Vinsensius Adityo

Semua Berawal dari Kita

Posted: November 8th 2012

Semua Berawal dari Kita[1]

                Mengapa saya memberi judul seperti di atas? Semua berawal dari keprihatinan di kelas penulis, di mana muncul sikap egois, relasi yang terjadi tidak berlandaskan semangat sense of belonging; belum adanya rasa saling memiliki satu sama lain. Dan yang terjadi adalah ngomongin orang di belakang atau dalam bahasa jawa-nya disebut “Ngrasani”. Entah pengalaman ini dirasakan juga di kelas lain atau tidak. Namun berharap dari tulisan kecil ini, semua bisa belajar untuk memiliki rasa saling memiliki.

Bukan bermaksud mengungkapkan kejelekan, namun sering kali perlu adanya penyadaran yang tidak harus dengan frontal di ucapkan melalui mulut, tetapi dari tulisan-tulisan kecil semacam ini. Mungkin hal ini juga terjadi tidak hanya di kelas kami, mungkin juga di kelas lain atau bahkan kakak tingkat kita, walaupun sudah lama di kampus, namun mungkin sikap egois itu masih muncul. Semoga dari tulisa ini, kita semua belajar tentang artinya saling memiliki.

Semua berawal dari kita

Berangkat dari inisiatif kita itulah yang diharapkan muncul, bukan dari orang lain. Kepekaan untuk saling berbagi dan melangkapi tentulah penting, maka muncullah judul di atas. Semua berawal dari inisiatif kita untuk mewujudkan kerukunan dan keharmonisan di dalam kelas. Inisiatif yang muncul itu adalah rasa saling memiliki yang hendaknya kita tumbuhkan di dalam kelas, bukan malah ngrasani. Ngrasani itu hanya berani di belakang, boleh dibilang hanya pengecut yang nyaman dalam ketidak-nyamanannya. Kita tahu akibatnya ngrasani itu seperti apa; yang ada bukannya perubahan, tetapi hanyalah kata-kata yang tidak berguna dalam hidup kita.

Mari kita bangkitkan keharmonisan di kelas kita masing-masing. Dan semua berawal dari inisiatif kita menciptakan kerukunan itu, agar belajar di kelas menjadi lebih nyaman dan kondusif.

Adapun hal-hal yang dapat kita lakukan, yakni :

  1. Hendaklah kita membaur.
  2. Hindari ngrasani atau ngomongi kejelekan di belakang.
  3. Belajarnya memunculkan inisiatif dalam diri kita.
  4. Munculkan inisiatif baik itu pula di lingkungan sekitar kita.

Memang baru sedikit hal yang bisa saya temukan. Namun harapan saya adalah bahwa Anda bisa menemukan dan menambahkan inisiatif baik Anda dalam hidup Anda pribadi serta mewujudkan dalam hidup Anda.

Penutup

Semua berawal dari kita, menjadi menarik dalam masalah ini. Maka marilah kita mulai munculkan inisiatif itu dari kita, dan kita bagikan dalam hidup kita, kebaikan-kebaikan yang telah kita peroleh. Jadilah pribadi yang memiliki sense of belonging atau rasa saling memiliki kalian, bahwa kita semua berjuang bersama-sama, kita sukses bersama-sama dengan usaha bersama-sama menciptakan dan membuat segalanya menjadi baik.


[1] Jargon minuman Aqua.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php