Blog e Rozi

Manuk-manuk neng Kota ki Dijogo!!!! (Save Urban Birds!!)

Posted: December 5th 2015

2865833414_41bdd2038f_o-1260x708

Enak ga sih kalo pagi-pagi kita bangun tidur langsung mendengar suara kicauan burung? Atau seneng ga sih liat banyak burung beterbangan di langit perkotaan di sore hari? Atau malah suka lihat saat ada banyak burung migrasi?

Kehidupan di Daerah Perkotaan

daerah-istimewa-yogyakarta (1)

Kebanyakan dari kita saat ini tinggal di lingkungan perkotaan, baik itu di rumah pribadi, rumah orang tua, ataupun ngekos, baik itu untuk menempuh sekolah/kuliah maupun bekerja. Lingkungan di perkotaan bila dibandingkan dengan lingkungan alam atau pedesaan memang lebih buruk, karena tentu saja anda sudah tahu penyebabnya. Penyebab lingkungan kota dianggap tidak sebaik di desa adalah adanya polusi udara, suara, dan visual. Oleh karena itu, banyak orang perkotaan yang menghabiskan waktu jenuhnya untuk pergi ke pedesaan atau ke alam karena dapat melihat pemandangan indah atau bahkan binatang-binatang di alam. Namun saat ini kegiatan tersebut malah cenderung jadi merusak alam.

Hal-hal diatas memang dirasakan sebagian besar orang. Namun bagi orang yang sadar atau tahu tentang lingkungan disekitarnya (perkotaan), mereka akan sadar bahwa di perkotaan itu tidak hanya dihuni manusia, di perkotaan juga ada ekosistem, ada rantai makanan. Di perkotaan ada berbagai macam organisme yang hidup, mulai dari yang mikroskopis sampai makroskopis, mulai dari lumut-lumutan sampai mamalia besar yang berjalan dengan dua kaki dan memiliki kecerdasan tinggi. Saat ini, saya akan memfokuskan pada burung-burung yang ada di perkotaan.

Burung Perkotaan dan Sekitarnya

Burung merupakan suatu hewan liar yang dapat ditemukan hampir di seluruh daerah bervegetasi. Keberadaan burung di suatu wilayah sangatlah penting, karena dapat berperan sebagai penyebar beberapa spesies tumbuhan, pengontrol populasi beberapa spesies serangga, dan dapat juga membantu mengurangi limbah organik (Hadinoto dkk, 2012). Selain itu juga ada nilai estetika dan romantisme, ada yang menganggap keberadaan burung di kota merupakan warna tambahan di dalam kehidupannya di perkotaan yang hitam putih.

Beberapa spesies burung di perkotaan dan sekitarnya adalah sebagai berikut:

 

Manuk2

Manuk3

Beberapa spesies burung yang disebutkan diatas dapat berperan baik dalam menjaga lingkungan di perkotaan. Meskipun IUCN redlist menyatakan hampir semua burung diatas atau yang ada dikota ada dalam status Least Concern (LC), namun beberapa spesies diatas hanya ditemukan sedikit saja di perkotaan, seperti Cekakak jawa (Halcyon cyanoventris), Cinenen pisang (Orthotomus sutorius), Merbah cerukcuk (Pycnonotus goiavier), dan Serak jawa (Tyto alba) (Endah dan Partasasmita, 2015). Selain itu juga ada burung-burung lain yang sudah jarang ditemui di perkotaan. Padahal beberapa jenis burung tersebut sangat berguna bagi kehidupan di kota dan sekitarnya, contohnya adalah Serak jawa (Tyto alba) yang setelah diteliti dapat berperan besar dalam pengontrolan populasi tikus (Rattus rattus) yang dapat menjadi pengganggu. Oleh karena itu, diperlukan aksi nyata dari penduduk di perkotaan agar dapat menjaga bahkan meningkatkan jumlah burung-burung di perkotaan.

Aksi Nyata yang Dapat Kita Lakukan

Beberapa aksi yang dapat kita lakukan sendiri atau bersama dengan teman/keluarga adalah dengan mengubah lingkungan disekitar tempat tinggal kita, seperti rumah sendiri. Salah satu aksi nyata yang dapat berpengaruh besar dalam memperbaiki atau meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar rumah adalah dengan menyediakan ruang terbuka hijau (RTH). Selain itu kita juga dapat menciptakan rumah/gedung yang ramah terhadap burung (Bird-friendly Estate).

Penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lingkungan sekitar pada umumnya dapat menyediakan suplai oksigen dan tempat resapan air. Selain itu juga dapat menjadi tempat tersedianya beberapa sumber makanan bagi beberapa jenis burung atau bahkan menyediakan tempat bersarang. Namun jenis tumbuhan yang ada pada RTH sebaiknya merupakan tumbuhan lokal, karena dapat menyediakan makanan bagi jenis-jenis burung lokal.

Pembuatan Rumah/Gedung/Pemukiman yang Ramah terhadap Burung, (menurut Parsons (2008))

Pembagian lahan dan pemagaran : rumah-rumah yang baru saat ini seringkali membangun pagar-pagar padat yang tinggi, untuk alasan pembagian lahan dan penjagaan privasi.

  1. Pagar-pagar padat yang tinggi tersebut dapat menghalangi daya pandang dan/jalur terbang burung-burung kecil. Burung-burung kecil akan merasa tidak aman untuk terbang melewati pagar-pagar tersebut dan cenderung menghindarinya, sehingga burung akan meninggalkan daerah tersebut. Oleh karena itu perlu dilakukan :
  2. Penggantian pagar dengan teralis besi akan menyediakan sedikit visual, dan penyediaan sedikit vegetasi atau bentuk-bentuk alami di sekitar pagar akan meyakinkan burung untuk terbang melewati pagar dan dapat menyebar di daerah sekitar permukiman.

Penanaman Taman : bila lahan tidak cukup luas, maka tidak dapat ditumbuhi pepohonan.

  1. Tempat-tempat kecil di rumah seperti tumbuhan dalam pot namun dipilih jenis tumbuhan yang berasal dari tempat sekitar atau lokal, karena dapat menyuplai kebutuhan burung-burung lokal. Selain itu tumbuhan lokal dapat mudah tumbuh.
  2. Penyediaan beberapa kumpulan tumbuhan (semak) di sekitar rumah dapat mendorong burung-burung untuk bersinggah di pemukiman.

Penyediaan tempat makan : penyediaan tempat makan burung, yang berisi biji-bijian, remah roti, atau makanan burung lainnya dapat menarik burung-burung untuk datang dan bahkan menetap di pemukiman. Tempat makan harus :

  1. Tempat makan sebaiknya di tempat yang tidak dapat dijangkau predator, seperti kucing.
  2. Makanan sebaiknya berupa campuran nektar atau biji-bijian berkualitas (mahal broo).
  3. Pemberian makan juga sebaiknya tidak tiap hari, sehingga tidak menciptakan ketergantungan.
  4. Jenis burung yang datang juga dimonitor. Sehingga dapat diketahui bila burung yang mampir merupakan burung lokal atau dari introduksi.
  5. Selain itu juga disediakan tempat mandi burung, karena kebiasaan burung yang mandi setelah makan.

Pembangunan taman di pemukiman : bila tersedia cukup sumber daya manusia, lahan, dan biaya, maka di daerah tempat tinggal dapat dibangun/dibuat taman. Taman dapat terdiri dari :

  1. Taman tersebut dapat tersusun atas tumbuhan-tumbuhan lokal, karena dapat tumbuh lebih mudah dan memenuhi kebutuhan burung lokal.
  2. Tumbuhan dapat berupa rerumputan, semak, sampai pepohonan, sehingga dapat mendukung burung dari yang berukuran kecil sampai yang lebih besar.
  3. Selain itu, di taman juga dapat disediakan badan air buatan, namun bila sudah ada yang alami lebih baik. Penyediaan badan air di taman selain dapat menjadi suplai air juga dapat ditumbuhi/ditinggali beberapa organisme perairan yang dapat menarik beberapa jenis burung yang makanan pokoknya berasal dari perairan.

Kurangi atau bahkan larang perburuan atau pembasmian burung-burung yang ada di kota dan sekitarnya.

Harapan dari Aksi-Aksi Tersebut

Beberapa aksi diatas bila sudah terlaksana diharapkan dapat menarik beberapa jenis burung untuk datang/bersinggah dan bahkan ada yang migrasi ke perkotaan. Hal itu didasari oleh aksi diatas akan menyediakan sumber makanan bagi burung, seperti biji-bijian, serangga, bahkan beberapa burung dapat menarik burung pemangsanya, seperti elang. Oleh karena itu, aksi yang dapat dilakukan diatas diharapkan dapat meningkatkan jumlah dan keberagaman burung yang ada di perkotaan.

Referensi

Endah, P. G., dan Partasasmita, R. 2015. Keanekaan Jenis Burung di Taman Kota Bandung, Jawa Barat. Jurnal Biodiversitas Indonesia 1(6): 1289-1294.

Hadinoto., Mulyadi, A., dan Siregar, Y. I. 2012. Keanekaragaman Jenis Burung di Hutan Kota Pekanbaru. Jurnal Ilmu lingkungan 1(6): 25-42.

Parsons, H. 2008. Best Practice Guidelines for Enhancing Urban Bird Habitat. Birds in Backyard Program, Brisbane.


8 responses to “Manuk-manuk neng Kota ki Dijogo!!!! (Save Urban Birds!!)”

  1. Cindy Natalia says:

    Terima kasih rozi atas informasi yang diberikan. Aksi yang dilakukan mudah dilakukan oleh masyarakat umum. Saya sendiri merasa sangat jarang menemukan burung-burung yang berterbangan dan mendengar suara kicauan burung. Akan sangat menyenangkan sekali apabila sekarang ini kita dapat dengan mudah menemukan burung-burung yang berterbangan atau mendengar suara kicauan burung di pagi hari. Saya menyarankan untuk menyebarluaskan langkah-langkah seperti ini terhadap masyarakat umum atau mengajak kaum muda untuk mengajak masyarakat sekitarnya untuk mengikuti langkah ini.

  2. Natalia Rizki Prabaningtyas says:

    informasi yang menarik ozii ! ayoo ajak masyarakat untuk melakukan aksi ini, semoga masyarakat sadar dan semakin rindu dengan suasana alam dan asri di perkotaan 😀 perlu melakukan diskusi mendalam dengan pemerintah menurut saya, terkait dengan pembangunan taman kota mengingat di Jogja sendiri semakin sedikit lahan terbuka dan semakin banyaknya hotel mewah dan mall baru 🙁

  3. destri says:

    Ulasan yang menarik Rozi. Memang terasa indah dan tenang rasanya jika bangun pagi-pagi langsung tersdengar suara burung rasanya sejuk. Tetapi sekarang burung-burung tersebut tidak terbang bebas tapi banyak yang berasa dalam sarang. Rencana aksinya mudah untuk dilakukan, semoga kita semua sebagai mahasiswa dapat menyebarluaskan informasi ini kepada masyarakat sekitar sehingga tidak lagi banyak penangkapan burung dan perlu adanya kawasan khusus untuk lahan hijau sehingga burung-burung tersebut memiliki habitat alam yg semakin luas. Semangat untuk menjalankan rencana aksi-aksimu itu Rozi!

  4. Grace Nathania says:

    mantap sekali roz, ayo bersama melestarikan burung-burung di perkotaan. supaya 20 atau beberapa puluh tahun kedepan saya masih terbangun dipagi hari mendengarkan suara burung, bukan suara alarm smartphone hehehe.. sukses bro!

  5. Ranti says:

    wah.. sangat menarik untuk diaplikasikan pada masyarakat umum ya rozi. baiklah, saya juga akan mencoba cara ini sebagai bentuk cinta dengan burung. trims rozi. 🙂

  6. garvin says:

    nah roz,, semoga tulisan ini bisa menginspirasi orang orang terutama komunitas pencinta burung,, untuk membantu dalam konservasi manuk

  7. Natalia Cinthya Deby says:

    Keren rosss,, akhirnya ada yg bertemakan kota sendiri..
    Semoga harapan dan rencananya bisa terealisasii ya,, dan semoga gak cuma buat kota sendiri tapi bisa jadi refrensi baru untuk konservasi di kota-kota lain..

  8. Ganang Madyasta says:

    Mantab ulasannya 😀
    Memang, banyak “Gaya hidup perkotaan” yang bisa membunuh burung sehingga dapat mengurangi populasi, terlebih kesadaran orang akan nyawa masih rendah. Rencana aksi yang bagus, bisa dilakukan oleh kita sendiri dan masyarakat umum. Semoga masyarakat dapat menghargai arti sebuah nyawa 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php