KSDL Hutan

Penyu sisik (Eretmochelys imbricate)

Posted: September 10th 2014

Penyu sisik
penyu sisik 2

Penyu yang memiliki ciri khas moncong berbentuk paruh rahang atasnya melengkung ke bawah dan relatif tajam seperti burung kakak tua sehingga sering disebut “Hawksbill turtle”. Penyu sisik tersebar di Indonesia terutama dipulau kecil yang tidak berpenghuni.
Sebagian besar penyu sisik ditemukan di Kepulauan Riau hingga Belitung, Lampung, Kepulauan Seribu, Karimun Jawa, Laut Sulawesi (Berau), Sulawesi Selatan (Takabonerate) hingga Sulawesi Tenggara (Wakatobi), Maluku dan Papua.
Populasi penyu sisik di Indonesia terus menurun. Penurunan populasi penyu sisik di alam disebabkan terutama oleh faktor manusia yang melakukan pencurian telur penyu, perburuan penyu, pendegradasi habitat penyu dan pengambilan sumber daya alam laut yang menjadi makanan penyu dibandingkan dengan faktor alam dan predator. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya konservasi penyu sisik. Salah satu upaya untuk mengurangi penurunan populasi penyu sisik adalah dengan melakukan pembinaan tempat peneluran (nesting site).
Pembinaan tempat peneluran penting dilakukan karena hal tersebut terkait dengan sejarah kehidupan penyu. Penyu meletakkan telurnya pada sarang di pantai berpasir yang hangat. Telur yang menetas disebut tukik. Jenis kelamin tukik tergantung suhu selama perkembangan embryonik. Segera setelah menetas tukik merekam tempat dia menetas karena jika tukik tersebut telah dewasa maka kelak akan melakukan remigrasi dan kawin. Induk penyu sisik betina memperlihatkan fidelitas tempat bertelur yang sangat khusus dan melakukan remigrasi dengan interval kira-kira 2.5 tahun. Meskipun demikian, habitat dan populasi penyu di
Kepulauan Bintan dalam kondisi terancam karena kekurang-sadaran dan ketidaktahuan masyarakat mengenai status keterlindungan penyu serta pesatnya pengembangan dan pembangunan daerah pantai. Dipihak lain, masyarakat Kabupaten Bintan, terutama di Kepulauan Tambelan, mereka telah lama memanfaatkan telur penyu untuk dikonsumsi maupun dijual.
Kabupaten Bintan merencanakan upaya untuk menekan tingkat keterancaman habitat dan populasi penyu. Upaya tersebut dilakukan dengan mencadangkan dan mengelola daerah perlindungan penyu disertai upaya penyadaran masyarakat, mengalihkan pemanfaatan penyu yang ekstraktif ke non-ekstraktif seperti ekowisata, pendidikan, dan penelitian. Ekosistem penyu sisik berada dilaut.

Referensi setyawatiningsih,c.s., Marniasih, D.,wijayanto.2011. karakteristik biofisik tempat penelusuran penyu sisik dipulau anak ileuh kecil, kepulauan riau. jurnal teknobiologi II (1),17-22.
Pratomo,A., Apdilah,D., dan soeharmoko.2010. Aspekbiologi penyu dikabupaten bintan. jurnal dinamika maritim vol2.


3 responses to “Penyu sisik (Eretmochelys imbricate)”

  1. Sartika Laraswati says:

    Menurut saya upaya untuk menekan tingkat keterancaman habitat penyu ini perlu segera diterapkan dan perlu adanya penyebaran informasi mengenai status dari penyu ini kepada masyarakat sekitar.

  2. yana likasta says:

    informasi yang sangat bermanfaat, sebagai mahasiswa yang peduli lingkungan, kita harus tetap harus melindungi seluruh jenis tumbuhan atau hewan di nusantara agar generasi selanjutnya masi dapat menyaksikan betapa beragam nya flora dan fauna di indonesia.

  3. mithaaprianti12 says:

    informasinya menarik, sebagaimana kita harus melindungi hewan satu ini dimana tingkat perdangananya sangat tinggi sehingga menyebabkan hewan ini mengalami kepunahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php