Felisia Yosie Krisan

Penyu “kuadrat” Luhan (Penyuluhan Penyu)

Posted: November 29th 2016

Penyuluhan Penyu di Pantai Trisik

Penyu merupakan salah satu hewan reptile yang hidup dilaut, dan akan bermigrasi dengan jarak yang jauh sepanjang kawasan Samudra Hindia menuju Samudra Pasifik. Biasanya penyu akan singgah dibanyak pantai di Indonesia untuk bertelur atau mencari makan, karena Indonesia merupakan kawasan Negara yang strategis diapit oleh 2 Samurda sekaligus yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, maka pantai-pantai di Indonesia sering dijadikan tempat untuk bersarang untuk penyu bertelur.

                Pantai di Yogyakarta merupkan salah satu tempat yang pernah dan cukup sering dikunjungi oleh penyu untuk singgah bertelur maupun hanya mencari makan. Beberapa pantai ada di Bantul, Kulon Progo dan juga Gunung Kidul. Fokus yang akan saya bahas di sini adalah Pantai di Kulonprogo. Pantai Trisik adalah salah satu pantai di Kabupaten Kulonprogo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menjadi tempat bertelur penyu, pantai ini juga sudah dijadikan tempat untuk pelepasan tukik-tukik. Banyak ditemukan jenis penyu disana, seperti penyu hijau, dan juga penyu lekang.

pantai-trisik

(Letak Pantai Pantai Trisik  di Kabupaten Kulonprogo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY))

sunset-di-pantai-trisik

(Pantai Trisik)

Lalu apa permasalahanya????

Pengelolaan penyu di pantai Trisik ini masih kurang sekali, ada kelompok Konservasi Penyu Abadi yang sudah memulainya, tetapi jalan untuk menyelamatkan si hewan reptile ini kurang mulus. Kebiasaan yang terjadi dipantai ini adalah ketika ada warga yang menemukan penyu bertelur, telur – telur dari penyu tersebut dibawa pulang kerumah, dan dikelola sendiri, bila pengelolaan benar tidak masalah, namun tidak semua warga mengetahui pengelolaan

Contoh kasus seperti penyu hijau yang ditemukan oleh Zarmuji (44) ketika sedang menengok jala yang sejak sore ia pasang di pinggir laut.“Ketika saya temukan, jenis Penyu hijau itu sedang bertelor. Saya tunggu sampai semua telor keluar, lalu Penyu itu saya masukkan ke kolam di dekat rumah saya,” katanya.

20fpenyu1-diy-yud

(Penyu Hijau yang ditemukan di Pantai Trisik)

Lalu ada pula kasus ada nelayan yang menangkap penyu Lekang, kabar ini didengar oleh pecinta alam, sehingga telur-telur dapat diselamatkan. Tetapi penetasan telur ini tidak ditempat konservasi, hanya didekat rumah.

img_5445

(Penyu Lekang yang ditemukan di Pantai Trisik)

Dari kasus-kasus seperti diatas, maka bisa dikatakan konservasi penyu di Panti Trisik ini kurang, selain itu masalah yang dihadapi oleh Kelompok Konservasi Penyu Abadi adalah masalah biaya, maka meraka harus melakukan iuran untuk memnuho biaya penetasan telur. Biasanya telur dihargai 2000 rupiah perbutirnya, Kelompok Konservasi Penyu Abadi tidak memiliki biaya yang cukup untuk membayar warga yang telah menemukan telur-telur penyu. Pernah ditemukan adanya 9 sarang pada Pantai ini, tetapi karena pengetahuan para warga yang memang minim, mereka lebih memilih mengkonsumsi telur-telur penyu, dibandingkan bila dijual.

Realisasi kedepan yang ingin saya lakukan adalah melakukan penyuluhan untuk warga-warga sekitar, dan melakukan gerakaan “Penyu Unyu”

Penyuluhan ini dilakukan untuk warga-warga sekitar untuk memberikan pengetahuan tentang penyu di Indonesia yang dapat terancam punah, dengan melestarikan penyu-penyu ini, dan menjadikan kawasan Pantai ini menjadi tempat bersarang dan bertelurnya penyu, akan memajukan wisata pada Pantai ini. Jadi warga diminta untuk mendukung gerakan konservasi penyu, dan tidak berpikir kembali untuk menjual, dan mengkonsumsi telur. Melainkan menyerahkan telur-telur penyu pada Kelompok Konservasi Penyu.

Gerakan “Penyu Unyu” ini adalah gerakan untuk orang-orang yang ingin ikut serta menyelamatkan penyu. Bisa dengan cara donasi tiap bulanya 50.000 ribu. Dengan ikut gerakan ini bisa mendapatkan souvenir gelang “save sea turtle” boneka penyu unyu, dan bisa ikut serta pelepasan tukik secara gratis.

xto00124000000602_1_toylogy-boneka-hewan-penyu-tempayan-21-inch-jingga    cute-big-eye-series-tortoise-font-b-doll-b-font-font-b-turtle-b-font-stuffed        5x-multilayer-woven-font-b-friendship-b-font-candy-colors-small-font-b-turtle-b-font

 

http://www.harianbernas.com/berita-22509-Kelompok-Konservasi-Penyu-Kulon-Progo-Terpaksa-Iuran-untuk-Merawat-Tukik-.html

http://kkji.kp3k.kkp.go.id/index.php/dokumen/publikasi/buku/finish/2-buku/541-pedoman-teknis-pengelolaan-konservasi-penyu

http://www.wwf.or.id/cara_anda_membantu/bertindak_sekarang_juga/sahabat_penyu/

 

 


5 responses to “Penyu “kuadrat” Luhan (Penyuluhan Penyu)”

  1. erlinassnt says:

    Informasi yang diberikan sangat bermanfaat. Bagaimana kah peran masyarakat dalam pelepasan tukik? apakah hanya masyarakat sekitar yang dapat ikut atau mengikutsertakan lembaga pendidikan atau bahkan lembaga pemerintah? Terima kasih atas infonya.

    • yosiekrisan says:

      Terima kasih atas tanggapannya, untuk pelepasan tukik sudah ada beberapa lembaga pendidikan yang mendaftarkan untuk ikut serta, banyak pula sekolah yang mendaftar untuk pelepasan tukik, karena ada waktu – waktu tertentu untuk tukik menetas

  2. katrinmaharani says:

    Hallo Krisan. Sebaiknya penyuluhan di masyarakat lebih digencarkan kembali agar penyelamatan telur dan penyu dapat dilakukan. Namun apakah dengan donasi ke pantai dan uangnya digunakan untuk membeli telur penyu sehingga dapat ditetaskan itu merupakan solusi yang tepat? apabila itu dilakukan, bagaimana bila masyarakat malah menggunakan telur penyu tersebut untuk mendapatkan uang sehingga dijual ke pihak konservasi dan mendapatkan untung dari situ? mungkin bisa dipertimbangkan kembali. Salam lestari!

  3. henrydharmai says:

    Gerakan yang inspiratif dan menarik sebagai salah satu upaya menjaga keberadaan penyu agar tetap lestari. Saya tertarik mengikuti ide yang kamu beri nama “penyu unyu” 😀 saya ingin sekali berpertissipasti untuk penyu yang Unyu ini 😀

  4. gregoriuus23 says:

    topik yang menarik dan lokasinya berdekatan dengan rumahku. yang ingin saya tanyakan adalah kapan realisasi dari tindakanmu akan dilakukan dan dalam melakukan sosialisasi dengan warga apakah kamu tidak akan bekerja sama dengan suatu badan atau LSM yang mengurusi tentang hal tersebut ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php