We can do it

Lamongan Kawasan Minapolitan

Posted: February 19th 2017

Hello kawan, kali ini penulis akan memberi sedikit informasi yang berbeda dari biasanya. Kalau yang biasanya terkait dengan fauna dan flora endemik yang terancam punah, dan upaya konservasi, untuk kali ini penulis akan membahas sumber daya perikanan. Yuk yuk baca…  🙂

Indonesia merupakan salah satu negara maritim, dimana sebagian besar wilayahnya didominasi oleh lautan. Tak heran jika hasil lautnya sangat berlimpah. Lamongan merupakan salah satu daerah di Propinsi Jawa Timur yang memiliki potensi besar dalam bidang perikanan dan kelautan, diantaranya adalah perikanan tangkap, perikanan budidaya, dan lain-lainnya. Penangkapan ikan di daerah Lamongan terpusat di Kecamatan Paciran dan Kecamatan Brondong serta memiliki lima empat pendaratan ikan, mulai dari arah timur ke barat yaitu Weru, Kranji, Brondong, Labuhan, dan Lohgung, dimana tangkapan paling tinggi  berada di pelabuhan perikanan nusantara Brondong yang mampu mencapai sekitar 100 ton/hari, sedangkan untuk wilayah lainnya hanya sekitar 10 ton/hari. Hasil perikanan ini dimanfaatkan terutama untuk memenuhi kebutuhan pokok yaitu sumber protein hewani (Ghozali, 2013).

Berikut adalah data tentang jumlah tangkapan ikan mulai dari tahun 1999-2008 di daerah pelabuhan perikanan nusantara Brondong, Lamongan.

Tabel 1. Produksi Ikan dan Nilai Ikan Tahun 1999 – 2008

No Tahun Jumlah total
Volume (ton) Nilai (Rp.000) Harga rata2/Kg
1 1999 22.872 31.490.295 1.377
2 2000 18.304 26.441.031 1.445
3 2001 23.352 33.900.386 1.452
4 2002 23.107 30.173.912 1.306
5 2003 30.288 107.165.722 3.538
6 2004 45.947 209.729.756 4.565
7 2005 39.295 229.885.367 5.850
8 2006 46.569 306.464.220 6.581
9 2007 60.769 421.183.449 6.931
10 2008 52.249 442.323.513 8.466

Sumber : PPN Brondong, Statistik Perikanan 2008 dalam Utami (2008).

Gambar 2. Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong

           Berdasarkan tabel 1 diatas dapat diketahui bahwa hasil perikanan daerah Lamongan setiap tahunnya fluktuatif, tetapi cenderung meninggkat. Khususnya di wilayah Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong mulai tahun 2003. Hal tersebut disebabkan alat bantu penangkapan ikan sudah canggih. Selain itu adanya krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun sebelumnya ternyata memberikan dampak positif untuk perikanan di Kabupaten Lamongan di mana pada tahun tersebut harga jual ikan semakin tinggi sehingga usaha di bidang penangkapan menjadi suatu usaha yang sangat menguntungkan dibanding usaha-usaha lain yang tengah krisis, sehingga mendorong pesatnya operasi penangkapan ikan. Adanya kemajuan teknologi informasi juga mendukung peningkatan pendapatan dari hasil perikanan, dimana informasi pasar sangat mudah diketahui meski dengan jarak jauh (Utami, 2016).

Pada tahun 2012 rata-rata produksi penangkapan ikan di laut mencapai 64.000 ton/tahun, dengan jumlah kapal 5.617 unit.  Hasil tangkapannya berupa ikan layang, tongkol, kuningan, tengiri, kakap merah, rajungan, dan cumi-cumi. Hasil produksi pada usaha pengolahan ikan pada tahun 2012 mencapai 23.940.000 ton. Selain itu jumlah perusahaan pengolahan ikan atau udang di daerah Lamongan pada tahun 2012  sudah cukup banyak, yang terdiri dari perusahaan tepung ikan, cold storrage, krupuk ikan dan udang.  Selain perusahaan juga terdapat pihak pengolah sebanyak 425 orang yang termasuk pengolahan secara tradisional (Ghozali, 2013).

 

Gambar 3. Ikan Hasil Tangkapan

          Menurut Dinas Kominfo Jatim, pada tahun 2015 produksi perikanan Lamongan juga mengalami peningkatan yaitu sebesar 4,23 persen dibandingkan tahun 2014, yaitu dari 116.972,36 ton menjadi 121.915,40 ton. Hal tersebut sudah melebihi target yang hanya sebesar 109.237,56 ton. Hasil produksi tahun 2015, meliputi perikanan tangkap laut sebesar 72.346 ton, perairan umum 2.964,5 ton dan perikanan budidaya 46.604,9 ton. Sedangkan yang ditargetkan hanya sebesar 64.725 ton perikanan tangkap laut, 3.105,56 ton perairan umum dan 41.407 ton perikanan budidaya. Sedangkan jika dilihat dari target perairan umum, produksi perikanan tahun 2015 sebenarnya mengalami penurunan. Hal itu disebabkan lamanya musim kemarau yang melanda Kabupaten Lamongan, sehingga tingkat produktifitas petani tambak sepanjang tahun 2015 menurun.

Besarnya kegiatan perikanan di daerah Lamongan menjadikan Lamongan sebagi kawasan Minapolitan (salah satu kebijakan pemerintah daerah dalam upaya pengembangan kawasan ekonomi unggulan yang lebih produktif dalam kegiatan perikanan). Tetapi adanya produksi yang besar tersebut tidak menunjukkan peningkatan kesejahteraan nelayan. Sebagian besar ikan hasil tangkapan dijual begitu saja tanpa ada nilai tambah dan kualitas produksi olahan yang masih kurang (Dinas Kominfo Jatim, 2016). Kegiatan perikanan ini oleh masyarakat setempat merupakan mata pencaharian mereka. Hasil tangkapan yang berlimpah akan dijual atau diolah. Kegiatan pengolahan ikan di daerah Lamongan ini masih cenderung dilakukan secara tradisional yaitu dengan pemindangan, pengeringan, pembuatan terasi, pendinginan, serta pembuatan petis. Sedangkan untuk pengolahan secara modern yaitu dengan diolah menjadi tepung dan cold storrage (Ghozali, 2013).

Beberapa upaya optimalisasi untuk meningkatan nilai tambah hasil perikanan dan pengembangan produk olahan di daerah Lamongan telah diterapkan seperti peningkatan  pengelolaan sumber daya ikan di wilayah perairan laut dengan stategi dan prioritas, peningkatan pemberdayaan nelayan dan masyarakat pesisir, peningkatan pengkajian mutu hasil perikanan, pengembangan kemitraan produsen dan pengusaha, peningkatan nilai tambah hasil perikanan dan lainnya, tetapi hasilnya masih tergolong rendah. Dengan kegiatan perikanan yang besar harusnya Lamongan dapat lebih meningkatkan nilai tambah hasil perikanannya.

Pada tahun 2016 lalu, sempat juga dikabarkan bahwa banyak ikan yang mati di daerah Brondong dan Paciran Lamongan. Para nelayan melaporkan bahwa tangkapan ikan mereka mengalami penurunan, karena ikan dalam radius 4 hingga 5 mil dari lepas pantai mati. Kondisi ikan tangkapan sudah menguning bahkan ada yang sudah menghitam. Hal tersebut diduga karena adanya pencemaran limbah di perairan lepas, tetapi belum diketahui pabrik mana yang membuang limbahnya langsung ke laut (Arfah, 2016).

Adanya kebijakan pembangunan perikanan meliputi pengelolaan sumberdaya perikanan berkelanjutan, pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan,  peningkatan sumberdaya manusia, dan pemulihan dan perlindungan potensi sumberdaya perikanan dan lingkungannya sangat penting untuk menjamin terciptanya kondisi perikanan yang semakin baik dan dapat terus berlanjut.

Udah dulu ya kawan..semoga bermanfaat, ketemu lagi di tulisan selanjutnya… 🙂

 

Referensi :

Arfah, H. 14 November 2016. Banyak Ikan Mati Diduga karena Limbah, Nelayan di Paciran Lapor Polisi. http://regional.kompas.com/read/2016/11/14/11333591/banyak.ikan.mati.diduga.kare (Diakses, 18 Februari 2017).

Ghozali, I. 2013. Perancangan pusat industri pengalengan ikan layang Di kelurahan Brondong Lamongan (arsitektur hijau). Tugas Akhir. Jurusan Teknik Arsitektur. Fakultas sains dan Teknologi. UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang.

Utami, I. D. 2016. Perkembangan Perikanan Lamongan. Avatara e-Journal Pendidikan Sejarah 4(3): 823-842.

http://kominfo.jatimprov.go.id/read/umum/lamongan-penghasil-perikanan-terbesar-di-jatim (Diakses, 18 Februari 2017).


11 responses to “Lamongan Kawasan Minapolitan”

  1. ulasannya sudah meranik dan saya memiliki pertanyaan bagaimana cara penangkapan ikan didaerah tersebut apakah dengan cara tradisonal atau dengan cara modern?

    • Irajumira says:

      terimakasih sudah mau membaca,
      untuk cara penangkapan ikan di daerah Lamongan (Brondong-Paciran) penangkapan ikan masih dilakukan dengan cara tradisional yaitu salah satunya dengan menggunakan jaring Dogol atau Jaring cantrang, yaitu semacam jaring ikan biasa yang dibagian bawah diberi semacam pemberat. untuk info lebih jelasnya bisa dilihat di jurnal yang ada di referensi.

  2. Valentina Elsa says:

    informasi yang menarik.
    melihat beberapa kasus diatas (penurunan penangkapan dan adanya limbah), apakah ada upaya yang akan anda lakukan atau anda berikan untuk meningkatkan kualitas perikanan yang ada di lamongan?

    • Irajumira says:

      terimakasih sudah membaca..
      sebagai seorang mahasiswa biologi upaya yang dapat saya lakukan adalah melakukan penelitian terkait limbah yang menyebabkan penurunan hasil tangkapan perikanan tersebut, dengan adanya penelitian tersebut maka akan didapat solusi untuk mengatasi masalah tersebut, selain itu upaya bersama dalam melestarikan lingkungan sekitar juga penting dilakukan untuk menjaga habitat perikanan disana.

  3. victoriaintan08 says:

    tulisan yang menarik. semoga bidang kelautan semakin banyak diminati sehingga dapat meningkatkan perekonomian bangsa terutama masyarakt lokal 😀 #Mariberjuang 😉

  4. kevinisaac says:

    Semoga permasalahan limbah yang berdampak buruk dapat segera diatasi pada pantai Lamongan sehingga pemanfaatan ikan nila dan sumber daya alam di lokasi tersebut dapat lebih dari tahun-tahun sebelumnya.

  5. krisdianti says:

    Perikanan merupakan salah satu sektor yang memegang peranan penting dalam kemajuan dan pendapatan negara, namun dalam prakteknya seringkali ditemui masalah seperti kematian ikan yang banyak seperti yang sudah disebutkan dalam tulisan ini. Pertanyaan saya untuk tulisan ini adalah apakah ada cara efektif yang dilakukan untuk mencegah kasus ini terulang kembali selain kebijakan pembangunan perikanan ?

    • Irajumira says:

      terimakasih sudah membaca,
      untuk cara efektif yang dilakukan saat ini masih belum ada, tapi mungkin dengan menambahkan bakteri indigenus untuk mengurai limbah yang ada. lha itu merupakan salah satu tugas kita sebagai orang biologi untuk melakukan penelitian terkait itu. 🙂

  6. natallia95 says:

    Artikel yang sangat menarik, sangat lengkap disertai dengan data-data yang sangat mendukung, sehingga banyak informasi yang didapat pembaca. komentar saya mengenai kegiatan pengolahan dan penangkapan ikan di daerah Lamongan masih cenderung dilakukan secara tradisional, sayang sekali masih dilakukan secara tradisional, jika dilakukan secara modern tentu akan menghasilkan nilai tambah hasil perikanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php