Yunice Femilia

Let’s be a Friend Panthera tigris sumatrae

Posted: December 5th 2014

banner-tiger-warrior

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan satu dari enam sub-spesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically endangered) dalam daftar merah spesies terancam yang dirilis Lembaga Konservasi Dunia IUCN. Jumlah populasinya di alam bebas hanya sekitar 400 ekor. Sebagai predator utama dalam rantai makanan, harimau mempertahankan populasi mangsa liar yang ada di bawah pengendaliannya, sehingga keseimbangan antara mangsa dan vegetasi yang mereka makan dapat terjaga dan tahukah kalian bahwa:

  1. Harimau Sumatera adalah perenang yang handal karena memiliki selaput diantara jari-jarinya; berkebalikan dengan kucing peliharaan yang tidak menyukai air
  2. Motif belangnya yang berwarna oranye dan hitam merupakan kekuatannya untuk kamuflase
  3. Motif belangnya juga berfungsi sebagai pembeda setiap individu harimau dengan individu lainnya, sama halnya dengan pola sidik jari manusia.

Sejak tahun 1996 harimau sumatera dikategorikan sebagai terancam punah (critically endangered) oleh IUCN. Pada tahun 1992, populasi harimau sumatera diperkirakan hanya tersisa 400 ekor di lima Taman Nasional (Gunung Leuser, Kerinci Seblat, Way Kambas, Berbak dan Bukit Barisan Selatan) dan dua suaka margasatwa (Kerumutan dan Rimbang), sementara sekitar 100 ekor lainnya berada di luar ketujuh kawasan konservasi tersebut. Laporan tahun 2008 yang dikeluarkan oleh TRAFFIC- program kerja sama WWF Internasional dan Lembaga Konservasi Dunia IUCN untuk monitoring perdagangan satwa liar – menemukan adanya pasar ilegal yang berkembang subur dan menjadi pasar domestik terbuka di Sumatera yang memperdagangkan bagian-bagian tubuh harimau. Dalam studi tersebut TRAFFIC mengungkapkan bahwa sedikitnya 50 harimau Sumatera telah di buru setiap tahunnya dalam kurun waktu 1998-2002.

Ancaman Terhadap Kelestarian Harimau Sumatera

1. Deforestasi dan Degradasi

Deforestasi dan degradasi hutan di Pulau Sumatera merupakan salah satu ancaman yang signifikan terhadap kelestarian keanekaragaman hayati di pulau ini, terutama terhadap jenis-jenis mamalia besar yang memiliki daerah jelajah yang luas seperti harimau. Hilangnya hutan yang cukup luas dan cepat pada dasawarsa terakhir menyebabkan luas habitat harimau sumatera berkurang dan terpecah menjadi bagian-bagian kecil yang terpisah satu dengan yang lain.

2. Perburuan dan Perdagangan

Ancaman lain yang membahayakan kelangsungan hidup dan keberadaan harimau sumatera adalah perburuan ilegal. Perburuan ilegal ini terjadi mulai awal dasawarsa 1990. Ancaman ini tidak hanya berasal dari perburuan langsung terhadap harimau, tetapi juga karena perburuan terhadap mangsanya. Hasil dari kegiatan ilegal ini merupakan sumber potensial untuk mensuplai produk asli harimau yang beredar di pasar gelap, terutama kulit dan tulang. Harimau dan produknya diperjualbelikan untuk berbagai macam alasan, termasuk untuk penggunaan obat-obatan tradisional Asia dan bahan supranatural. Selain itu, harimau juga diperjualbelikan sebagai hewan peliharaan dan simbol status.

3. Konflik

Pesatnya pertumbuhan populasi manusia dan pembangunan ekonomi di dalam dan sekitar habitat harimau sumatera menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan konversi lahan untuk perkebunan dan pertanian, yang kemudian berujung pada meningkatnya potensi konflik antara harimau dan manusia. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini, konflik antara harimau – manusia bahkan dipercaya menjadi salah satu ancaman utama bagi kelestarian harimau sumatera . Hasil kajian lain yang dilakukan TRAFFIC pada tahun 2002 mengungkapkan setidaknya 35 ekor harimau sumatera telah terbunuh akibat konflik antara harimau dan manusia selama kurun waktu 1998 – 2002.

4. Kemiskinan

Faktor kemiskinan dan terbatasnya lapangan kerja mendorong masyarakat untuk memburu satwa liar, tidak hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga dalam rangka meningkatkan taraf ekonomi mereka dengan menjual hasil buruannya ke pasar-pasar lokal. Catatan Badan Pusat Statistik (2006) mengindikasikan pendapatan masyarakat sekitar hutan di Sumatera sekitar Rp 300.000,- – Rp 400.000,- per kepala keluarga per bulan. Angka ini jauh di bawah upah minimum buruh di setiap provinsi di Indonesia.

Perburuan satwa mangsa harimau oleh masyarakat tersebut sangat berpengaruh pada kelestarian harimau sumatera, karena sebagai pemangsa keberadaan mereka sangat tergantung pada kelimpahan satwa mangsanya. Ironisnya, perburuan satwa mangsa harimau di Sumatera dapat dilakukan secara terbuka dan aman karena belum mendapatkan perhatian serius dari pihak yang berwenang dan kalangan penggiat konservasi harimau sumatera. Keadaan ini diperburuk dengan rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat sekitar hutan terhadap pentingnya melestarikan sumberdaya alam bagi kehidupan.

Rencana Aksi

Rencana aksi yang saya lakukan untuk membantu mengkonservasi Harimau Sumatera adalah: bergabung dengan Sahabat Harimau, yaitu suatu program penggalangan dana untuk pelestarian harimau Sumatera. (Word Wild Foundation) WWF-Indonesia menginisiasi program Sahabat Harimau sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konservasi harimau Sumatera dan memastikan pendanaan berkelanjutan yang akan digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk perlindungan harimau Sumatera dan habitatnya. Nantinya donasi yang saya beri akan digunakan untuk mendukung konservasi Harimau Sumatera, membantu tim riset harimau WWF-Indonesia di lapangan melalui kegiatan-kegiatan seperti penelitian, pengelolaan habitat dan pemantauan habitat.

WWF-Indonesia memiliki tim riset harimau Sumatra yang melakukan penelitian menggunakan kamera video jebak dan pemantauan intensif di koridor Rimbang Baling, Taman Nasional Bukit Tiga puluh, Taman Nasional Tesso Nilo, Provinsi Riau. Dengan bergabung dalam program Sahabat Harimau, saya dapat membantu tim WWF Indonesia yang bekerja di lapangan untuk menyelamatkan harimau Sumatera dengan donasi minimal Rp 100.000,00 (Seratus Ribu Rupiah) setiap bulannya atau Rp 750.000,00 (Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) untuk donasi satu kali. Dengan memberi donasi akan sangat berarti bagi kelestarian harimau Sumatera dan habitatnya dan tentu saja untuk kesejahteraan generasi sekarang dan akan datang. Selanjutnya dari pihak WWF-Indonesia akan memberi paket istimewa Sahabat Harimau sebagai tanda terima kasih.

plushtoy_sahabatharimau

Boneka Harimau

sahabat_harimau_membercard

Member Card

Dengan memberikan donasi melalui program ini, saya dapat membantu mendukung konservasi Harimau Sumatera tanpa saya harus ke Sumatera melainkan dimana pun saya berada saya dapat membantu mendukung konservasi Harimau Sumatera. Melalui rencana aksi yang saya lakukan dengan bergabung menjadi Sahabat Harimau, saya berharap agar teman-teman atau siapa pun yang membaca blog ini juga mau bergabung menjadi Sahabat Harimau, dan blog yang saya buat ini juga merupakan aksi yang saya lakukan untuk membantu konservasi demi kelangsungan generasi Harimau Sumatera di masa depan.

So let’s be a friend Panthera tigris sumatrae , Terima Kasih…

 

Daftar Pustaka

http://www.wwf.or.id/program/spesies/harimau_sumatera/

Tonny Soehartono (KKH-PHKA), Hariyo T. Wibisono (WCS-IP), Sunarto (WWF), Deborah Martyr (FFI), Herry Djoko Susilo (KKH-PHKA), Thomas Maddox (ZSL), Dolly Priatna (ZSL). 2007. STRATEGI DAN RENCANA AKSI KONSERVASI HARIMAU SUMATERA (Panthera tigris sumatrae) 2007 – 2017. DEPARTEMEN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA. Jakarta.

 


14 responses to “Let’s be a Friend Panthera tigris sumatrae”

  1. luhshyntia says:

    sebuah aksi konservasi yang sangat mulia dengan berbagai ancaman yang mengintai harimau sumatera serta diadakannya program sahabat harimau yang ikut andil dalam konservasi diharapkan donasi tersebut bisa berlanjut agar kehidupan harimau menjadi aman… nice info 🙂

  2. nitabawole says:

    Semoga saja rencana aksi yang akan anda lakukan dapat terlaksana dengan baik. Kiranya semakin banyak lagi masyarakat yang bisa ikut andil dalam upaya penyelamatan harimau sumatera ini ya, thank’s 🙂

  3. restu apriyani says:

    amazing sekali ,,,, yang saya mau tanyakan bahwa dengan cara bagaimana aksi pendanaan yang anda maksudkan ? ,,, 🙂 🙂

  4. pradhyaparamitha says:

    apakah ada aksi personal selain dengan donasi? karena uang setiap bulan dapat terbatas, teimakasih . postnya udah baguss^^

  5. alanpeter says:

    Bagaimana tanggapan kamu tentang aksi – aksi yang dilakukan untuk menyelamatkan Harimau Sumatra saat ini ?

    Kunjungi blog saya : http://blogs.uajy.ac.id/alanpeter/2014/12/05/seaweed-seaweed-truuulaaalaaa-seaweedforlife/

  6. Yunicefemilia says:

    Iya ada seperti yang sudah saya tuliskan di blog saya, dengan menulis blog ini juga merupakan aksi saya untuk membantu konservasi Harimau Sumatera karena dengan menulis blog ini orag-orang akan tahu kalau Harimau Sumatera hampir punah dan perlu di lindungi.jadi juga merupakan aksi personal saya untuk membantu konservasi Harimau Sumatera 😀

  7. Yunicefemilia says:

    Iya ada seperti yang sudah saya tuliskan di blog saya, dengan menulis blog ini juga merupakan aksi saya untuk membantu konservasi Harimau Sumatera karena dengan menulis blog ini orag-orang akan tahu kalau Harimau Sumatera hampir punah dan perlu di lindungi.jadi ini juga merupakan aksi personal saya untuk membantu konservasi Harimau Sumatera 😀

  8. yunicefemilia says:

    @Restu:aksi pendanaan yang saya maksudkan adalah dengan memberi donasi. Donasi dapat dilakukan melalui via online, auto debit kartu kredit VISA/MASTER/AMEX, atau auto debit rekening tabungan Mandiri.

  9. yunicefemilia says:

    @Alan: menurut saya aksi – aksi yang dilakukan untuk menyelamatkan Harimau Sumatera saat ini sudah membantu konservasi Harimau Sumatera karena sudah banyak upaya yang dilakukan untuk konservasi Harimau Sumatera salah satunya yang dilakukan oleh WWF Indonesia 🙂

  10. agungprayogo says:

    info yang sangat menarik da menambah pengetahuan…diharapkan masyarakat dapat lebih peduli akan pentingnya konservasi harimau sumatera. keep blogging 🙂

  11. retnowulandari says:

    Mulia sekali aksi saudari Lhya ini, bagaimana cara saudari Lhya untuk mengajak dan meyakinkan teman-teman lainnya untuk dapat menjadi donatur juga?
    semoga banyak teman-teman dan dosen-dosen FTB juga yang menjadi donatur yah teman 🙂

  12. yunicefemilia says:

    @Wulan:cara adalah dengan memberi penjelasan tentang peran harimau yang sangat penting Sebagai penjaga keseimbangan ekosistem hutan, ia berperan melindungi kelestarian dan menyelamatkan hidupan liar lainnya yang pada akhirnya kesejahteraan manusia pun ikut terjaga dan mengajak untuk ikut serta menjadi donatur dengan melalui media sosial contohnya melaui blog, facebook, twitter,dan juga berbicara langsung kepada mereka untuk ikut serta menjadi donatur Sahabat Harimau 😀

  13. Aksinya sangat bagus dengan mengajak masyarakat untuk menyumbang demi kelangsungan satwa ini di indonesia maupun seluruh dunia. Yang ingin saya tanyakan dari organisasi WWF sendri sudah berapa besar keberhasilan yang dilakukan dalam melestarikan satwa ini dari donasi yang telah terkumpul?

    • yunicefemilia says:

      Dari donasi yang telah terkumpul sudah sangat membantu dalam konservasi Harimau Sumatera, karena dana yang terkumpul membantu tim riset harimau WWF-Indonesia di lapangan melalui kegiatan-kegiatan seperti penelitian, pengelolaan habitat dan pemantauan habitat. 🙂

Leave a Reply to Yunicefemilia Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php