yuniafrischilla

Nepenthes cliepata (Kantong Semar) Endemik Kalimantan Barat

Posted: November 2nd 2016

Pulau Kalimantan (Borneo) menjadi pulau dengan jumlah spesies kantong semar terbanyak kedua setelah Sumatera. Di pulau ini terdapat 36 jenis kantong semar alam. Baik yang endemik (tersebar di seluruh wilayah Kalimantan maupun zona-zona tertentu) maupun non-endemik. Di Kalimantan setiap suku memiliki istilah sendiri untuk menyebut Nepenthes sp. Suku Dayak Katingan menyebutnya sebagai ketupat napu, suku Dayak Bakumpai dengan telep ujung, sedangkan suku Dayak Tunjung menyebutnya dengan selo bengongong yang artinya sarang serangga (Mansur, 2006). Sampai dengan saat ini tercatat terdapat 103 jenis kantong semar yang sudah dipublikasikan (Firstantinovi dan Karjono, 2006). Tumbuhan ini diklasifikasikan sebagai tumbuhan karnivora karena memangsa serangga. Kemampuannya itu disebabkan oleh adanya organ berbentuk kantong yang menjulur dari ujung daunnya. Organ itu disebut pitcher atau kantong. a. Penyebaran Kantong semar tumbuh dan tersebar mulai dari Australia bagian utara, Asia Tenggara, hingga Cina bagian Selatan. Indonesia sendiri memiliki Pulau Kalimantan dan Sumatera sebagai surga habitat tanaman ini. Dari … Read more


Posted: June 9th 2016

Tengkawang Khas Kalimantan Barat   Gambar 1. Pohon Tengkawang Kalimantan Barat akan memperkenalkan kamu dengan hutan tengkawang, salah satu tumbuhan endemik Kalbar. Mungkin teman-teman yang berasal dari Pontianak pernah mendengar tentang pohon Tengkawang. Yups, Tengkawang atau dalam bahasa latinnya (Shorea spp) adalah nama buah dari pohon genus Shorea yang menghasilkan minyak nabati. Berhubung termasuk dalam kategori tumbuhan endemik, maka pohon Tengkawang hanya terdapat di pulau Kalimantan, guys! pohon Tengkawang juga termasuk dalam golongan kayu kelas tiga. Umumnya sih digolongkan sebagai meranti merah. Nah, ciri khas pohon Tengkawang ini tinggi besar, mempunyai banyak cabang dan berdaun rimbun. Siklus hidupnya sendiri juga terbilang unik, dimana tumbuhan ini nggak setiap tahun berbuah. Biasanya dalam sekali berbuah, pohon Tengkawang harus memakan periode antara 3 hingga 7 tahun. Dan itu juga terjadi sekitar bulan Juni hingga Agustus, lama juga yak! Mungkin lantaran periode berbuahnya yang lama, membuat masyarakat sekitar ad jarang membudidayakan tumbuhan ini. Meski … Read more


IKAN HIAS ARWANA SUPER RED KALIMANTAN BARAT

Posted: April 3rd 2016

Kalimantan Barat memiliki aset sumber daya alam yang sangat luar biasa. Salah satunya adalah ikan Arwana. Arwana Merah Super atau Super Red Arwana (scleropages legendrei) ter masuk satwa endemik Kalimantan Barat yang secara alami memiliki daerah sebaran terbatas di hulu sungai Kapuas dan Danau Sentarum. Namun sangat disayangkan jika pengelolaan ikan endemik Kalimantan Barat ini tidak dilakukan secara baik. Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Danau Sentarum yang sudah tercatat masuk dalam taman nasional bisa menjadi aset yang membanggakan, karena tidak di miliki provinsi mana pun. Gubenur Kalimantan Barat bisa ajukan proyek skala nasional untuk Pembenahan Danau Sentarum. Selain itu juga pengakuan dari lembaga dunia UNESCO, itu juga bisa memberikan kekuatan tersen diri bagi Danau Sentarum, agar tetap lestari dan terjaga. Ikan arwana merupakan ikan yang banyak dicari oleh sebagian orang, tentunya ikan ini bisa dijadikan ikan hias, karena warnanya yang indah dan beragam, selain itu banyak … Read more


Save Enggang

Posted: December 6th 2015

Enggang atau Rangkong (bahasa Inggris: Hornbill) adalah sejenis burung yang mempunyai paruh berbentuk tanduk sapi tetapi tanpa lingkaran. Biasanya paruhnya itu berwarna terang. Nama ilmiahnya “Buceros” merujuk pada bentuk paruh, dan memiliki arti “tanduk sapi” dalam Bahasa Yunani. Enggang adalah burung khas asli Kalimantan, burung ini hidup bebas di belantara hutan Kalimantan.  Burung Enggang memiliki kemampuan terbang amat tinggi dan amat jauh, sanggup terbang antar pulau. Biasanya beristirahat dan bersarang di puncak-puncak pohon yang tinggi. Keberadaan burung Enggang amat erat kaitannya dengan masyarakat suku Dayak. Burung Enggang bisa dikatakan sebagai lambang kehidupan suku Dayak.  Perpindahan burung Enggang dari satu tempat ke tempat lainnya melambangkan perpindahan suku Dayak dari satu daerah ke daerah lainnya pada masa lampau. Hampir seluruh bagian tubuh burung Enggang ( bulu, kepala, paruh dll ) menjadi lambang lambang dan simbol kebesaran suku Dayak. Masyarakat Dayak sangat menjunjung tinggi keberadaan dan kehidupan Burung Enggang, oleh karena Burung Enggang dijadikan sebagai lambang kebesaran, … Read more


Burung Enggang Gading

Posted: September 9th 2015

Kerajaan          : Animalia Filum               : Chordata Kelas               :  Aves Ordo                : Coraciiformes Famili              : Bucerotidae Genus              : Buceros Spesies            : B. vigil Burung Enggang mempunyai kebiasaan hidup berpasang-pasangan dan cara bertelurnya merupakan suatu daya tarik tersendiri. Pada awal masa bertelur burung jantan membuat lubang yang terletak tinggi pada batang pohon untuk tempat bersarang dan bertelurnya burung betina. Selama mengerami telurnya, sang betina bersembunyi menutup lubang dengan dedaunan dan lumpur dengan lubang sebagai jendelanya. Kemudian burung jantan memberi makan burung betinanya melalui sebuah lubang kecil selama masa inkubasi, dan berlanjut sampai anak mereka tumbuh menjadi burung muda. Karena itulah burung enggang ini dijadikan sebagai contoh kehidupan bagi orang dayak untuk bermasyarakat agar selalu mencintai dan mengasihi pasangan hidupnya dan mengasuh anak mereka hingga menjadi seorang dayak yang mandiri dan dewasa. Burung enggang biasa bertengger di pohon yang tinggi, sebelum terbang Enggang memberikan tanda dengan mengeluarkan suara gak yang keras. Ketika sudah … Read more


EKOLOGI TUPAI dan BAJING

Posted: September 10th 2014

Tupai Tupai dan Bajing adalah dua jenis hewan yang berbeda walaupun dari kedua jenis binatang tersebut sama-sama pintar dan hebat, sehingga orang Indonesia sering menggunkan istilah dari kata bajing dan tupai. Bajing dan Tupai memiliki perbedaan, Tupai sepintas mirip dengan bajing, tetapi berbeda anatomi dan perilakunya.Tupai merupakan mamalia kecil dari bangsa Scandentia yang sering kali dikelirukan dengan Bajing. Tupai banyak memangsa serangga, sehingga dahulu dimasukkan ke dalam bangsa (ordo) Insectivora (pemakan serangga). Ciri khas Tupai adalah mempunyai moncong sangat panjang pada bagian muka yang terdapat mulut dan hidung, sedangkan tidak demikian dengan bajing yang pada bagian mulut dan hidungnya relatif agak rata. Bajing merupakan mamalia pengerat (ordo Rodentia) dari suku (famili) Sciuridae yang dalam bahasa Inggris disebut squirrel. Sedangkan Tupai berasal dari famili Tupaiidae dan Ptilocercidae yang dalam bahasa Inggris disebut treeshrew. Secara ilmiah (ilmu biologi), Bajing berbeda dengan Tupai, bahkan sangat jauh kekerabatannya. Dalam hal makanannya pun berbeda. Bajing merupakan … Read more


Hello world!

Posted: September 8th 2014

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php