak teratur, penggalian tanah penutup tidak sistimatik (cut and fill) mengakibatkan terjadi lubang atau danau yang cukup luas.
  • Pada pertambangan tanpa izin, sistem pengolahannya dilakukan secara sederhana sehingga tidak adanya pengawasan dalam penggunaan bahan kimia (co: sianida atau merkuri) dalam pengolahan emas, dapat mencemari lingkungan dan berbahaya bagi kesehatan masyarakat

Contohnya: kegiatan PT. Indo Multi Niaga (PT. IMN) di Pegunungan Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Sampai saat ini, di kabupaten ini belum dialokasikan lahan usaha tambang dalam peta tata ruangnya.

2. Permasalahan dalam pengolahan emas primer:

  • Umumnya kondisi geologi dan struktur sangat komplek dengan bentuk bijih serta sebaran kadar emas tidak merata menyebabkan pemanfaatanya sangat memerlukan teknologi tinggi dan biaya yang besar.
  • Penambangan dibuat blok โ€“ blok berdasarkan kadar bijih menyebabkan rentang terhadap pengambilan selektif kadar bijih yang tinggi saja dengan kadar rendah ditinggalkan. Ini mengakibatkan recovery penambangan rendah dan tidak semua cadangan termanfaatkan/terambil.
  • penambangan dengan sistem sluice box. Jika kemiringan sluice box tinggi, dapat menyebabkan butiran emas ikut terbawa hanyut bersama material waste.
  • proses pengambilan emas dengan metode perbedaan berat jenis yaitu proses pemisahan butir โ€“ butir emas dengan pasir, yang menyebabkan mineral berat lainnya yang tak termanfaatkan, terbuang begitu saja.

Proses pengolahan yang menggunakan sianida (ICP), yaitu proses pembuangan semua tailing (termasuk sisa emas dan mineral logam berat) kelaut melalui pipa pembuangan, dapat mencemari lingkungan dan merubah kehidupan biota laut sekitarnya. Merkuri akan terikat oleh air sebanyak 0,02 ppm dan pembuangan langsung air limbah ke sungai maupun ke kebun akan mengakibatkan terganggunya siklus air raksa yang terjadi secara alamiah dan pada akhirnya akan terjadi pencemaran lingkungan (Hutagalung,1984).

  • selain dapat mencemari lingkungan juga menyebabkan masalah kesehatan bagi masyarakat di daerah pertambangan.
  • Buangan limbah baik tailing maupun tanah buangan jika tidak ditata dengan baik akan mempengaruhi lingkungan sekitarnya.

Contohnya: kegiatan pertambangan di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS)

Pengelolaan emas memberikan efek ganda (multiplies effect), karena memiliki efek positif bagi masyarakat setempat baik secara finansial maupun berupa alternatif lapangan pekerjaan dan tambahan pendapatan bagi pemilik rental gelundung, wanita penumbuk batu, pengangkat batu di lokasi, alat transportasi angkutan ke desa, dan masyarakat desa lainnya yang membuka usaha warung (Yasmi, 2007).

Sudah lebih mengenal emas kan? Bukan Cuma dari manfaatnya yang berlimpah ruah tapi juga permasalahannya yang segunung? Ayo teman-teman, aspirasi kamu dibutuhkan untuk penyelesaian masalah itu, siapa tau Negara Indonesia tercinta ini bisa jadi negara penghasil emas terbesar di dunia setelah dibantu sama kalian J dapet emasnya sedikit juga lumayan kan.. hehehe.. Happy reading ๐Ÿ™‚

Refrensi :

Emsley, J. 2012. Gold. http://www.rsc.org/periodic-table/element/79/gold. 2 Maret 2015.

Government of South Austalia. 2015. Gold. http://www.minerals.dmitre.sa.gov.au/geological_survey_of_sa/commodities/gold. 2 Maret 2015.

Hutagalung, H.P. 1984. Raksa (Hg). Oseana IX(1): 93-105.

Nagel, A. A. 2008. Kontrol Batuan Samping terhadap Kadar Au pada Batuan Alterasi Berdasarkan Analisis Geokimia pada Daerah KP PT Antam Tbk di daerah Kubang Cicau, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Naskah S1. Universitas Diponegoro, Semarang.

Suprapto, S. J., Tinjauan Tentang Cebakan Emas Aluvial Di Indonesia Dan Potensi Pengembangan. Kelompok Program Penelitian Konservasi. Pusat Sumber Daya Geologi

Van Leeuwen, T.M., 1994. 25 Years of Mineral Exploration and Discovery in Indonesia. Elsevier, Amsterdam.

Yasmi, Y. 2007. Understanding conflict in the co-management of Forest, the case of Bulungan Research Forest. International Forestry Reviews 5(1): 38-44.

Zamri., Bambang., Hartono., Pohan, M., Kurnia, E., Mulyana., Hutamadi., Ridwan., dan Rudi. 2003. Konservasi Bahan Galian Emas, Bauksit, Batubara dan Permasalahan. http:// psdg.bgl.esdm.go.id/…/konservasi/Proc%20KONSER…. 2 Maret 2015.

 

Kelompok 2:
1. Adelia Tosi 120801178

2. Maya Narita 120801244

3. Yunice Femilia 120801298

4. Andrea Adya 120801280

5. Leonardo 120801267

 

 

 


5 responses to “Mengenal Lebih Jauh Tentang “Emas””

  1. intanmiw says:

    Halo Lia, artikel yang menarik. Emas banyak diburu nih karena jelas bahwa emas logam yang sangat berharga dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Semakin meningkatnya keinginan masyarakat memiliki emas, maka kebutuhan akan emas juga meningkat ditambah dengan berbagai pemanfaatannya. Nah, melihat banyaknya permasalahan pengelolaan yang dihadapi, apa yang seharusnya dilakukan terlaksana sistem pengelolaan emas yang sesuai dan menguntungkan berbagai pihak?

  2. Sainawal Tity says:

    tidak jarang dalam pemurnian emas, digunakan berbagai senyawa kimia yang berbahaya jika dibuang sembarang ke lingkungan. Action plan dari tiap instansi sebelum, saat, dan sesudah proses penambangan emas sangat penting untuk dirancang dengan matang, untuk mengantisipasi masalah seperti penggunaan senyawa kimia berbahaya diatas. artikel yang menarik ๐Ÿ™‚

  3. mariajanina says:

    hay lia, artikel yang luar biasa. Emas adalah penghasilan terbesar di Indonesai. banyak masyarakat Indonesia mendapat penghasilan ekonomi mereka dari pekerjaan penambangan Emas. sumber daya Indonesai sangat melimpah.

  4. delilafaidiban says:

    Sayangnya sumber daya emas ini masih sering dimanfaatkan untuk kepentingan sendiri tanpa melihat kerusakan suatu lingkungan yang menghasilkan emas, sehingga lingkungan tidak terjaga dengan baik, kualitas lingkungannya menurun.

  5. 120801288 says:

    emas memang memiliki banyak sekali potensi untuk di kelolah, akan tetapi dengan adanya permasalahan yang sering kita hadapi dalam mengelolah sumber daya alam tentunya tidak lah mudah. Semoga saja kita dapat memahami nya sehingga sumber daya alam di kita yang banyak sekali di ini dapat di kelolah dengan baik, thank’s infonya ๐Ÿ™‚

Leave a Reply to delilafaidiban Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php