Biologi konservasi

Upaya Perlindungan Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus)

Posted: December 9th 2019

Badak Jawa merupakan salah satu mamalia besar terlangka di dunia yang ada diambang kepunahan. Dengan hanya sekitar 50 ekor individu di alam liar, spesies ini diklasifikasikan sebagai sangat terancam (critically endangered) dalam Daftar Merah IUCN. Ujung Kulon menjadi satu-satunya habitat yang tersisa bagi badak Jawa.

Deskripsi fisik :

  • Cula kecil dengan panjang sekitar 25 cm untuk badak jantan sementara badak betina hanya memiliki cula kecil atau tidak sama sekali.
  • Berat badan antara 900 – 2.300 kg, dengan panjang badan 2 – 4 meter dan tinggi 1.7 meter.
  • Berwarna abu-abu dengan tekstur kulit yang tidak rata dan berbintik.
  • Badak jantan mencapai fase dewasa setelah 10 tahun, sementara betina pada usia 5 sampai 7 tahun dengan masa mengandung selama 15 – 16 bulan.
  • Bagian atas bibirnya meruncing untuk mempermudah mengambil daun dan ranting.

Masalahnya:

  1. Berkurangnya keragaman genetis dimana Populasi badak Jawa yang sedikit menyebabkan rendahnya keragaman genetis. Hal ini dapat memperlemah kemampuan spesies  dalam menghadapi wabah penyakit atau bencana alam (erupsi gunung berapi dan gempa).
  2. Degradasi dan hilangnya habitat dimana ancaman lain bagi populasi badak Jawa adalah meningkatnya kebutuhan lahan sebagai akibat langsung pertumbuhan populasi manusia. Pembukaan hutan untuk pertanian dan penebangan kayu komersial mulai bermunculan di sekitar dan di dalam kawasan lindung tempat spesies ini hidup.
  3. Terjadi perburuan liar dimana untuk diambil cula dari badak, sehingga dapat mengakibatkan kepunahan.

Upaya pencegahan kepunahan :

  • WWF dan mitra kerjanya membantu petugas Balai Taman Nasional memonitor badak melalui kamera trap dan analisis DNA dari sampel kotoran. Sejak pertama kali dimulai pada 2001, empat belas kelahiran badak berhasil di dokumentasikan oleh kamera dan video jebak yang dioperasikan WWF bersama dengan Balai Taman Nasional Ujung Kulon.
  • Sejak Februari 2011, pengelolaan kamera dan video jebak secara penuh dilakukan oleh Balai Taman Nasional, sementara WWF memfokuskan kegiatanya pada observasi perilaku, pola makan, serta penelitian mengenai resiko dan ancaman wabah penyakit.
  • Observasi terhadap pola prilaku badak dapat memberikan informasi mengenai interaksi badak dengan lingkungan sekitarnya, data-data fisiologis (misalnya tingkat respirasi) yang mengindikasikan tingkat stress dan kondisi tiap individu badak.
  • Saat ini WWF bekerja dengan Departemen Kehutanan, Balai Taman Nasional dan masyarakat lokal untuk mengkaji kemungkinan pembuatan habitat kedua dan translokasi badak yang telah diseleksi terlebih dahulu berdasarkan kondisi kesehatan dan fertilitas-nya untuk menginisiasi populasi baru sambil tetap melindungi populasi aslinya di Taman Nasional Ujung Kulon

Action plan yang dilakukan dengan mendata banyaknya badak jawa yang berada di Taman Nasional Ujung kulon, yang didata dari awal kelahirannya. Perilaku, pola makan dari badak diamati dimana melihat makanan yang disukai dan perilaku dari badak sehingga tidak mengalami stress. Mendata juga penyakit yang terdahulu dari badak jawa, sehingga dapat menemukan cara pencegahan penyakit, hal ini dilakukan untuk mencegah kepunahan dari badak jawa.

Daftar Pustaka

IUCN 2019. The IUCN Red List of Threatened Species

https://www.wwf.or.id/tentang_wwf/index.cfmuGlobalSearch=badak+jawa&uGlobalLang=id


6 responses to “Upaya Perlindungan Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus)”

  1. huldaaudry25 says:

    artikelnya menarikk,, dan infonya cukup lengkap,, nicee,, makasih atas infonya..

  2. Sarasdhani says:

    Artikelnya menarik sekali saya jadi tertarik mengenal lebih dekat dengan hewan satu ini, action plan yang menarik semoga dapat terlaksana

  3. jasmineputriw says:

    Action plan sangat menarik sekali, semoga dapat diwujudkan rencananya ~

  4. febrianoorf says:

    Setuju sekali dengan penulis. Semoga rencananya bisa segera terealisasikan yaaa. Keet it up!!

  5. reginaseptianabarung123 says:

    action plan nya sangat bermanfaat, semoga kedepannya badak jawa tetap terlindungi dan rencananya tetap berjalan dengan baik.

  6. Febpi Lina says:

    Blog sudah baik mencantumkan gambar dan sumber data. Semoga untuk ke depan rencana dapat lebih matang dan akhirnya terlaksana. Semangat untuk penulis. Salam Lestari!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php