yuniafrischilla

EKOLOGI TUPAI dan BAJING

Posted: September 10th 2014

Tupai

Tupai dan Bajing adalah dua jenis hewan yang berbeda walaupun dari kedua jenis binatang tersebut sama-sama pintar dan hebat, sehingga orang Indonesia sering menggunkan istilah dari kata bajing dan tupai. Bajing dan Tupai memiliki perbedaan, Tupai sepintas mirip dengan bajing, tetapi berbeda anatomi dan perilakunya.Tupai merupakan mamalia kecil dari bangsa Scandentia yang sering kali dikelirukan dengan Bajing. Tupai banyak memangsa serangga, sehingga dahulu dimasukkan ke dalam bangsa (ordo) Insectivora (pemakan serangga). Ciri khas Tupai adalah mempunyai moncong sangat panjang pada bagian muka yang terdapat mulut dan hidung, sedangkan tidak demikian dengan bajing yang pada bagian mulut dan hidungnya relatif agak rata. Bajing merupakan mamalia pengerat (ordo Rodentia) dari suku (famili) Sciuridae yang dalam bahasa Inggris disebut squirrel. Sedangkan Tupai berasal dari famili Tupaiidae dan Ptilocercidae yang dalam bahasa Inggris disebut treeshrew. Secara ilmiah (ilmu biologi), Bajing berbeda dengan Tupai, bahkan sangat jauh kekerabatannya. Dalam hal makanannya pun berbeda. Bajing merupakan binatang pengerat yang memakan buah-buahan sedangkan Tupai merupakan binatang pemakan serangga (Anonymous, 2011).

Taksonomi

Taksonomi dari tupai:

Kerajaan              : Animalia

Filum                    : Chordata

Kelas                   : Mammalia

Ordo                    : Scandentia

Famili                   : Tupaiidae (Anonymous, 2013)

Ciri Umum

Tupai adalah segolongan mamalia kecil yang mirip dan kerap dikelirukan dengan bajing. Secara ilmiah, tupai tidak sama dan jauh kekerabatannya dengan keluarga bajing. Tupai banyak memangsa serangga, dan dahulu dimasukkan ke dalam bangsa Insectivora (pemakan serangga) bersama-sama dengan cerurut. Sedangkan bajing dan bajing terbang termasuk bangsa Rodentia (hewan pengerat) bersama-sama dengan tikus. Bajing merupakan salah satu hama kelapa. Dalam bahasa Inggris, tupai disebut treeshrew, yang arti harfiahnya cerurut pohon (tree pohon, shrew cerurut) meski tidak semuanya arboreal (hidup di pohon).
Habitat  Tupai memiliki otak yang relatif besar. Rasio besar otak berbanding besar tubuh adalah yang terbesar pada makhluk hidup, bahkan mengalahkan manusia. Tupai memiliki panjang tubuh kira-kira 25 cm . Di belakangnya sering kali terjuntai ekor di atas punggungnya, lebar, tegak, berumbai dan hampir sama panjang dengan badannya. Berkat ekor panjangnya ini, tupai dapat melompat dari satu pohon ke pohon yang lain tanpa kehilangan keseimbangan.   Kumis tupai juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan. Jika kumisnya dipotong, tupai tak dapat menjaga keseimbangan. Disamping itu, mereka juga menggunakan kumisnya untuk mengenali benda-benda di sekitarnya di malam hari.Ketika mereka tidak bergerak, tubuh binatang kecil ini akan dengan cepat kehilangan panas dan mudah membeku. Oleh karena itu, Selama tidur tupai melilitkan ekornya yang berbulu tebal ke tubuh dengan kencang. Ekor tupai bagaikan sebuah mantel. Di hari-hari yang dingin, ekornya melindungi mereka dari kebekuan.   Kuku kecilnya yang tajam menjadikannya dapat memanjat pohon tanpa kesulitan. Ia dapat dengan mudah berlari sepanjang dahan, bergantungan dengan kepala di bawah dan bergerak dalam posisi seperti ini. Tupai kelabu sebagai contoh, dapat melompat dari ujung dahan ke dahan pohon yang lain sejauh 4 meter . Ketika melompat, ia meregangkan kaki depan dan belakangnya dan melayang. Sementara itu, ekornya yang dipipihkan memelihara keseimbangannya sekaligus menjadi kemudi yang mengarahkannya. Tupai bahkan dapat jatuh bebas dari dahan setinggi 9 meter di atas tanah dan mendarat dengan mulus di atas tanah dengan keempat kakinya.Selain itu, tupai juga memiliki gigi yang dapat aus atau tanggal dan gigi yang aus ini akan segera digantikan dengan pertumbuhan gigi baru. Tupai berkembang biak sekali atau dua kali setahun, dan melahirkan beberapa anak setelah tiga sampai enam minggu, tergantung pada spesies. Umumnya, tupai adalah makhluk sosial, sering tinggal di koloni dan berkembang dengan baik. Seperti kebanyakan binatang, tupai memiliki cara komunikasi antar sesamanya. Tupai merah, misalnya, ketika melihat musuh, mengibaskan ekornya dan mulai membuat kegaduhan.   Ciri umum tupai jantan yaitu sering melakukan masturbasi untuk melindungi diri dari penyakit menular seksual (PMS). Masturbasi memungkinkan tupai untuk membersihkan alat kelaminnya dan mengeluarkan sisa-sisa sperma dan kotoran yang ada (Nur, 2011).

Tupai hidup di hampir semua habitat dari tropis hutan hujan ke semi kering padang pasir , dan hanya menghindari daerah kutub tinggi dan gurun terkering. Tupai kebanyakan hidup di hutan-hutan Eropa dan Amerika Utara dan ada juga di Pulau Kalimantan (Borneo) yang kemungkinan merupakan pusat keragaman jenis-jenis tupai, mengingat sebelas (12 jika Palawan dimasukkan) dari 20 spesies tupai di dunia.   Dari segi lokasi para tupai ini memilih bersarang di tempat/pohon yang memang lebat yang fungsinya untuk melindungi diri dari hujan dan keselamatan dari bahaya.Tupai ini tergolong binatang pintar dilihat dari cara mereka membangun sangkarnya. Mereka membuat sangkar berbentuk lingkaran dan hanya ada satu jalan keluar. Didalam lingkaran itualah mereka beristirahat dan bereproduksi. Bahan-bahan sangkarnya pun tergolong bahan bahan halus seperti kapas dan daun pisang yang sudah matang (Nur, 2011).   Kebiasaan hidup tupai di hutan-hutan terbuka dan perkebunan. Tupai selalu aktif di siang hari, terutama di waktu pagi. Perilakunya serupa dan sukar dibedakan dari bajing kelapa. Apalagi kedua jenis hewan ini memiliki ukuran tubuh yang hampir sama dan relung ekologis yang bertumpang tindih. Akan tetapi tupai selalu mencari makanan di alam liar yang berupa buah-buahan dan kacang-kacangan. Sering pula mengunjungi pohon-pohon yang mati untuk mencari serangga dibalik kulit kayunya yang mengering.

Putaran Kehidupan

Tupai berkembang biak setahun sekali, biasanya dibulan Mei atau Juni. Masa kehamilannya sekitar 40 hari, dimana jumlah anak yang dilahirkan antara 2-6 ekor. Sejak kelahiran, anak-anak tupai ini akan dirawat dan dilindungi oleh induk betina mereka hingga mampu meninggalkan sarang, tetapi induk jantannya tidak berpatisipasi dalam mengasuh keturunan mereka. Anak tupai akan terlahir gundul, mata tertutup, dengan kulit berwarna merah transparan. Sekitar 4 minggu, mata anak tupai sudah mulai terbuka dan tubuhnya sudah ditumbuhi bulu. Setelah 7 minggu, tupai remaja sudah bisa melompat dan akan benar-benar mandiri setelah berusia 12 minggu (Iqbal, 2012).

Manfaat

Manfaat daging tupai dapat dijadikan sebagai obat untuk penderita diabetes mellitus. Selain itu, jika ditinjau dari segi ekologi, tupai bermanfaat secara tidak langsung membantu penyebaran biji suatu tumbuhan. Tupai biasanya  membawa makanan ke dalam kantong dan mengusungnya ke sarangnya. Di dalam sarang, terdapat lebih dari satu gudang penyimpan, yang kebanyakan telah mereka lupakan. Tentu ada juga hikmah dari hal ini, karena dalam beberapa lama biji buah kering di dalam tanah yang dilupakan oleh sang tupai itu akan tumbuh menjadi pepohonan baru (Nur, 2011).

Perilaku

Pada musim dingin, sulit bagi tupai untuk menemukan makanan, sehingga pada musim panas mereka mengumpulkan makanan untuk dimakan pada bulan-bulan panjang dan dingin berikutnya. Tupai termasuk di antara binatang-binatang yang menyimpan makanan untuk musim dingin. Tupai menyimpan makanannya dengan menimbunnya di beberapa tempat. Berkat ketajaman penciumannya, mereka dapat mengenali aroma biji-bijian yang tetimbun salju sedalam 30 sentimeter .Akan tetapi, tupai sangat hati-hati ketika mengumpulkan makanannya. Mereka tidak mengumpulkan buah, daging atau jenis makanan yang cepat membusuk, tetapi tupai hanya mengumpulkan buah-buahan kering dan dapat tahan lama seperti kenari, hazelnut, dan buah cemara. Tupai sering melakukan kamuflase, terutama ketika di batang pohon. Tupai juga memiliki kecepatan berpindah dari pohon satu ke pohon lainnya, sehingga predator akan terkecoh.Tupai termasuk hewan yang cukup pintar. Hewan ini juga memiliki perilaku-perilaku yang khusus untuk mempertahankan hidupnya. Perilaku itu antara lain:

  • Kaki; Tupai memiliki kemampuan untuk mengubah kaki mereka seratus delapan puluh derajat, yang memungkinkan untuk segera berlari menaiki pohon terdekat untuk melarikan diri.
  • Pipi; Pada tupai berkantung pipi, pipi digunakan untuk menyimpan sementara makanannya. Kantung-kantung pipi ini sebenarnya adalah lipatan-lipatan kulit yang menggelambir. Bagian dalam lipatan ini kosong tapi tidak basah, sehingga makanan dapat disimpan dalam kantung-kantung ini untuk waktu yang cukup lama tanpa rusak. Kantung-kantung ini melebar ke samping.Untuk mengisi kantung-kantung ini, tupai mengambil sebutir kenari di antara tangannya, dan memotong ujung-ujung kenari dengan giginya. Kemudian, ia meletakkan sebuah kenari di salah satu kantung, dan satu kenari lagi di ujung kantung lainnya. Kantung-kantung tersebut diisi dengan cara ini satu demi satu. Tupai dapat menempatkan empat kenari di setiap kantung. Karena itu, wajah tupai berubah terus sehingga kita menganggapnya lucu dan menarik.
  • Ekor; Tupai akan mengibaskan ekornya dari sisi ke sisi untuk mengalihkan perhatian predator. Ketika tertangkap oleh predator, ekor akan benar-benar putus, memungkinkan tupai kesempatan untuk melarikan diri. Jika tupai tanah California diserang oleh ular, mungkin melawan kembali menggunakan mekanisme unik yaitu memanaskan ekornya.
  • Suara; Sebuah tupai tanah California akan memanfaatkan suara dari predator utama, ular, sebagai mekanisme pertahanan. Dengan kata lain, mereka mampu membedakan suara berderak dari suara-suara lain lain. Bahkan, tupai dapat menilai tingkat bahaya ular yang mewakili dari suara tersebut. Kadang-kadang tupai akan terlibat dalam pasir, menendang untuk memancing ular ke gemeretak untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang ukuran dan bahaya predator.
  • Kumis; Kumis bagi seekor tupai digunakan sebagai pengatur keseimbangan tubuh serta untuk mengenali benda-benda ketika di malam hari.

Namun menurut pendapat terbaru berdasarkan kajian kekerabatan molekuler (molecular phylogeny), kini tupai digolongkan tersendiri ke dalam bangsa Scandentia; yang bersama-sama dengan kubung tando (bangsa Dermoptera) dan bangsa Primata di atas, menyusun kelompok hewan yang disebut Euarchonta. Scandentia terdiri dari dua suku yakni Tupaiidae dan Ptilocercidae. Pendapat lain (misalnya Corbet dan Hill, 1992) menyebutkan bahwa bangsa ini terdiri dari suku tunggal Tupaiidae, dengan dua anak suku: Tupaiinae dan Ptilocercinae. Ptilocercidae berisikan satu marga dan satu spesies saja, yakni tupai ekor-sikat Ptilocercus lowii. Sedangkan Tupaiidae memiliki 4 marga dan 19 spesies.


One response to “EKOLOGI TUPAI dan BAJING”

  1. yuniafrischilla says:

    oke teman-teman makasih sarannya semoga bermanfaat 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php