Blog e Rozi

Punglor Merah, Maskot Sleman Yang Bersuara Hebat

Posted: September 10th 2015

Punglor merah

 

Burung ini banyak tersebar luas di asia, terutama di bagian yang basah/subur seperti india, china tenggara, dan asia tenggara. Pada wilayah di Indonesia punglor merah banyak ditemukan di pulau jawa dan bali.

Suaranya yang khas dan menarik dari burung ini menjadikan burung ini sering digunakan/diikutkan pada kompetisi kicau dengan burung endemic lainnya di budaya local di daerah Indonesia barat. Suara dan penampilan dari burung ini membuat burung ini lebih popular dibandingkan burung kerabatnya yang lain. Sehingga menyebabkan banyak peminat burung ini sehingga punglor merah di hutan-hutan jawa hampir tertangkap habis pada tahun 2003 dan 2004.

Selain perburuan di habitatnya, populasi punglor merah ini di gunung merapi juga turun drastis akibat erupsi gunung merapi. Sejak 2004, warga sekitar merapi mulai menangkar burung ini. Hasilnya, sampai 2012 jumlahnya naik sampai 7000 ekor, namun jumlah ini masih dibawah jumlah populasi punglor merah di merapi pada tahun 2004 yaitu 15.000 ekor

Taxa Punglor Merah

 

Deskripsi

Burung punglor merah memiliki panjang tubuh sekitar 20-23 cm dan berat 47-60 gram. Burung jantan dewasa memiliki warna tubuh orange/kemerahan pada kepala termasuk bagian tengkuk serta perut, tubuh atas abu-abu kebiruan dengan bercak putih di sayap atas.

Burung betina memiliki warna yang mirip namun warna bagian atas dan sayap lebih kecoklatan. Namun betina yang tua memiliki warna yang sama dengan jantan.

Suara

Suara dari punglor merah ini bervariasi, mulai dari suara lembut berbunyi chak atau tchak, sampai suara nyaring tirr-tirr-tirr, sampai suara tipis tsii atau dzef saat terbang. Selain itu, punglor merah juga dapat meniru beberapa suara burung lain. Burung ini biasanya berkicau saat bertengger di ranting pohon pada siang hari dan sore hari.

video : https://youtu.be/b7TRRSVotzU

 

Status : Least Concerned (tidak terancam)

Status Punglor

Spesies burung ini dikategorikan sebagai Least Concerned pada IUCN Red List pada 2010 dan laporan dari daerah sekitar (jawa dan bali) menunjukkan bahwa burung ini banyak berkembang biak di hutan, perkebunan kopi, dan hutan agro di jawa dan bali. Punglor merah merupakan burung Ground feeder yang memakan banyak jenis serangga, larva, cacing, dan buah-buahan.

Sifatnya yang mudah berkembang biak dan banyaknya variasi makanannya menyebabkan burung ini mudah bertahan dan berkembang di alam bebas serta beberapa disekitar kita. Burung ini dinyatakan aman dan banyak hidup bebas di alam liar, sehingga tidak terancam. Namun bukan berarti bahwa kita tidak perlu peduli tentang punglor merah yang ada di sekitar kita.

 

 

Referensi

Kristianto., dan Jepson, P. 2011. Harvesting Orang-Headed Thrush Zoothera citrine chicks in Bali, Indonesia : Magnitude, Practices, and Sustainability. Jurnal Fauna dan Flora Internasional 45(4): 492-499.

Clement, P., Hathway, dan  Ren, W. 2000. Thrushes (Helm Identification Guides). Christopher Helm Publishers Ltd.

Leven, M. R., dan Corlett, R. T. 2004. Invasive birds in Hong Kong, China. Ornithological Science 3 (1): 43–55.

http://www.iucnredlist.org/details/22708375/0

http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/03/krido-suprayitno-penyelamat-burung-anis-merah-dari-merapi


7 responses to “Punglor Merah, Maskot Sleman Yang Bersuara Hebat”

  1. Arch. Lysander J. Que says:

    aku sering lihat burung ini di waktu nemenin temen aku yg hobi ke pasar burung. baru tahu ternyata masuk daftar terancam. apakah sudah ada undang2 yg melindungi burung punglor ini ? apakah pernah diadakan sidak ke pasar2 burung setempat ?

    • yulianrozi says:

      ya saat ini sih termasuk tidak terancam, tapi dulu di tahun 2003-2004 hampir masuk kategori terancam. Setelah 2004 baru ada usaha pengamanan biakan burung ini yg ada di hutan dan sekitarnya

  2. dwiky130801380 says:

    burung ini walaupun tidak punah, tetapi lebih baik bila kita menjaganya, agar tidak terdaftar sebagai hewan yang punah.

  3. muriamumu says:

    hebat ya.. sebagai warga jogja khususnya kabupaten sleman mempunyai maskot yang bersuara emas seperti burung punglor.. sebagai mahasiswa ftb yang berlokasi di sleman alangkah baiknya mari kita sama sama melestarikan burung punglor yang pintar ini 🙂

  4. garvin says:

    wah informasi yang menarik.. save punglor merah!!

  5. elvinadea says:

    Walaupun hewan ini tidak terancam punah, tetapi sebaiknya kita tetap menjaga jumlah dari hewan ini agar tidak berkurang populasinya akibat ulah manusia , tetapi dapat berkembang biak dan melanjutkan keturunan dengan baik

  6. HLS says:

    Ditetapkan jadi identitas, tetapi populasinya tidak dilindungi. Gimana yah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php