Vinsensius Adityo

Blog Archives


Semua Berawal dari Kita

Posted: November 8th 2012

Semua Berawal dari Kita[1]                 Mengapa saya memberi judul seperti di atas? Semua berawal dari keprihatinan di kelas penulis, di mana muncul sikap egois, relasi yang terjadi tidak berlandaskan semangat sense of belonging; belum adanya rasa saling memiliki satu sama lain. Dan yang terjadi adalah ngomongin orang di belakang atau dalam bahasa jawa-nya disebut “Ngrasani”. Entah pengalaman ini dirasakan juga di kelas lain atau tidak. Namun berharap dari tulisan kecil ini, semua bisa belajar untuk memiliki rasa saling memiliki. Bukan bermaksud mengungkapkan kejelekan, namun sering kali perlu adanya penyadaran yang tidak harus dengan frontal di ucapkan melalui mulut, tetapi dari tulisan-tulisan kecil semacam ini. Mungkin hal ini juga terjadi tidak hanya di kelas kami, mungkin juga di kelas lain atau bahkan kakak tingkat kita, walaupun sudah lama di kampus, namun mungkin sikap egois itu masih muncul. Semoga dari tulisa ini, kita semua belajar tentang artinya saling memiliki. Semua berawal dari … Read more


Nrimo Ing Pandum

Posted: November 8th 2012

Nrimo Ing Pandum[1] Menjadi Pribadi yang Sederhana dengan Segala Kekayaannya[2]                 Pernah mendengar kisah tentang seorang nelayan dengan seorang pengusaha? Pada intinya, cerita tersebut mau mengajarkan bagaimana mensyukuri Rahmat Tuhan yang diberikan kepadanya. Mensyukuri menjadi hal yang susah ditanamkan dalam diri manusia pada zaman ini, di mana manusia termakan oleh konsumerisme dan hedonisme; lebih menuruti gengsi dari pada kebutuhan yang perlu atau urgent. Ini bukan soal iri tentang rahmat yang berbeda-beda. Kalau memang rezeki iu pastilah Tuhan yang atur. Namun, pernahkah Anda mengalami yang namanya kurang puas akan suatu hal? Ketika kita melihat harta yang kita miliki, pasti saja ingin selalu mendapat lebih dan lebih lagi? Memang manusia memiliki sifat tidak mudah puas. Namun pernahkah kita mensyukuri Rahmat yang Tuhan berikan, entah kurang atau lebih Rahmat yang diberikan-Nya itu? “Menjadi Pribadi yang Sederhana dengan Segala Kekayaannya.” Kata-kata Mgr. Ignasius Suharyo Pr di atas menjadi menarik dan relevan dibicarakan pada masa … Read more


Bingkisan Kesetiaan dari-Ku(,) Untukmu

Posted: October 30th 2012

I’ll Be home for Christmas… I’ll Be home for Christmas… Suasana hati telah diwarnai dengan nuansa natal. 25 Desember 2010 menjadi tanggal di mana aku menerima bingkisan besar dari-Nya. Sungguh senangnya hati ini, yap… liburan natal. Liburan di mana aku dapat berkunjung kepada orang tua dan menikmati hari-hariku di dalam keluarga. Bingkisan yang Ia berikan kepadaku ini sungguh berarti bagiku. Bukan berupa benda-benda, melainkan bingkisan yang berisi banyak hal, yakni berisi kisah-kisah liburanku bersama keluarga dan Tuhan sendiri yang hadir dalam liburanku. Dan bingkisan ini, ingin ku bagikan pula kepada semua orang.             Jingle Bell…Jingle Bell… Jingle All The Way…             25 Desember 2010, menjadi saat-saat yang ku nanti-nantikan, di mana hari itu adalah hariku untuk mengunjungi keluargaku di rumah. Sungguh senangnya hati ini, di mana suasana itu diwarnai dengan lagu-lagu natal.  Setelah menjalani satu semester yang cukup melelahkan, akhirnya aku dapat bersantai sejenak, menikmati bingkisan natal yang Tuhan berikan … Read more


Aku (Harus) Pergi Meninggalkan Merapiku(,) Semata Untuk Hidupku

Posted: October 30th 2012

Abu masih turun menghujani kota Magelang. Merapi masih menampakkan kegeramannya. Awan panas masih turun dan menakuti banyak orang. Masih banyak warga yang perlu mengungsi. Dan korban masih terus diefakuasi. Sungguh murka merapi masih sangat tarasa pada waktu itu. Rasa takut yang masih terus dominan mewarnai Magelang dan warga Indonesia. Namun di tengah rasa takut itu, kami, para seminaris diajak untuk menyingkir sejenak. Kami harus mengadakan retret[1] di Parakan, Temanggung. Sontak hatiku ingin berteriak, “Dit, tega-teganya kamu, masih banyak orang yang membutuhkan bantuan, kamu malah pergi retret. Gila!!!” Hatiku terus berteriak demikian. Sungguh perasaan tidak rela dan perasaan tidak tega itu aku rasakan, karena aku berpikir sebegitu egoisnya kami, meninggalkan keadaan yang seperti itu, hanya untuk retret. Aku sungguh bingung. Aku harus memilih yang mana. Antara hidupku dan hidup orang lain. Ketika para relawan masih sibuk menyediakan dirinya untuk membantu para korban bencana merapi dan masih banyak orang yang membutuhkan bantuan, … Read more


Be a Power Full Human

Posted: October 30th 2012

“Proses belajar itu akan terus berlanjut di dalam hidup kita. Kalau kita salah dan mengalami kegagalan, itu tidak apa-apa, karena kita masih belajar. Tapi selanjutnya kita tidak boleh jatuh pada kegagalan yang sama. Maka beranilah untuk mencoba, karena dengan mencoba, kita dapat belajar untuk menjadi pribadi yang tangguh dan tahan banting.” ~Rm Vincensius Kirjito Pr~   Dari live-in selama lima hari yang telah saya lalui, saya sungguh merasa diteguhkan dalam menjalani hidup saya. Saya belajar dan diajari oleh orang-orang sederhana, yakni petani dan lagi saya semakin dikuatkan untuk melangkah dalam hidup saya selanjutnya oleh seorang imam yang boleh dikatakan arif dan bijak. Inilah secarik hikmah yang ku dapatkan selama live-in.   Mertoyudan, 17 Oktober 2010 Dari sinilah perutusan itu dimulai. Kami diajak oleh kepamongan untuk menulis surat lamaran tempat live-in. Pada awal saya menulis surat lamaran itu, saya pribadi bingung menentukan tempat yang ingin saya tinggali untuk live-in. Dan memang … Read more


The Answer

Posted: October 30th 2012

Sebuah Pencarian Jawaban atas kehidupan “Mengapa aku dilahirkan ke dunia? Apa yang Tuhan kehendaki padaku? Apa yang hendak Tuhan lakukan terhadapku?”                 Awal sebuah kisah dari seorang ksatria bernama Dewabrata yang dilahirkan di Astinapura. Seorang ksatria yang mencari makna atas kehidupannya di dunia. Demi mencari sebuah bunga utpala biru yang dapat menentramkan jiwanya, ia harus melewati tujuh tahap pemurnian diri yang diajarkan oleh Rama Bargawa kepadanya, ia mencoba untuk menjadi seorang ksatria yang tangguh. Melalui perjuangan yang tak mudah tentunya. Ia mengalami berbagai macam cobaan yang mencobainya di sepanjang jalan. Mengalami peperangan dengan beberapa begal, sampai ketertarikannya terhadap dua orang wanita yang pernah ia temui dalam perjalanannya. Pengalaman jatuh cinta dan dicintai, pernah dialami oleh Dewabrata sebagai salah satu tahap pendewasaan diri dan penemuan jawaban atas kehidupannya di dunia. Namun akhirnya karena kehadiran seorang seorang patih bernama patih Danureja, yang licik dan kejam, datang di tengah mereka, akhirnya cinta itu … Read more


Sebenarnya Cinta

Posted: October 30th 2012

Satu detik lalu dua hati terbang tinggi , lihat indahnya dunia membuat hati terbawa.                 Waktu terus berjalan dan berlalu sekejap, akhirnya aku tersadar bahwa aku sudah melangkah sejauh ini. Mencoba untuk melihat jejakku yang telah ku buat dalam hidupku. Jejak-jejak yang telah ku lalui di dunia, dalam naungan rahmat-Nya yang sungguh aku rasakan dalam hidup. Sejarah yang telah ku buat bersama keluargaku, sanak saudara dan banyak orang yang telah aku temui, ternyata memang semuanya tak pernah lepas dari rahmat-Nya ini. Awal perutusanku ke dunia, dari bayi sampai 15 tahun usiaku, menikmati indahnya dunia dan keduniawaiannya, ternyata telah membawaku pada sebuah permenungan, bahwa aku menemukan sesuatu dari Allah sendiri, yang memberiku warna hidup, pelajaran dan rangkaian makna. Dan hal itu adalah cinta, cinta dari Allah sendiri yang terus memberiku nafas kehidupan dan memberiku kekuatan sampai sejauh ini. Tuhan memberikan cinta-Nya kepadaku. Dan bukti cinta-Nya itu nyata dalam hidupku. Bukan hanya … Read more


It’s All About Act, Trust and Responsibility

Posted: October 30th 2012

Oleh: Vinsensius Adityo Ari Nugroho/XIIPS/25             “Cover Me! Regroup team! Terrorist win!”             Apa yang muncul di benak Anda ketika mendengar kata-kata di atas? Mungkin Anda lebih kenal atau tepatnya lebih canggih dalam memainkan permainan ini. Yap… inilah game yang mungkin pernah kita mainkan, Counter-Strike atau CS[1]. Kalau dibilang game ini mengasyikkan, memang banyak remaja telah membuktikan bahwa game ini banyak digandrungi dan dimainkan karena memang asyik. Kita dapat meluangkan waktu berjam-jam untuk memainkan game ini. Duduk di warnet atau meng-install sendiri game ini di komputer. Duduk dengan tenang, tangan kanan memegang mouse, tangan kiri pada keyboard, dan aksi serang menyerang pun dimulai. Tanpa sadar kita telah dibawa pada sebuah dunia yang mengasyikkan, di mana semua penat dapat hilang, sekaligus imajinasi manusia diajak untuk berfantasi menjadi seorang penembak professional. Tapi tepatkah bila hal itu dilakukan di tempat yang ketat dengan peraturan di mana game itu dilarang untuk dimainkan selama proses … Read more



© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php