Seibutsu-gaku 生物学

Obat kanker (generik) dengan study molekuler di Indonesia.

Posted: May 28th 2013

Beberapa tahun belakangan ini pemerintah Indonesia melalui Departemen Kesehatan telah memberdayakan pemanfaatan obat generik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang kesehatan. Tetapi hasilnya masih belum memuaskan. Berkaitan dengan hal itu diperlukan suatu upaya mempertajam sasaran dengan mengarahkan efeknya sampai ke tingkat molekuler atau seluler, sehingga dapat ditentukan target molekuler suatu herbal.

Hal ini penting untuk mengimbangi superioritas penggunaan obat modern yang hanya melegalitaskan senyawa aktif. Sejalan dengan program pemerintah yang sedang mengembangkan dan meningkatkan obat generik di  Indonesia, pemberdayaan bahan alam berkhasiat obat sekarang saatnya dikembangkan sampai uji klinik agar dapat diproduksi secara nasional. Diharapkan pengembangan obat generik yang dieksplorasi secara ilmiah akan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia sehingga dapat menunjang kemandirian bangsa.

Akhir-akhir ini beberapa peneliti telah mengembangan obat herbal menjadi obat kanker. Seperti halnya pengembangan obat kanker (generik) yang dilakukan oleh Shabib dkk., berdasarkan patogenesis kanker yang multifaktorial yang berarti secara molekuler terapi kanker tidak dapat hanya menggantungkan kepada satu macam senyawa aktif saja. Hasil yang efektif diperoleh dari kombinasi beberapa senyawa aktif.

Kombinasi ekstrak meniran dan anggur untuk  dikembangkan menjadi obat kanker baru berdasarkan ekspresi gen sel HeLa dalam bentuk kombinasi ekstrak tanaman obat yang terdiri dari meniran  (Phyllanthus niruri L) dan anggur (Vitis vinifera) terbukti lebih efektif dalam menangani penyakit kanker dibandingkan hanya ekstrak salah satu tanaman saja.

Hasil penelitian dengan herbal terhadap kehidupan sel HeLa akan dibandingkan berdasarkan ekspresi gen. Setelah ditentukan nilai IC50 ternyata gabungan meniran dan anggur  dapat menghambat proliferasi sel HeLa lebih kuat dibandingkan dengan kondisi ekstrak tunggal. Perpaduan Meniran dan Anggur yang diekstrak kombinasi keduanya  memiliki efek menghambat ekspresi gen caspase-3, p53, siklin D1, siklin D2, siklin D3, bcl-2, Rock-1, Rip-1, BRCA-1, BRCa-2, GAPDH dan PARP-1, sedangkan terhadap gen Cox-2 meningkat ringan.

Selain itu juga terjadi ekspresi gen Muc-2 dan Ascl-2 dapat dijadikan petanda (marker) proliferasi sel mukosa usus, sehingga kemungkinan dapat dikembangkan marker pada kanker usus untuk studi selanjutnya.

Oleh Eka Pratiwi Oktaviani

 


One response to “Obat kanker (generik) dengan study molekuler di Indonesia.”

  1. Martha Endika says:

    Info yang bagus. Mungkin bisa diberi gambar dan dijelaskan tentang meniran (sudah agak asing dikenal masyarakat). Tulisannya rata kanan kiri ya biar lebih enak dibaca. Lanjutkan menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php