carl yulent  carl

SRI (System of Rice Intensification) untuk Sang Padi

Posted: May 21st 2014

System of Rice Intensification  merupakan suatu inovasi dalam teknik budidaya padi. Di beberapa tempat, SRI dilaporkan telah berhasil meningkatkan produktivitas padi hingga dua kali lipat. Bisa kita perkirakan bila sistem ini bis diterapkan dengan baik, mungkin dapat memperkecil impor.

Sebelum dibahas lebih lanjut, mari kita bahas awal mula digunakannya metode SRI ini. SRI pertama kali dikembangkan di Madagaskar oleh Fr. Henri de Laulanie, SJ, seorang Pastor Jesuit asal Prancis. Beliau mempublikasikan metode temuannya pada tahun 1983. Oleh penemunya, metodologi ini disebut Ie Systme de Riziculture Intensive (bahasa Perancis). Dalam bahasa Inggris populer dengan nama System of Rice Intensification disingkat SRI. Pada tahun 1994 sebuah lembaga swadaya masyarakat bernama Tefy Saina dan Cornel International Institute for Food and Agriculture Development (CIIFAD) mulai bekerjasama dalam pengembangan SRI. Dengan bantuan CIIFAD, metode SRI menyebar ke negara lain. Nanjing Agricultural Universitydi Cina dan Agency for Agriculture Research and Development (AARD ) melakukan percobaan pertama di luar Madagaskar pada tahun 1999.

Sistem ini sejalan dengan upaya para aktivis pertanian organik untuk mengolah tanah secara berkelanjutan. Hasilnya, ditemukan hubungan konservasi air pada sistem budidaya padi SRI dengan upaya konservasi tanah yang dianut pada budidaya padi organik. Metode ini telah banyak digunakan oleh petani organik. Melalui sistem ini kesuburan tanah dikembalikan sehingga daur-daur ekologis dapat kembali berlangsung dengan baik dengan memanfaatkan mikroorganisme tanah sebagai penyedia produk metabolit untuk nutrisi tanaman.

Apa ya keuntungan dari sistem SRI ini ?

  • Aspek lingkungan: dengan menghilangkan penggunaan pupuk dan obat-obatan kimia dan manajemen penggunaan air yang terukur secara tidak langsung telah membantu mengkonservasi lingkungan.
  • Aspek kesehatan: bagi konsumen produk yang dihasilkan akan lebih sehat karena tidak terkandung residu zat kimia berbahaya yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit dalam tubuh manusia.
  • Produktivitas tinggi: bagi produsen atau petani, penerapan metode ini bisa meningkatkan hasil panen yang pada giliranya menghasilkan keuntungan maksimal.
  • Kualitas yang tinggi: produk  yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik dibanding dengan produk konvensional, sehingga harganya pun tentunya akan lebih baik.

Teknologi_SRI

Gambar 1. Petani di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menerapkan teknologi “System of Rice Intensification” atau SRI untuk mendongkrak produksi pangan daerah

Nah, sekarang bisa kita lihat di Negara tercinta ini apakah sudah diterapkan dengan baik sistem ini. Bukankah padi yang akan menjadi nasi merupakan makanan pokok kita? Apa yang harus kita lakukan untuk mendukung sistem ini?

Think smart guys… 🙂


3 responses to “SRI (System of Rice Intensification) untuk Sang Padi”

  1. deansadewo24 says:

    baik sekali informasi yang diberikan, mungkin sebaiknya indonesia juga memakai sistem ini agar produksi padi dan beras akan lebih optimal dan dapat memenuhi kebutuhan indonesia..
    terimakasih infonya..

  2. myovita says:

    ini infonya keren bgt, semoga metode yang sdh diterapkan di Lebak trus berkembang dan dapat berkemang di seluruh penjuru negeri ini 🙂

  3. endang sigiro says:

    ih ijo ijo gitu
    kirain rumput wkwk
    keren nih infonya. mudah dan sederhana penerapannya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php