KSDL Hutan

Tumbuhan Meranti Merah

Posted: December 6th 2014

Kabupaten Malinau berada di jantung Kalimantan. Kabupaten ini memiliki luasan hutan lebih dari 905 dan mewakili areal hutan dipterokarpa yang paling luas di kawasan Asia Tenggara. Sebagian besar wilayah malinau dihuni oleh 40.000 penduduk yang melakukan pratek perdagangan berpindah,berburu dan mengumpulkan hasil hutan selain kayu. Terdapat lebih dari 20 kelompok etnis, di mana juga terdapat kelompok punan yang merupakan kelompok terbesar. Di dalam hutan kawasan ini juga terdapat Taman Nasional Kayan Mentarang yang memiliki nilai konservasi tinggi bagi tumbuhan dan satwa. Karena semua lahan hutan berada di bawah pengawasan negara, pengusahaan hutan dialokasikan oleh pemerintah pusat yang berkedudukan di jakarta untuk melaksanakan kegiatan pengusaha hutan dengan mengambil kayunya. Berbagai tantangan desentralisasi dalam pengelolaan hutan menjadi isu penting yang dihadapi oleh pemerintah indonesia dan banyak negara lainnya.
Peralihan perimbangan kekuasaan antara lain pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten secara jelas diaktualisasikan dalam pengelolaan sumberdaya hutan di kabupaten Malinau. Meskipun menitikberatkan hanya pada satu kabupaten, dianggap revelan dengan permasalahan yang dihadapi oleh bangsa indonesia dalam menerapkan pengelolaan sumberdaya hutan secara berkelanjutan di lebih dari 400 kabupaten yang baru-baru ini menerima kewenangan atau otoritas untuk mengelola lahannya melalui proses desentralisasi. Keragaman jenis pohon yang ada di desa ini termasuk tinggi dimana hampir 300 jenis ditemukan dan areal ini didominasi oleh jenis meranti merah.
Pencemaran dapat berdampak negatif pada lingkungan dan akhirnya berdampak juga pada manusia. Dampak tersebut antara lain gangguan keseimbangan lingkungan, berkurangnya kesuburan tanah, keracunan dan penyakit serta terbentuknya lubang ozon dan efek rumah kaca. Ketika lingkungan telah mengalami kerusakan, manusia baru menyadari pentingnya pelestarian lingkungan.
Ketika lingkungan telah mengalami kerusakan, manusia baru menyadari pentingnya pelestarian lingkungan. Ketika lingkungan menjadi rusak dan tercemar, dampaknya ternyata kembali kepada manusia. Sebenarnya, manusia dapat memanfaatkan lingkungan tanpa menimbulkan kerusakan. Untuk itu, tindakan yang perlu dilakukan adalah mengelola lingkungan dengan baik, arif dan bijaksana. Mengelola lingkungan merupakan upaya terpadu dalam memanfaatkan, menata, memelihara, mengawasi, mengendalikan, memulihkan dan mengembangkan lingkungan. Pengadaan hutan kota dapat dijadikan alternatif dalam mengatasi permasalahan lingkungan. Faktor-faktor pertumbuhan yang lamban, serta peristiwa pembuahan yang langka dan serempak membuat hutan meranti unik dan rentan terhadap dampak kegiatan pembalakan tak terkendali. Terlebih lagi, dengan kecenderungan meranti untuk berkumpul membentuk satu komunitas hutan, maka di mata para pembalak kelompok pohon berkayu yang bernilai ekonomi tinggi ini sangat efisien untuk dibalak, sehingga meranti pun sangat rentan terhadap kegiatan eksploitasi tanpa terkendali.
Aksi personal yang akan saya lakukan adalah mencoba membuat kebun sendiri yang berisi tanaman meranti merah (shoera sp). Setiap hari akan dirawat dan melakukan pemeriksaan ulang. Supaya tumbuhan meranti tersebut tidak dirusak oleh binatang liar dan tetap terjaga. Apakah tanaman tersebut diganggu predator seperti kumbang pemakan biji atau babi liar. Setelah tumbuh dewasa tanaman meranti merah akan saya pindahkan ke tempat seharusnya dia harus berkembangbiak.
meranti2


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php