carl yulent  carl

Mikrosatelit itu apa ya ??

Posted: September 8th 2014

Kita pasti sudah tau dan merasakan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan. Penemuan-penemuan baru bermunculan tak henti, salah satunya penemuan mengenai Teknologi Molekuler berbasis pada DNA. Teknologi ini dapat membantu pemuliaan dan membantu menganalisis genom makhluk hidup. Salah satu perkembangan dari Teknologi Molekuler ini adalah Mikrosatelit. apa yang dimaksud Mikrosatelit???   Mikrosatelit adalah sekuen sederhana yang berulang-ulang yang melimpah dalam genom suatu spesies. Mikrosatelit memiliki pengulangan sekuen yang berurutan 2 sampai 4 motif sekuen nukleotida sebagai sekuen konservatif. Marka ini sangat berguna sebagai marka genetik karena bersifat kodominan, sehingga dapat mendeteksi keragaman alel pada level yang tinggi, mudah dan ekonomis dalam pengaplikasiannya karena menggunakan proses PCR. Gambar 1.Ilustrasi letak mikrosatelit (sumber : google) Mikrosatelit memiliki tingkat polimorfisme yang tinggi stabil secara somatik dan diwariskan secara Mendelian oleh karena potensi mikrosatelit dalam melakukan kesalahan replikasi yang mengakibatkan bertambahnya pengulangan basa nukleotida. Penambahan pengulangan ini terjadi sebanyak 103  per lokus per gamet (satu pada setiap 1000 gamet). … Read more


Padi.. Padi.. dan Padi..

Posted: May 21st 2014

Siapa yang tidak kenal padi, pasti tau dong.. kan dimakan setiap hari 3x sehari. hehehe… Nah, di artikel ini kita sedikit gosipin si padi ya, seputar konsumsi nasi yang berasal dari padi, seputar impor beras oleh pemerintah kita, pengelolaannya, dan tak ketinggalan faktor pendukungnya… Padi (Oryza sativa) merupakan kebutuhan pangan pokok di Indonesia. Indonesia merupakan negara agraris, namun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin bertambah setiap tahunnya pemerintah mengimport beberapa bahan pangan dari luar Indonesia. Langkah ini bertolak belakang dengan sebutan negara Indonesia sebagai negara agraris. Konsumsi beras Indonesia lebih besar dua kali lipat konsumsi beras dunia pada angka 60 kg per tahun. Konsumsi beras per kapita masyarakat Indonesia tersebut dapat diterima karena beras merupakan makanan pokok warga negara Indonesia (Husodo, 2001). Konsumsi beras di Indonesia yang tinggi ternyata tidak diimbangi dengan produsi beras yang bagus. Sehingga pemerintah melakukan langkah impor beras karena dianggap lebih mudah dan cepat daripada menunggu … Read more


Peran Pemerintah dalam Swasembada Beras

Posted: May 21st 2014

Mungkin kalau ngomongin hal yang menyangkut pemerintah kesannya agak formal ya. Ya, tidak jauh beda sih. Dalam artikel ini memuat bagaimana langkah dan dasar pemerintah menjaga ketahanan pangan di Indonesia khususnya swasembada beras. Yang kita tau beras yang bila dimasak menjadi nasi merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia. Mungkin hampir 100 % seluruh rakyat mengkonsumsi nasi. Nah, pasti sudah tau beras kita berasal dari mana aja, salah satunya dari Filipina, Vietnam, dll. Pernah berpikir tidak kalau nasi diganti dengan makanan pokok lainnya? Seperti jagung, sagu, kentang, atau ubi? Untuk di beberapa daerah di Indonesia mungkin bisa, tapi yakin deh pasti balik lagi ke nasi.. yaaaa kaann?? nah, berikut sedikit ulasannya…… cekidoottt… 🙂 Bagaimana kondisi swasembada beras di Indonesia? Terkait dengan swasembada beras capaian produksi komoditas pertanian selama tahun 2005-2009 telah menunjukan prestasi sangat baik, antara lain: peningkatan produksi padi dari 57,16 juta ton tahun 2007 menjadi 60,33 juta ton pada tahun 2008, atau meningkat … Read more


SRI (System of Rice Intensification) untuk Sang Padi

Posted: May 21st 2014

System of Rice Intensification  merupakan suatu inovasi dalam teknik budidaya padi. Di beberapa tempat, SRI dilaporkan telah berhasil meningkatkan produktivitas padi hingga dua kali lipat. Bisa kita perkirakan bila sistem ini bis diterapkan dengan baik, mungkin dapat memperkecil impor. Sebelum dibahas lebih lanjut, mari kita bahas awal mula digunakannya metode SRI ini. SRI pertama kali dikembangkan di Madagaskar oleh Fr. Henri de Laulanie, SJ, seorang Pastor Jesuit asal Prancis. Beliau mempublikasikan metode temuannya pada tahun 1983. Oleh penemunya, metodologi ini disebut Ie Systme de Riziculture Intensive (bahasa Perancis). Dalam bahasa Inggris populer dengan nama System of Rice Intensification disingkat SRI. Pada tahun 1994 sebuah lembaga swadaya masyarakat bernama Tefy Saina dan Cornel International Institute for Food and Agriculture Development (CIIFAD) mulai bekerjasama dalam pengembangan SRI. Dengan bantuan CIIFAD, metode SRI menyebar ke negara lain. Nanjing Agricultural Universitydi Cina dan Agency for Agriculture Research and Development (AARD ) melakukan percobaan pertama di luar Madagaskar pada tahun 1999. Sistem ini sejalan dengan upaya para aktivis pertanian organik untuk … Read more


Cantik Exoticnya Raja Buah di Borneo

Posted: May 20th 2014

Carolina Yulent Carlen (110801189) Saut Rotona Barcio (110801125) Siapa yang tidak kenal keeksotisan pulau Borneo. Menyuguhkan keindahan hutan dan sungainya. Hutan tropis yang menyediakan berjuta flora fauna di dalamnya, semakin menambah keeksotisan pulau ini. Borneo bisa dibilang surganya buah, teutama buah durian. Mungkin hampir sama dengan daerah Sumatra, yang memiliki kemiripan flora dan faunanya. Kembali lagi, durian yang kita ketahui durian dengan bau menyengat, daging putih susu dan empuk, manis rasanya. Nah, jangan salah loh durian bukan cuma 1 jenis, tapi di Borneo terdapat banyak jenis durian lainnya. salah satunya adalah buah kusik atau buah lahung. Bentuk buah ini mirip durian pada umumnya, tetapi durinya lebih jarang dan panjang berwarna merah, buahnya pun lebih bulat, tekstur daging buah lumak berwarna orange, soal rasa tidak kalah enak dengan durian biasa, dan baunya hampir sama seperti durian. Kerajaan: Plantae (tidak termasuk) Eudicots (tidak termasuk) Rosids Ordo: Malvales Famili: Malvaceae Genus: Durio Spesies: … Read more


Rabies atau penyakit anjing gila (kuluk buduh) ??

Posted: May 13th 2014

Rabies atau penyakit anjing gila (kuluk buduh) telah mengganas yang penyebarannya cenderung meluas di berbagai daerah di Indonesia. Sampai saat ini tersebar di 24 provinsi, hanya 9 provinsi yang masih dinyatakan bebas, yakni Bangka Belitung (Babel), Kalimantan Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI  Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Papua dan Papua Barat. Dilihat dari tingkat penyebaran tersebut tampaknya rabies sulit untuk dibebaskan dalam waktu singkat. Bali dianggap paling rawan terjangkit rabies karena tingginya kasus gigitan anjing dan jumlah korban meninggal akibar rabies. Yakin rabies bisa ditanggulangi secara cepat pemerintah Provinsi Bali kemudian menargetkan Bali bebas rabies  di tahun 2012, ternyata target tersebut meleset, tetapi ada semangat untuk terus berupaya  Bali   ditarget bebas rabies tahun 2015. Tidak diketahui dengan pasti dasar pertimbangan Bali bisa  bebas  rabies di tahun 2015 (Santhia, 2013). Upaya pemerintah melakukan pemberantasan rabies di Bali terlihat   sungguh-sungguh dan konsisten. Dalam hal ini Pemerintah Provinsi Bali dan kabupaten/kota … Read more


Hello world!

Posted: September 12th 2013

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php