Felisia Yosie Krisan

Penyu Hijau, Penyu Kenangan Masa Kecil

Posted: September 5th 2016

Penyu hijau, penyu kenangan masa kecil.

 

Ada dua kenangan masa kecil yang berhubungan dengan penyu hijau. Pertama, saat aku kecil aku diajak bertamu ke rumah teman ayahku. Teman ayahku itu punya penyu besar yang sudah diawetkan. Aku senang sekali karena aku boleh menyentuhnya, bahkan menaikinya. Kenangan kedua adalah film animasi  serial kura-kura ninja. Aku tidak tahu apakah keempat kura-kura, Leonardo, Micahelangelo, Raphael dan Donatello yang adalah murid dari Shreder atau Oroku Saki, tersebut adalah penyu hijau atau jenis lain; tetapi yang jelas mereka berwarna hijau.

Dua kenangan itu lumayan membekas, sehingga ketika tahu bahwa penyu hijau (Chelonia mydas) atau green turtle terancam punah, betapa sedih dan kecewanya aku.

Penyu hijau mempunyai nama latin Chelonia mydas, sedangkan taksonomi ilmiahnya sebagai berikut:

Kingdom:  Animalia

Phylum: Chordata

Class : Reptilia

Order: Testudines

Suborder: Cryptodira

Family : Cheloniidae

Genus : Chelonia

Species : Chelonia mydas

penyu hijau

 

Menurut IUCN, status konservasinya terancam punah (EN). Oleh IUCN, sejak tahun 1982 penyu hijau ini sudah dinyatakan terancam punah. Populasinya cenderung terus menurun, hal ini ditunjukkan dengan prosentase berkurangnya sarang tempat bertelurnya yang terus menurun dari tahun ke tahun.

Meskipun disebut penyu hijau, tetapi sesungguhnya penyu ini berwarna coklat kekuning-kuningan. Dinamai penyu hijau berdasarkan pada lemak yang berwarna hijau yang ada di bawah cangkangnya.

Badan penyu hijau dilindungi cangkang yang berupa tulang tebal pada punggungnya. Ketebalan cangkangnya menentukan umurnya. Kepala penyu hijau mirip kepala burung kakatua dengan mata yang menonjol. Demikian juga mulutnya seperti paruh kakatua. Kaki-kakinya lebar dan pipih, cocok untuk mengayuh ketika berenang.  Kepala dan kakinya yang berwarna kehijauan, juga dilindungi oleh lapisan tulang tipis. Ekornya kecil. Kepala penyu tidak bisa ditarik masuk ke dalam cangkangnya, inilah perbedaan yang khas pada penyu dengan kura-kura.

Bobot penyu hijau ketika dewasa bisa mencapai  400kg. Ukuran penyu hijau dari kepala sampai ekor bisa mencapai 2 meter, tetapi mulai bertelur ketika panjangnya mencapai 75 sampai 100cm.

Penyu hijau berkembang biak dengan bertelur. Penyu hijau akan kembali ke pantai tempat dilahirkan ketika akan bertelur. Penyu hijau membuat sarang selalu pada malam hari, dan terjadi sepanjang tahun. Sarangnya berupa galian pasir, dan telur-telurnya dimasukkan ke lubang galian tersebut. Setelah selesai, lubang galian tersebut di tutup. Setiap betina penyu hijau bisa menghasilkan 100 butir, bahkan bisa mencapai 200 butir, tergantung ukurannya.

Ketika masih muda, penyu laut adalah omnivore, pemakan segala, makan  berbagai jenis biota laut seperti cacing laut, udang remis, dan rumput laut. Sedang ketika dewasa, makanan utama penyu hijau dewasa adalah rumput laut.

Penyu hijau kebanyakan hidup di wilayah tropis dan sub-tropis, dekat dengan pesisir, sekitar kepulauan dan benua. Penyu hijau  tersebar di daerah Pasifik, samudera Atlantik, dan laut Mediterania. Di Indonesia, penyu ini banyak di jumpai, dari ujuang barat sampai ujung barat hingga ujung timur, mulai dari Sumatera, Riau, Babel, kepulauan Seribu, Kalimantan dan Jawa timur, hingga ke NTT dan Papua.

Sayangnya, kelangsungan hidup penyu hijau ini terancam punah. Adapun faktor-faktor yang menyebabkannya antara lain,

  • Hilang dan rusaknya habitat

Pembangunan yang tidak terkendali menyebabkan rusaknya pantai-pantai yang penting bagi penyu hijau untuk bertelur. Demikian juga habitat tempat penyu hijau mencari makan seperti terumbu karang dan hamparan lamun laut terus mengalami kerusakan akibat sedimentasi atau pun pengrusakan oleh manusia. Kerusakan habitat atau hilangnya habitat yang terjadi karena alam ataupun faktor manusia. Faktor alam, misalnya badai, atau gempa bumi yang menyebabkan tsunami. Sedangkan faktor manusia dengan adanya bangunan-bangunan atau polusi karena ulah manusia.

  • Pengambilan secara langsung

Penangkapan secara langsung, penangkapan penyu dewasa dan telurnya secara langsung mengakibatkan populasi penyu hijau  menurun tajam. Para peneliti memperkirakan setiap tahun sekitar 30.000 penyu hijau ditangkap di Baja, California dan lebih dari 50.000 penyu laut dibunuh di kawasan Asia Tenggara (khususnya di Bali, Indonesia) dan di Pasifik Selatan. Di banyak negara, anak-anak penyu laut ditangkap, diawetkan dan dijual sebagai cendera mata kepada wisatawan. .

  • Pengambilan secara tidak langsung

Penangkapan tidak langsung terjadi ketika ada aktivitas penangkapan ikan dan penyu hijau ini ikut terjaring. Setiap tahun, ribuan penyu hijau terperangkap dalam jaring penangkap. Penyu laut merupakan reptile dan mereka bernafas dengan paru-paru, sehingga saat mereka gagal untuk mencapai permukaan laut mereka mati karena tenggelam.

  • Penyakit .

Penyu hijau diketahui juga bisa mengidap penyakit akibat dari polusi zat-zat kimia, limbah dan sampah.

Untuk menanggulangi berkurangnya populasi, ada upaya konservasi. Banyak negara-negara yang melarang eksploitasi penyu secara liar. Di Indonesia semua jenis penyu tidak boleh ditangkap untuk diperdagangkan. Konservasi yang dilakukan adalah dengan mencatat jumlah penyu dan program peningkatan kesadaran bagi pemburu daging penyu.

Secara teknis konservasi dilakukan untuk mengurangi kematian penyu akibat penangkapan langsung dan tidak langsung. Melindungi, mengawetkan, dan merehabilitasi habitat penyu, kawasan peteluran penyu, kawasan tempat mencari makan. Meningkatkan kesadaran masyarakat melalui pendidikan, terutama tentang hal­hal yang mengancam kelangsungan hidup penyu. Mengurangi dan mencegah pembuangan sampah ke laut, terutama di sekitar daerah peteluran penyu. Menambah kerjasama , nasional, regionaldan internasional.Melakukan pemantauan dan penelitian.

Capture

Sumber: http://www.iucnredlist.org/

http://www.wwf.or.id/

www.academia.edu

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php