carl yulent  carl

Cantik Exoticnya Raja Buah di Borneo

Posted: May 20th 2014

Carolina Yulent Carlen (110801189)

Saut Rotona Barcio (110801125)

Siapa yang tidak kenal keeksotisan pulau Borneo. Menyuguhkan keindahan hutan dan sungainya. Hutan tropis yang menyediakan berjuta flora fauna di dalamnya, semakin menambah keeksotisan pulau ini.

Borneo bisa dibilang surganya buah, teutama buah durian. Mungkin hampir sama dengan daerah Sumatra, yang memiliki kemiripan flora dan faunanya. Kembali lagi, durian yang kita ketahui durian dengan bau menyengat, daging putih susu dan empuk, manis rasanya.

Nah, jangan salah loh durian bukan cuma 1 jenis, tapi di Borneo terdapat banyak jenis durian lainnya. salah satunya adalah buah kusik atau buah lahung. Bentuk buah ini mirip durian pada umumnya, tetapi durinya lebih jarang dan panjang berwarna merah, buahnya pun lebih bulat, tekstur daging buah lumak berwarna orange, soal rasa tidak kalah enak dengan durian biasa, dan baunya hampir sama seperti durian.

Kerajaan: Plantae
(tidak termasuk) Eudicots
(tidak termasuk) Rosids
Ordo: Malvales
Famili: Malvaceae
Genus: Durio
Spesies: D. dulcis
 Nama binomial
            Durio dulcis

Buah ini belum dibudidayakan dan masih tumbuh liar di hutan berdampingan dengan durian lainnya. Masa panen buah ini menjadi penutup musim buah di Kalimantan, khususnya Ketapang. Buah ini jarang ditemukan, karena kurang populer dibanding dengan jenis durian lainnya. Isi daging buah yang sedikit juga menjadikan buah ini kurang diminati.

Cara membuka buah ini berbeda tidak seperti mengupas buah durian, namun harus menggunakan parang tajam caranya harus dipenggal. Buah ini kini sudah mulai langka, pohon buah ini yang tersisa hanya beberapa saja lagi, dan usianya ratusan tahun ban menjulang tinggi keudara dengan batang yang besar diameter bisa mencapai 2 meter.
Akibat batang yang besar ini maka banyak pohon lahung ditebang lalu dibuat kayu gergajian oleh penduduk setempat, kemudian kayu tersebut dijual keperusahaan kayu lapis dan industri lainnya akhirnya jumlahnya yang sudah sedikit maka kini terus menyusut dan mendekati kepunahan. Buah Kusik atau Lahung satu dari beberapa jenis buah durian khas rimba raya Kalimantan yang kini mendekati kepunahan, yang lainnya adalah teratongan, pekawai, dll.

Namun, buah ini sangat unik dan jarang ditemukan di daerah lain, dan merupakan buah endemik Kalimantan. Buah ini memiliki potensi sebagai buah lokal yang sangat menjanjikan karena keeksotisannya. Dari segi biologis, keberadaan buah ini harus tetap dijaga, selain memperkaya spesies dari durian juga menjaga kestabilan ekosistem di alam.

 

Peran pemerintah sangat penting dalam pengembangan dan pembudidayaan buah ini. Pengetahuan masyarakat lokal yang kurang dalam pembudidayaan buah kusik atau lahung ini, sehingga peran pemerintah di bidang pertanian sangat membantu dalam pengembangan buah lokal ini.


8 responses to “Cantik Exoticnya Raja Buah di Borneo”

  1. endang sigiro says:

    buah sangar! ngebelahnya juga pasti sangar!! gue banget niii
    btw kisaran harga berapa ni? mahal kah? mau :'(

  2. debbyrakhmawati says:

    sudah pernah tau ttg buah ini tapi ga poernah makan makin ngilerrrrr deh baca blognya alen dan saut huhu 🙁 selain enak terus juga exotic wawww

  3. myovita says:

    layung oh layung, suka bngt sama buah ini tapi saynagnya sdh 2 tahun ini sdh gak ada yg jual. smnjk pertambangan batu baru dan pembukaan lahan kelapa sawit meraja rela 🙁

  4. veronica says:

    ini gg da di Jogja ya? sayangg bangettt mau nyoba, kok yg kayak durian gitu banyak ya disana??

  5. liviasisilia says:

    PENASARAN sm rasanyaaa…
    Hrs dibudidayakan biar semua org bisa mengetahui & merasakan buah ini…

    boleh loh,, kalo slsai liburan anak2 Teknobio Lingk dibawain oleh2 buah ini.. hehehe 😀

  6. tyaswulan says:

    wah-wah…masyarakat yang ada di kalimantan jg harus segera melakukan budidaya tuh, jangan sampe aku seumur2 kagak bisa nyobain yg namanya durian merah. Makasih infonya 🙂

  7. AdeIrma says:

    Wadaw aku aja yang tinggal di daerah Borneo gak pernah liat asli buahnya, mungkin nanti pas pulang bisa dicoba kayaknya hahaha

  8. yulent says:

    iya teman2… buah ini memang sudah jarang ditemukan… dan masih hidup liar,, belum banyak diperhatikan juga.. karena masa panennya di akhir musim buah, jadi kebanyakan penduduk hanya untuk konsumsi pribadi.. sangat jarang di jual… kesulitannya juga terdapat pada cara budidaya, karena buah ini dikupas dengan cara dibelah, maka bijinya ikut rusak.. itu salah satu kendalanya.. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php