Hukum Judi Poker Menurut Pandangan Islam Berdasarkan Kriteria Judi

Hukum Judi Poker Menurut Pandangan Islam Berdasarkan Kriteria Judi – Apa hukum judi poker menurut pandangan islam? Hampir semua orang bertanya dan penasaran apakah permainan poker, apapun jenisnya, sebenarnya diperbolehkan atau tidak, lebih tepatnya, halal atau haram menurut islam? Artikel ini akan mengulas semuanya. 

Kenyataannya, poker memang termasuk sebuah judi. Uang akan ditukarkan dengan chip. Kemudian chip tersebut akan dipertaruhkan dalam permainan tersebut. Jika seorang pemain berhasil memperoleh chip yang berlipat maka si pemain tersebut bisa menukar semua chip dengan jumlah uang yang juga berlipat. Inti dari permainan ini adalah bertaruh sejumlah uang agar dapat melipatkan uang tersebut dalam waktu yang cukup pendek tanpa harus capek atau kesusahan untuk memperoleh uang. Well, mari kita simak secara detail penjelasan tentang poker dan hukumnya menurut pandangan agama islam.

Apa itu poker

Poker merupakan sejenis permainan kartu yang mana para pemain dituntut untuk menggabungkan keterampilan dan juga strategi. Apapun jenis permainan poker, taruhan tetaplah dilibatkan dalam permainan populer ini karena memang hal utama dari permainan ini adalah taruhan. Taruhan ini juga untuk menentukan pemenang di setiap kartu para pemain poker dengan beberapa kombinasi tertentu yang mana setiap pemain berhak menggunakan strategi masing-masing. Kartu remi yang digunakan dalam permainan poker ini adalah kartu remi dimana jumlahnya sebanyak 52 kartu.

Lalu, bagaimana cara memainkan permainan ini? Cara bermain poker ini bisa dibilang cukup mudah, yakni, langkah pertama, dealer atau seorang bandar di permainan joker123 ini akan membagikan kartu ke semua pemain. Jumlah kartu yang harus dibagikan di langkah awal ini adalah 2 kartu. Apabila seorang pemain memperoleh kartu yang bagus atau tinggi dan berniat untuk melangkah ke taruhan selanjutnya, maka tombo Call bisa atau harus ditekan oleh pemain tersebut untuk melanjutkan taruhan. Atau, bisa menelan tombol raise jika pemain ingin nilai taruhan bertambah. Namun, jika pemain memperoleh kartu yang mana nilainya terbilang tidak bagus atau rendah, maka tombol fold bisa di tekan oleh si pemain jika tidak ingin melanjutkan taruhan selanjutnya. Dan, jika pemain tetap penasaran, tombol check bisa ditekan pemain agar nilai taruhan pemain dapat bertambah. 

Hukum judi poker

Sebelum membahas hukum judi poker menurut pandangan islam, mari kita simak dulu beberapa kroteria judi. Berikut adalah penjelasannya:

Terdapat pihak (dua) yang saling bertaruh

Jika yang bertaruh dalam sebuah permainan hanyalah satu pihak, maka permainan tersebut tidak dikatakan sebagai judi. Artinya, permainan dapat disebut sebagai judi jika dua pihak atau lebih dari dua saling bertaruh. Karena memang itulah syarat sebuah judi.

Sebagai contoh dalam permainan panco, pemain 1 memberikan tantangan kepada pemain 2, pemain 1 berani mengeluarkan uang sejumlah 100 ribu jika pemain 2 tersebut dapat mengalahkan pemain pertama. Namun, pemain 2 tidak memberikan taruhan apapun, yang artinya jika pemain 2 kalah dalam permainan maka pemain 2 tidak akan kehilangan uang atau harta apapun. Maka, permainan panco tidak bisa disebut sebagai judi karena hanya ada satu pihak saja yang memberikan sebuah taruhan.

Harta yang dijadikan sebagai bahan taruhan

Jika yang menjadi bahan taruhan tidak termasuk dalam kategori harta, maka permainan tersebut bukanlah sebuah judi. Perlu anda ketahui, bentuk harta itu sangat beragam. Harta tersebut bisa berupa uang, atau beberapa benda yang sangat berharga contohnya perak, emas, gelang, jam tangan, perhiasan, kalung, tanah, rumah, kendaraan, atau bahkan surat yang berharga. Kemudian, harta pun dapat berupa sebuah jasa dimana jasa tersebut memiliki nilai tertentu. 

Namun, jika yang dijadikan sebagai bahan taruhan tidak termasuk kategori harta, contohnya sebuah taruhan agar memperoleh shaf atau barisan paling depan dimana cara bermainnya adalah dengan pengundian sebagaimana telah dijelaskan di sebuah hadits nabawi, artinya, undian yang dilakukan bukanlah sebuah judi.

Terdapat suatu undian atau perlombaan yand dapat menentukan siapa yang menang dan kalah

Kriteria judi yang ke tiga ini disebut di bahasa Arab dengan sebutan Mughalabah yang artinya sebuah pertaruhan dengan adanya pemenang dan juga yang kalah. Untuk bentuknya dapat serupa dengan undian yang mana tergantung nasib semua pihak yang terlibat. Selain itu, dapat juga hal lain seperti, kecerdasan, pikiran, kemampuan intelektual, atau hal penting lainnya. 

Namun, yang merupakan poin masalah dalam perjudian ini bukanlah untung atau undiannya, melainkan karena terdapat pihak yang kalah dan juga pemenang. Sedangkan bagaimana sebuah cara yang digunakan untuk menentukannya tidak ada hubungannya sama sekali dengan sebuah hukum perjudian tersebut.

Pemenang dapat memiliki harta pihak atau pemain yang kalah

Well, sebenarnya yang jadi poin utama di sebuah hukum judi yakni kriteria ke 4 ini, yakni terdapat sebuah ketentuan yang mana pihak yang dinyatakan sebagai pemenang dapat mengambil seluruh harta yang ditaruhkan pihak yang dinyatakan kalah. Yang kalah diharapkan ikhlas atau merelakan hartanya hilang atau diambil.

Intinya, jika dalam permainan poker memenuhi semua kriteria di atas, maka permainan poker disebut sebuah judi dan hukum judi poker menurut pandangan islam tersebut hukumnya.

Leave a Reply