Ronaldinho Dibebaskan serta Diletakkan Untuk Tahanan Rumah di Hotel Eksklusif

source: wartabola.id

Dikutip dari Warta bola, bekas bintang pemain sepak bola Barcelona serta AC Milan, Ronaldinho diberitakan sudah dibebaskan dari penjara di Paraguay serta sekarang tengah diletakkan dalam suatu hotel eksklusif namanya Palmaroga Hotel untuk tahanan rumah pada saat proses penyelidikan masalah paspor palsu terus berjalan.

Pemain dari Brazil itu awalnya diamankan oleh faksi berkuasa di Paraguay sebab memakai paspor palsu saat datang di Paraguay untuk mempromokan buku autobiografinya. Paspor palsu itu disadari Ronaldinho untuk hadiah dari seorang pelaku bisnis asal Brazil, Wilmondes, Sousa Liria. Bersama-sama sang kakak, Roberto de Assis, Ronaldiho harus mendekam dalam suatu penjara di Asuncion untuk bertanggung jawab aksi kriminalnya.

Menariknya, saat di penjara, Ronaldinho pernah bermain sepak bola bersama-sama terpidana lain lakukan photo bersama-sama dan mengunggahnya di media sosial.

Tetapi, sesudah 1 bulan lamanya mendekam di penjara, Ronaldinho sekarang dikeluarkan serta diletakkan untuk tahanan rumah. Disamping itu, mereka diwajibkan bayar semasing 650 ribu poundsterling untuk agunan.

Saat putuskan Ronaldinho serta kakaknya untuk tahanan rumah, hakim Gustavo Amarilla menjelaskan, “Saya putuskan untuk tempatkan mereka untuk tahanan rumah sebab proses penyelidikan telah dalam tingkat lanjut, tidak sama dengan satu bulan kemarin. ”

Manchester City Tidak Merumahkan Stafnya

Manchester City mengambil langkah yang berbeda dengan Tottenham Hotspur dan Liverpool terkait krisis karena Corona. Mereka memilih untuk tidak merumahkan staf.

Sejauh ini ada lima Klub Premier League yang menfaatkan aturan Pemerintah untuk situasi krisi yang dikarenakan virus Corona. Aturan itu memberikan peluang ke klub-klub untuk merumahkan staf yang bukan berada di tim utama serta hanya membayar 20% dari gaji.

Kompetisi yang ditangguhkan otomatis seluruh aktivitas klub menjadi minim dan pemasukan juga tidak ada. Karena itulah 80% gaji staf sementara dibayarkan oleh pemerintah selama periode krisis berlangsung.

Manchester City memutuskan untuk mengambil langkah yang berbeda dari rivalnya dan tidak merumahkan karyawan. Keputusan ini menjadikan mereka sebagai klub Premier League pertama yang tidak merumahkan karyawan.

“Kami bisa mengkonfirmasikan, menyusul dengan keputusan dari Chairman dan dewa direksi pekan lalu, Manchester City tidak akan memakai Skema Retensi Pekerjaan Virus Corona dari Pemerintah Britania Raya,” ujar juru bicara Manchester City dikutip dari Sky Sports.

“Tekad kami adalah melindungi orang-orang kami, pekerjaan mereka dan bisnis kami, sementara pada saat yang bersamaan kami akan melakukan apa yang bisa dilakukan untuk bisa menyokong komunitas yang lebih luas di masa yang paling menantng untuk semua orang ini,” tambahnya.

“Kami bisa mengkonfirmasikan, menyusul dengan keputusan dari Chairman dan dewa direksi pekan lalu, Manchester City tidak akan memakai Skema Retensi Pekerjaan Virus Corona dari Pemerintah Britania Raya,” ujar juru bicara Manchester City dikutip dari Sky Sports.

“Tekad kami adalah melindungi orang-orang kami, pekerjaan mereka dan bisnis kami, sementara pada saat yang bersamaan kami akan melakukan apa yang bisa dilakukan untuk bisa menyokong komunitas yang lebih luas di masa yang paling menantng untuk semua orang ini,” tambahnya.

“Kami bisa mengkonfirmasikan, menyusul dengan keputusan dari Chairman dan dewa direksi pekan lalu, Manchester City tidak akan memakai Skema Retensi Pekerjaan Virus Corona dari Pemerintah Britania Raya,” ujar juru bicara Manchester City dikutip dari Sky Sports.

“Tekad kami adalah melindungi orang-orang kami, pekerjaan mereka dan bisnis kami, sementara pada saat yang bersamaan kami akan melakukan apa yang bisa dilakukan untuk bisa menyokong komunitas yang lebih luas di masa yang paling menantng untuk semua orang ini,” tambahnya.