Yesi Kristi

Katak Merah Diambang Kepunahan

Posted: December 2nd 2016

katak

Okee karena sebelumnya sudah dibahas tentang katak merah dan habitatnya sekarang akan dibahas aksi konservasi sederhana yang dapat kita lakukan sebagai mahasiswa. Katak merah yang memiliki nama latin Laptophryne cruentata merupakan katak yang sangat sulit ditemukan karena populasi mereka yang sudah sedikit / dalam status IUCN  adalah critically endangered atau kritis.

Populasi katak ini yang semakin sedikit disebabkan karena rusaknya habitat yang terjadi karena meletusnya gunung galunggung pada 1987. Akibat meletusnya gunung galunggung air mengalir yang sebagai habitat alami mereka menjadi kotor, suhu menjadi tinggi pohon-pohon menjadi rusak. Padahal katak ini suka hidup didaerah lembab dan dingin dengan intensitas curah hujan yang tinggi.katak-1

Selain itu penggundulan hutan juga menjadi penyebab rusaknya habitat alami mereka. Sedangkan katak ini hanya terdapat pada Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Taman Nasional Halimun-Salak. Penebangan pohon tanpa penanaman kembali akan merusak habitat mereka. Pencemaran air sungai juga menjadi factor penyebab rusaknya rumah mereka. Sabun-sabun yang digunakan para pendaki dan penduduk sekitar akan mencemari air sungai yang menjadi habitat asli mereka.

Hal terakhir yang menyebabkan habitat mereka rusak adalah penggunaan wilayah habitat mereka sebagai sarana wisata dan pendakian. Seperti yang kita ketahui Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Halimun Salak merupakan salah satu Gunung yang suka ditaklukkan oleh para pendaki, sehingga secara tidak sengaja akan merusak ekosistem disana. Selain itu Taman Nasional Gunung Gede juga merupakan tempat wisata yang terkenal dengan air terjun ciburem yang terdapat 3 kilo dari pintu masuk dan air panas yang terdapat 12 kilo setelah kaki gunung dan sering dilalui para pendaki, bahkan tak sedikit wisatawan yang berhasil sampai sana.

katak-3

Action plan yang dapat kita lakukan sebagai mahasiswa adalah saat terjadi bencana dapat membantu membersihkan lingkungan yang terkena dampak, mengurangi penggunaan kertas, ikut menanam pohon, mengurangi penggunaan AC dan bahan bakar minyak agar tidak terjadi global warming, memberi sanksi tegas bagi yang mencuci baju, piring ataupun menggunakan bahan kimia dialiran sungai, dan yang terakhir dapat dilakukan untuk menjaga habitat serta telah diterapkan pada Taman Nasional Gunung Gede adalah adanya waktu-waktu tertentu saat Taman Nasional tersebut ditutup untuk pendakian yang bertujuan memulihkan ekosistem dan habitat alami di Gunung tersebut. Kegiatan ini dapat dilakukan sejak sekarang karena aksi yang simple sehingga semua masyarakat termasuk mahasiswa dapat melakukannya.


6 responses to “Katak Merah Diambang Kepunahan”

  1. seliceleite14 says:

    warna dari speseis ini sangt menarik, kita sebagai generasi penerus bangsa harus bisa untuk tetap mempertahankan agar tidak punah,,semoga semua Action plan yang disebutkan bisa dilakukan… amin 🙂

  2. stefaniebella says:

    Artikel yang sangat menarik dan menambah wawasan bagi pembaca mengenai katak merah
    Semoga rencana konservasinya berhasil dan dapat meningkatkan kembali populasi katak merah

  3. vidia says:

    Sangat menarik, satu-satunya blog yang menampilkan tentang konservasi amphibi!! Semangat..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php