Yohana Primadewi

I’m Not Circus Animals

Posted: November 30th 2018

Beruang Madu (Helarctos malayanus) atau yang dikenal dengan Sun Bear merupakan beruang terkecil yang ada didunia. Beruang Madu sangat terkenal dengan ciri khas terdapat bentuk seperti matahari di bagian dada dekat leher, sehingga beruang ini dikenal dengan sebutan Sun Bear. Beruang madu berasal dari Famili Ursidae ini, dapat dijumpai di wilayah Kalimantan dan Sumatra.

Beruang Madu dewasa memiliki panjang tubuh sekitar 1-1,5 meter dengan berat Beruang Madu Jantan mencapai Beruang Madu Kalimantan 75 kilogram, sedangkan Beruang Madu betina memiliki bobot yang sedikit lebih ringan. Dengan ukuran tubuh yang kecil dan bobot ringan inilah yang menyebabkan Beruang Madu (Sun Bear) mendapat predikat sebagai beruang terkecil di dunia. Beruang Madu suka tinggal diatas pohon dan sangat suka dengan madu sebagai makananya. Walaupun madu menjadi makanan kesukaannya, Beruang Madu merupakan omnivora, dimana beruang madu terkadang memakan buah-buahan, dedaunan, bahkan hewan-hewan kecil seperti ayam dan burung. Beruang Madu berkembang biak dengan cara melahirkan, Beruang Madu biasanya mengandung selama 3,5 bulan dan menyusui selama kurang lebih 1,5 tahun. Kematangan seksual mulai tampak saat Beruang Madu berusia 4 tahun. Rata-rata usia Beruang Madu dapat mencapai 25-28 tahun. Populasi Beruang Madu dalam luas area 100 m2 dapat dijumpai sekitar 26 ekor dalam 1 kelompok.

Berdasarkan data IUCN Red List, trend populasi Beruang Madu tahun ke tahun semakin menurun, sehingga Beruang Madu masuk dalam kategori Vulnurable (rentan).

Penurunan jumlah populasi dikarenakan berbagai ancaman yang ditimbulkan oleh manusia itu sendiri. Ancaman terbesar datang dari deforestasi dan perburuan liar. Deforestasi yang sangat umum terjadi di kawasan hutan Kalimantan dan Sumatra menyebabkan Beruang Madu semakin terdesak dan kehilingan tempat tinggal baik untuk mencari makan ataupun bereproduksi sehingga populasi nya semakin menurun. Perburuan liar masih sangat sering terjadi, dikarenakan rambut yang dimiliki oleh Beruang Madu berwarna hitam mengkilat dan sangat halus sehingga beberapa kolektor nakal rela membayar mahal untuk mendapatkan rambut Beruang Madu dalam keadaan utuh. Tak hanya perburuan liar untuk mendapatkan rambutnya, bahkan banyak pemburu yang tak segan membunuh untuk mendapatkan dagingnya.

Beruang Madu yang populasi yang semakin menurun, akhirnya dibuatlah pusat enklosur Beruang Madu KWPLH (Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup) yang ada di Balikpapan, dan beberapa di Konservasi di Kebun Binatang seperti di Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta contohnya. Beruang Madu yang terdapat pada pusat enklosur Beruang Madu KWPLH berasal dari perdagangan satwa ilegal, perburuan, bahkan kolektor yang menyimpan secara hidup, kemudian Beruang Madu dibiarkan hidup pada kawasan alami yang ada di KWPLH tersebut. Beruang Madu di Kebun Binatang Gembira Loka hidup di dalam kandang-kandang besi, dan bahkan beberapa Beruang Madu menjadi satwa sirkus untuk ditontonkan kepada masyarakat.

Kehidupan Beruang Madu pada pusat enklosur dan kebun binatangย sangatlah berbeda, oleh karena itu sebagai generasi muda yang berpendidikan dan berbudaya, ada baiknya memperbaiki kondisi sesuai dengan usaha yang kita bisa. Salah satunya adalah tidak menonton sirkus yang menjadikan beruang Madu sebagai satwa sirkus, hal ini dapat menurunkan jumlah penonton yang ada, sehingga apabila jumlah penonton berkurang atau bahkan tidak ada maka pihak kebun binatang akan menghentikan aksi sirkus yang ada. Berawal dari pemberian edukasi kepada anak-anak yang masih kecil untuk melihat satwa saja dari balik kandang, bukan dari sirkus dimana akan menyiksa Beruang Madu itu sendiri. Semua bisa dilakukan sebelum itu terlambat!


24 responses to “I’m Not Circus Animals”

  1. Fabiana Disa says:

    Kasian beruangnya, semoga aksi konservasi ini bisa membantu menjaga populasi si beruang yaa.

  2. vennyadellaa says:

    Bagus nih, dengan begini kan hewan-hewan ga dipaksa buat ngikutin maunya manusia aja :)) kita sbagai manusia harusnya jangan egois, cuma karna mau nonton sirkus, harus ngerelain hewan ini merasa stress dan tertekan ๐Ÿ™

    • yohanaprimadewi25 says:

      Setujuu,masih banyak cara untuk melihat kegemasan beruang ini bermain kok gak hanya dari sirkus ?? bisa diliat langsung dari KWPLH Balikpapan

  3. hryo says:

    Action plan yang sangat bagus kak, dimana kita sebagai manusia hanya mementingkan diri sendiri dan kepuasan sendiri, terus tertawa diatas penderitaan satwa

    • yohanaprimadewi25 says:

      Benar,kita juga harus memperhatikan perasaan mereka sama seperti perasaan kita apabila diperlakukan dengan seenaknya?

  4. Jesica Ade Natalia says:

    Wah, menarik. Tulisan ini jadi sumber wawasan baru bagi saya mengenai sisi lain dari sirkus beruang madu :”)

  5. THE TEA IS HOT says:

    good

  6. amityahazmi says:

    bener bangeet, kasihan kalo hewan-hewan lucu gitu dimanfaatin untuk mencari keuntungan manusia ๐Ÿ™ semoga aksi konservasi ini bisa menyadarkan masyarakat juga yaa

    • yohanaprimadewi25 says:

      Setuju kalau mereka memang lucu, dan mereka butuh untuk diperhatikan dan diperlakukan dengan penuh kasih, semoga bisa menyadarkan semua kalangan masyarakat ya ๐Ÿ˜‰

  7. keithykho says:

    Aksinya sangat bagus, semoga bisa dijalankan yaa..

  8. Merry R says:

    Semoga action plannya bisa terlaksana ya! Stop menonton sirkus hewan, karena hewan-hewan tersebut menderita

    • yohanaprimadewi25 says:

      Terimakasih atas dukunganya, semoga kamu bisa ikut termotivasi dan membantu dalam menyelamatkannya ya ๐Ÿ˜‰

  9. inggridrosalia says:

    setelah membaca ini, saya merasa kebahagiaan kita saat menonton sirkus adalah siksaaan bagi hewan-hewan sirkus itu sendiri. semoga gerakan si konservasi beruang bisa diwujudkan

    • yohanaprimadewi25 says:

      bener banget, kebahagiaan mereka bisa kita bantu untuk stop sirkus dan membantu penghentian penangkapan secara liar, dan meletakkannya dalam pusat enklosur agar tetap lestari. ๐Ÿ™‚

  10. Kornelia Sekar Lintang says:

    Benar sekali yang disampaikan dalam konten ini, jangan sampai hanya untuk hiburan semata kita harus membuat hewan hewan menjadi tidak nyaman untuk mengikuti perintah, apalagi jika hewan itu sudah dinyatakan rentan dan twrancam punah. Semoga informasi yang disampaikan bisa menyadarkan masyarakat luas mengenai pentingnya konservasi.

    • yohanaprimadewi25 says:

      Setujuu nih, mohon dibantu untuk mewujudkannya ya dan semoga tidak ada lagi Beruang madu yang bernasib seperti ini ๐Ÿ˜‰

  11. agathachandra says:

    informatif sekali artikel ini dan menambah wawasan sekali, saya setuju dengan action plan yang anda rencanakan sayang sekali kalo sampe punah

  12. novalinda08 says:

    Sedih lihat beruangnya digituin :'( sungguh tega beruang yang lucu diperlakukan seperti itu T_T

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php