Biologi Konservasi Indonesia

Dampak Penanaman Kelapa Sawit Bagi Ekosistem Hutan Kalimantan

Posted: December 9th 2019
Kebun Kelapa Sawit di Pulau Kalimantan

Kelapa Sawit merupakan tanaman yang digunakan oleh masyarakat indonesia untuk dijadikan minyak kelapa sawit. Khususnya pulau Kalimantan yang dijadikan sebagai tempat penanaman kelapa sawit terbesar di Indonesia. Penanaman kelapa sawit dicap sebagai pembuat rusak ekosistem di hutan Kalimantan, oleh karena itu saya sebagai penulis akan menjelaskan kepada pembaca.

Kenapa Kelapa Sawit merusak ekosistem hutan kalimantan? karena untuk menanam kelapa sawit dilakukan pembakaran lahan untuk dijadikan media tanam. Pembakaran tersebut merusak ekosistem hutan yang mengakibatkan spesies endemik kalimantan dapat terancam punah, polusi udara, kebakaran besar akibat tanah kalimantan yang merupakan berjenis gambut. Hal ini banyak sekali hewan dan tumbuhan mati akibat polusi dan kebakaran, sampai-sampai asap kebakaran mengganggu negara tetangga. Padahal Hutan Kalimantan merupakan paru-paru dunia namun sekarang sebagai sumber asap di kawasan asia tenggara.

Akibat deforetasi pembakaran bisa dipastikan Indonesia mendapat ancaman hilangnya keanekaragaman hayati dari ekosistem hutan hujan tropis. Juga menyebabkan hilangnya budaya masyarakat di sekitar hutan. Disamping itu praktek konversi hutan alam untuk pengembangan areal perkebunan kelapa sawit telah menyebabkan jutaan hektar areal hutan konversi berubah menjadi lahan terlantar berupa semak belukar dan/atau lahan kritis baru, sedangkan realisasi pembangunan perkebunan kelapa sawit tidak sesuai dengan yang direncanakan.

Selain itu tingkat keberagaman spesies di hutan Kalimantan berkurang karena kebakaran hutan yang seharusnya ditanam dengan tumbuhan asal kalimantan malah menjadi kebuh kelapa sawit. Kelapa sawit sendiri memberikan dapak negatif pada lingkungan sekitar seperti daerah hutan dapat kekeringan karena kelapa sawit sendiri dapat menyerap unsur hara dan air sebanyak 12 liter per pohonnya.

Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) yang merupakan spesies endemik Kalimantan juga terkena dampaknya dari penanaman kelapa sawit. Populasi berdasarkan IUCN terus berkurang hal ini disebabkan orangutan sering sekali dibunuh karena dicap sebagai hama kelapa sawit oleh warga sekitar. Orangutan diburu karena mereka merusak tanaman kelapa sawit.

Pembantaian orangutan dapat dikategorikan sebagai tindakan pelanggaran hukum. Pelaku tindakan ini┬ámelanggar UU No. 7 Tahun 1999 tentang “Pengawetan Jenis Tanaman dan Satwa,” dan UU No. 5 Tahun 1990 tentang “Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya” dengan sanksi hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp lOO juta.

Oleh karena itu, action plan yang saya berikan untuk kasus ini adalah memberi edukasi untuk warga sekitar yang bertempat tinggal di dekat habitat orangutan dan di dekat hutan Kalimantan untuk menjaga keberlangsungan makhluk yang tinggal disana, karena warga sekitar yang memberi dampak besar pada daerah tersebut. selain itu pembuatan undang-undang tentang perusakan ekosistem diperbanyak supaya kerusakan berkurang serta melakukan penghijauan kembali hutan yang terbakar akibat penanaman kelapa sawit.


3 responses to “Dampak Penanaman Kelapa Sawit Bagi Ekosistem Hutan Kalimantan”

  1. dkrisna says:

    Artikel yang cukup menarik terutama keterkaiatan antara kelapa sawit dengan ekosistem di sekitarnya. Semoga action plan yang dilakukan bisa berjalan lancar, dan mampu membuahkan hasil.

  2. libertusanggit says:

    Bahasan yang patut untuk di tindak lanjuti.. sangat baik dan bagus rencana yang ingin dilakukan untuk perbaikan ekosistem.. tambahkan kegiatan pembinaan yang lebih terkait untuk memantau perkembangan dari hasil edukasi yang diberikan kepada masyarakat.. semoga apa yang akan dilaksanakan untuk perubahan ekosistem yang baik dapat terwujud.. dan tetap memberi wawasan dan pengetahuan kepada masyarakat banyak

  3. Robin Ronaldi says:

    Saya sangat prihatin skali atas aksi penanaman kelapa sawit yg didasarkan hanya atas keinginan manusia untuk meraup rupiah tanpa memperdulikan keberlangsungan satwa orang utan dan ekosistemnya. Secara keseluruhan, isi blog sudah sangat baik, namun penulis bisa menambahkan action plan lain yg lebih konkrit semisal sederhananya memberi saran dan kritik langsung kepada pemerintah setempat langsung melalui penyampaian lewat website jika ada. Untuk selebihnya, saya harap action plan yang mulia ini dapat diimplementasikan dan berjalan dengan baik. Terima kasih #SalamLestari!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php