Felisia Yosie Krisan

Penyu Hijau (Chelonia mydas) Hewan Polyandry ???

Posted: August 21st 2017

PENDAHULUAN

Penyu hijau (Chelonia mydas), merupakan reptil yang termasuk dalam kelompok hewan polyandry. Ketika bertelur banyak jantan yang menjadi ayah bagi tukik tukik yang akan menetas.

Dari tujuh jenis Penyu di dunia, Indonesia memiliki enam spesies, seperti penyu hijau, penyu sisik, penyu belimbing dan lain sebagainya. Penyu ini sebagaian hidup di daerah tropis dan subtropis, dan akan bertelur di pasir dengan kemiringan tertentu. Pantai-pantai yang dijadikan tempat bertelur bagi penyu masih banyak ditemukan di Indonesia.

Penyu Hijau bisa bertelur sepanjang tahun. Pentu betina akan mencapai kematangan telur dan bertelru pada usia 20-5 tahun. Tempat pemijahan penyu akan dekat dengan sumber makanan, tetapi berjauhan dengan tempat bersarang untuk menetaskan telur. Penyu sering menempuh perjalan 3000 km, hingga sampai ke tempat pemijahan sehingga ada kemungkinan satu betina akan berpasangan dengan lebih dari satu jantan.

 

APLIKASI PENELITIAN PENYU DENGAN MOLEKULER

Dari Referensi Jurnal yang saya baca dengan judul “Microsatellite DNA Analysis on the Polyandry of Green Sea Turtle Chelonia mydas” dari Journal of Biosciences Vol 4 No 2. Untuk meneliti tentang polyandri pada penyu hijau dapat dilakukan secara molekuler pula. Di bandingkan dengan metode lain untuk menjelaskan fenomena poliandri yang memiliki tingkat akurasi yang tinggi adalah dengan metode polimorfimse DNA.

Lokus digunakan untuk mengidentifikasi jumlah dan frekuensi genotipe untuk tiap lokus, alel angka, dan frekuensi lokus yang ada di tiap sarang. Ia meneliti ini bertujuan untuk melihat kompensasi dari jantan dalam populasi konservasi penyu Taman Pesisir Pengumbahan, Jawa Barat.

Gambar 1. Lokasi pengambilan sampel (Purnama dkk., 2013).

Hasilnya menujukan bahwa dari 10 sarang ditemukan ada

a. 37 genotipe dengan 11 alel untuk lokus D108

b. 21 genotipe dengan 9 alel untuk lokus B103

c. 27 genotipe dengan 9 alel untuk lokus C102

Pengecekan poliandri ini menggunakan mikrosatelit DNA atau potongan segmen DNA yang akan digunakan untuk menganalisis pola berkembang biak dari organsime. alel di setiap lokus dari mikrosatelit kebanyakan polimorfik dan kodominan, dan polnya mengikuti hukum Mendel, maka dengan analisis alel DNA mikrosatelit dapat digunakan untuk mengetahui pola reproduksi dari Penyu hijau.

 

PENGECEKAN POLIANDRI

Variasi dari mikrosatelit alel di tiap sarang menujukan bahsa ada kombinasi genotipe dari orangtua tukik. Kombinasi alel mikrosatelit atau genotipe pada tetasan Penyu Hijau bisa digunakan untuk determinasi origin. Dari hasil yang dilihat ditemukan bahwa Jantan A ada di 2 sarang yang berbeda, dan kombinasi dari 3 alel jantan di temukan di 4 sarang yang berbeda.

Marker mikrosatelit ini bisa digunakan untuk studi populasi, dan menjukan bahwa Betina penyu merupakan polyandry.

 

Referensi

Purnama, D., Zamani, N. P., dan Farajallah, A. 2013. Microsatellite DNA Analysis on the Polyandry of Green Sea Turtle Chelonia mydas. Journal of Biosciences 20:4 (182-186).

http://www.wwf.or.id/cara_anda_membantu/bertindak_sekarang_juga/sahabat_penyu/

 


3 responses to “Penyu Hijau (Chelonia mydas) Hewan Polyandry ???”

  1. gine says:

    Sangat menarik bacaannya, Sangat membantu jika diberi tambahan foto penyu hijaunya. Terimakasih

  2. Valentina Elsa says:

    artikel yang menarik. semoga informasi ini memberikan ide kepada teman-teman fakultas teknobiologi untuk melakukan penelitian menggunakan mikrosatelit 🙂

  3. jaya says:

    Informasi baru untuk saya bahkan dengan ekologi molekuler kita bisa mengetahui perilaku Penyu tanpa harus melakukan observasi langsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php