MENYAPA SATWA

Beauty Bali with Keep Euphyllia

Posted: December 1st 2016

Terumbu karang merupakan salah satu biota laut yang memiliki peran besar bagi makhluk hidup dalam laut, terutama sebagai tempat tinggal/bernaung. Keberadaan terumbu karang sangat penting dan keindahannya juga dipengaruhi oleh keberadaan laut itu sendiri, sehingga bila kondisi laut tidak mendukung bagi terumbu karang, maka kehidupan spesies lainnya juga terancam. Indonesia terkenal dengan terumbu karangnya, karena merupakan negara kepulauan yang luas akan lautan.

Pasti kalian tau pulau Bali yang menjadi tujuan para wisatawan domestik maupun mancanegara dan mungkin kalian sudah pernah ke sana, karena budaya, pantai yang banyak, dan keindahan biota lautnya dari makroorganisme hingga mikroorganisme. Namun, beberapa spesies tersebut terancam keberadaannya terutama spesies Euphyllia sp. yang tergolong dalam kategori Vulnerable yang ditetapkan oleh IUCN.

Spesies Euphyllia sp. yang terancam di Bali diantaranya :

e-parancora-vulnerable e-ancora-gold-vulnerable e-baliensis e-glabrescens-near-threatened

Pojok kiri atas E. parancora (vulnerable), Tengah atas E. ancora (vulnerable), Pojok kanan atas E. baliensis, Pojok kiri bawah E. glabrescens (near threatened)

Perlu kita tau nih, di Bali ada spesies terumbu karang baru yaitu Euphyllia baliensis yang ditemukan pada tahun 2011, dan dijadikan spesies endemik Bali.

Setelah liat gambar itu, kita jadi tau kalo terumbu karang di Bali perlu dipertahankan karenan keindahannya, selain sebagai destinasi wisata yang dapat dinikmati keindahan dan berguna untuk ekosistem laut.

Kecantikan terumbu karang di Bali menginpirasi untuk adanya suatu gerakan yang membantuk Euphyllia yaitu  KEEP EUPHYLLIA

untitled2

Keep Euphyllia (KE) disusun dengan langkah sederhana namun diusahakan untuk dilakukan secara rutin. Proyek ini dilakukan melalui kerjasama antara saya dengan para penyelam (divers) lokal daerah Bali seperti daerah Karangasem dan Pemuteran. Tidak hanya berkoordinasi, namun praktik langsung di lapangan yaitu di laut perlu dilakukan. Umumnya pekerjaan para penyelam ahli (bersertifikat) di daerah tersebut adalah sebagai dive guide yang mengajak para turis menikmati keindahan bawah laut Bali. Fungsi sebagai guide ini harus dioptimalkan dengan fungsi mengajak dan mengajar pada wisatawan untuk menjaga keindahan bawah laut terutama terumbu karangnya, hal ini penting dilakukan, karena terdapat beberapa kasus bahwa terjadi pencemaran terumbu karang seperti adanya coretan atau goresan pada terumbu karang yang dapat memicu kerusakan terumbu karang.

Clean sea perlu dilakukan rutin oleh para penyelam dan dapat digabungkan dengan kegiatan guide and teach bersama para wisatawan dengan tujuan mengajak wisatawan pedulli secara langsung dengan membantu membersihkan sampah pada permukaan dan bawah laut. Keberadaan sampah mempengaruhi kondisi kimiawi dan biologis lautan yang berdampak pada keberadaan terumbu karang, maka sampah tersebut perlu dibersihkan secara rutin dan perlu dicegah. Sampah tersebut dapat berupa plastik, sampah buangan dari masyarakat (organik maupun anorganik), dan bangkai kapal di dasar laut.

Plants coral reef merupakan aksi nyata terhadap perbanyakan Euphyllia sp. melalui penanaman terumbu karang pada lahan tertentu yang harus disediakan terlebih dahulu. Penamanan terumbu karang sudah banyak dilakukan pada beberapa daerah dengan menanam pada suatu lahan (ex situ) kemudian pada usia tertentu diletakkan pada daerah yang diinginkan namun sesuai dengan habitat Euphyllia. Selain itu, dapat pula dilakukan secara in situ yaitu pada daerah ekosistem tumbuhnya terumbu karang dan secara transplantasi melalui penempelan fragmen pada bagian terumbu karang yang rusak. Setelah itu, dilakukan perawatan dan pemeriksaan terhadap pertumbuhan koloni yang ada secara rutin, sehingga diperoleh terumbu karang yang baik. Tujuan dari budidaya ini dapat diarahkan menuju rehabilitasi yaitu mengembalikan sebagian atau lebih ke ekosistem yang seperti semula, namun bila akan dilakukan restorasi masih perlu dipertimbangkan, karena membutuhkan waktu yang lama.


10 responses to “Beauty Bali with Keep Euphyllia”

  1. Maria Meita says:

    Aksi konservasi yang menarik, tetapi apakah semua mahasiswa bisa terlibat untuk itu ? Kalau bisa bagaimana caranya ? Terimakasih ?

    • weimanus says:

      makasi..
      Bisa saja, tp utk terjun langsung dlm penanaman butuh skill selam. Kalo mau ikut tnp skill tsb bisa dgn bantu studi literatur ttg coralnya atau metode tanamnya..

  2. anastasya says:

    keren sekali, semoga action plan yang yang telah dibuat dapat dilakukan dengan baik

  3. vetrahw says:

    Blog yang menarik terutama untuk program clean sea yang sangat dibutuhkan untuk laut Indonesia yang sudah dipenuhi oleh sampah. Semoga program tersebut dapat dimplementasikan ya

  4. Fimayri says:

    Dalam program ini, saudari weina berperan sebagai ap ya ?

  5. yuldinatabeo says:

    Cantik yaa Euphyllianyaa. Semoga dengan aksi konservasi ini dapat menyelamatkan populasi Euphyllia dan dapat terlaksana dengan baik. Semangaaaat

  6. Yuldina Andika Tabeo says:

    Cantik yaa Euphyllia. Semoga aksi konservasinya sukses. GBU

  7. cynthiawinny says:

    Interesting action plan wei.. semoga bisa terlaksan dengan baik.. Namun kira-kira bakal diterapkannya kapan nih?

    • weimanus says:

      makasi, cynthia..
      rencananya setelah saya lulus akan terjun ke lapangan lsg, sementara skrg masih mencari informasi dgn kerabat di Bali sana mengenai coral tsb…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php