We can do it

Buah Lokal vs Buah Impor

Posted: April 13th 2017

Hello kawan, kali ini penulis akan memberikan informasi baru, bukan terkait dengan konservasi satwa spesies terancam punah, tetapi terkait buah-buahan yang terdapat dipasaran. Baca yukk…. 🙂

Indonesia salah satu negara dengan biodiversitas yang tinggi, bukan hanya hewan melainkan tumbuh-tumbuhannya, sehingga keanekaragaman buah di Indonesia cukup tinggi pula. Namun akhir-akhir ini pasar produk buah-buahan di Indonesia telah dibanjiri oleh produk buah impor, yang merugikan produsen buah lokal karena harganya relatif lebih murah (Sayaka dkk., 2013). Buah impor tersebut sebagian besar berasal dari China, Amerika Seikat, Australia, dan beberapa negara lainnya. Pada tahun 2010, buah yang banyak diimpor adalah jeruk (204 ribu ton), apel (199 ribu ton), pir (111 ribu ton),anggur (44 ribu ton), durian (24 ribu ton), pisang (2.780 ton), semangka 1.129 ton, mangga (1.129 ton), dan semangka sebanyak 1.036 ton (Global Business Guide Indonesia,2012). Data tersebut menunjukkan bahwa tingkat impor buah di Indonesia cukup tinggi. Indonesia sebenarnya juga menjadi salah satu negara eksportir buah-buahan ke beberapa negara lain, tetapi dalam tingkat yang rendah. Untuk lebih tahu kondisi buah lokal dipasaran, maka perlu dilakukan surve ke beberapa pedagang buah (warung buah).

Surve warung buah-buahan dilakukan di daerah Jl. Laksda Adisucipto, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia, pada hari Minggu tanggal 9 April 2017. Warung buah tersebut menjual beberapa jenis buah yang terlihat enak dan segar, baik buah lokal asli Indonesia maupun buah impor dari negara lain. Menurut hasil wawancara dengan penjual di warung buah tersebut, buah lokal yang dijual berasal dari beberapa daerah di Indonesia  antara lain jeruk siem dari Jember, pisang emas dan pisang ambon dari Lampung, jambu biji merah  dari Klaten, semangga dari Banyuwangi, melon dari Klaten, apel manalagi dari Malang, pepaya Thailand dari Magelang, dan mangga dari Indramayu. Selain buah lokal beberapa buah impor yang juga dijual di warung buah tersebut adalah buah jeruk kino yang berasal dari Argentina, apel merah Washington dari Amerika,  apel fuji yang berasal dari China, buah pir Xiang Lie yang berasal dari China, dan Anggur Merah yang berasal dari Australia. Buah-buah yang dijual di warung tersebut diambil dari pasar induk setiap 2 hari sekali.

Pada warung buah tersebut buah-buah lokal jenisnya jauh lebih banyak daripada buah impor, hanya saja jumlah setiap jenisnya tidak sebanyak jumlah setiap jenis buah impor yang ada. Menurut penjual buah impor lebih banyak diminati konsumen, selain itu masa simpan buah impor lebih lama dari pada buah lokal sehingga kerugian penjual juga lebih kecil. Buah impor mampu bertahan hingga 2 minggu sedangkan buah lokal hanya mampu bertahan seminggu saja.

Berdasarkan hasil surve yang telah dilakukan, sebenarnya buah lokal di Indonesia produksinya cukup tinggi, dan jenis-jenisnya juga banyak. Kepeminatan konsumen yang kurang mungkin disebabkan oleh kualitas buah lokal Indonesia belum sebaik buah impor dan pemikiran para konsumen yang lebih mengunggulkan produk impor dibandingkan produk lokal. Buah lokal Indonesia masih perlu pengembangan dan pengawasan secara maksimal, sehingga kualitas dan kuantitasnya semakin meningkat dan dapat bersaing dipasar global.

Berikut adalah beberapa gambar buah hasil surve :

Gambar 1. Buah Impor (Apel Merah Washington, Anggur Merah, Jeruk Kino )

Gambar 2. Buah-buahn Lokal

                    Sekian untuk informasi kali ini, semoga bermanfaat 🙂 , tunggu informasi selanjutnya yak.. yang pasti lebih seru.

 

Referensi :

Global Business Guide Indonesia(2012). Overview of Indonesia’s Horticulture Sector – Fruit & Vegetables. http://www. gbgindonesia.com/agriculture.
Sayaka, B., Pasaribu, S. M., Azahari, D. H., Marisa, Y., Nuryanti, S., Saubari, E. A. 2013. Analisis struktur prilaku kinerja pasar buah-buahan. Proposal Operasional. Pusat Sosial      Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

 

Tugas surve warung buah yang ada di Yogyakarta, Mata kuliah Konservasi Sumberdaya Lokal

kelompok 5 :

Andi Susanto

Jumirah

Valentina Elsa


4 responses to “Buah Lokal vs Buah Impor”

  1. natallia95 says:

    Artikel yang sangat menarik. Memberkan infromasi yang sangat jelas dan informatif. Pertanyaan saya terlepas dari faktor-faktor banyaknya buah impor di atas, apa alasan pedagang buah banyak menjual buah impor?

    • Irajumira says:

      terimakasih sudah membaca 🙂
      menurut pendapat kami, karena pedagang buah memiliki tujuan bisnis untuk mencari keuntungan, para pedagang melihat lebih melihat potensi buah impor yang lebih banyak diminati dan sering dicari konsumen, sehingga para pedagang tersebut menjadikan buah impor sebagai buah andalan yang lebih menguntungkan. selain itu karena buah impor memiliki masa simpan atau daya tahan lebih baik.

  2. victoriaintan08 says:

    wahh ternyata lumayan banyak juga yah buah impor yang dijual. menurut kalian bagaimana cara meningkatkan kualitas buah lokal agar tidak kalah saing dengan buah impor? 🙂

  3. krisdianti says:

    terimaksih untuk informasi yang telah dibagikan melalui blog ini. saya berharap dengan adanya tulisan ini dapat meningkatkan kesadaran kita untuk ikut beperan aktif dalam memajukan penjualan buah lokal baik skala nasional maupun internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php