Vinsensius Adityo

It’s All About Act, Trust and Responsibility

Posted: October 30th 2012

Oleh: Vinsensius Adityo Ari Nugroho/XIIPS/25

            “Cover Me! Regroup team! Terrorist win!”

            Apa yang muncul di benak Anda ketika mendengar kata-kata di atas? Mungkin Anda lebih kenal atau tepatnya lebih canggih dalam memainkan permainan ini. Yap… inilah game yang mungkin pernah kita mainkan, Counter-Strike atau CS[1].

Kalau dibilang game ini mengasyikkan, memang banyak remaja telah membuktikan bahwa game ini banyak digandrungi dan dimainkan karena memang asyik. Kita dapat meluangkan waktu berjam-jam untuk memainkan game ini. Duduk di warnet atau meng-install sendiri game ini di komputer. Duduk dengan tenang, tangan kanan memegang mouse, tangan kiri pada keyboard, dan aksi serang menyerang pun dimulai. Tanpa sadar kita telah dibawa pada sebuah dunia yang mengasyikkan, di mana semua penat dapat hilang, sekaligus imajinasi manusia diajak untuk berfantasi menjadi seorang penembak professional. Tapi tepatkah bila hal itu dilakukan di tempat yang ketat dengan peraturan di mana game itu dilarang untuk dimainkan selama proses pematangan hidup? Inilah secarik kisah tentang tindakan indisipliner[2]ku ketika aku menjabat sebagai bidel[3] komputer.

Saat itu aku dipercaya oleh teman-teman seangkatanku, bahwa semester ini aku bertugas sebagai bidel komputer, dan oleh kepamongan[4], aku bersama salah satu rekanku dipercaya untuk mengurusi komputer-komputer yang ada di angkatan. Karena pada saat itu kartul[5] kami sudah selesai dan komputer yang senggang karena sudah tidak banyak yang sibuk mengerjakan karya tulis, maka untuk melepas penat kami juga untuk mengisi waktu luang itu, di-install-lah game itu. Suatu malam di hari Jum’at, di saat suasana terasa sunyi dan senyap pada pukul 20.00 WIB. Saat itu suasana hatiku sedang suntuk dan bingung mau ngapain; mau nulis refleksi harian, kug bosan, mau belajar, belum ada ulangan he!!! Akhirnya terlintas di dalam pikiranku untuk nge-game. Padahal hari Jum’at itu hari suci bagi Seminari, di mana kami harus hening dan diam agar kami bisa merenung dan menemukan Tuhan dalam keheningan itu. Tapi apa yang ku lakukan, dengan cepatnya pikiran liar itu muncul dan akhirnya menarikku untuk melakukan hal itu. Permainan terus berlanjut dan aku terlarut dalam euphoria permainan itu, sampai tidak sadar bahwa Romo Pamong masuk ke ruang officiales[6]. Karena kurang lihainya tanganku untuk segera menyembunyikan permainan itu, saat itu juga aku ketahuan oleh Romo, yang kebetulan sedang lewat untuk mengadakan rapat di Ruang Doa MT[7]. Berdebar jantung ini, badan menjadi panas-dingin karena perasaan takut sekaligus merasa bersalah sebagai orang yang dipercaya telah mempermainkan kepercayaan itu. Dan sejak saat itu, aku memutuskan untuk meninggalkan game itu masuk ke dalam kelas untuk merenungkan tindakanku yang telah melanggar aturan itu. Aku bingung harus bagaimana, hingga akhirnya salah satu temanku menghampiriku dan mengatakan bahwa aku dipanggil oleh Romo pamong.

 

Pentingnya Diskresi Batin[8]

Tindakan itu dilakukan, tentu karena sebuah pilihan dari dalam hati seseorang. Proses pemilihan ini penting karena akan menentukan hasilnya pula. Semakin tepat pilihan seseorang dalam melakukan tindakan, maka akan menghasilkan hal yang baik pula. Di sini kita perlu berpikir panjang bahwa tindakan itu nanti akan menghasilkan sesuatu yang baik atau tidak. Dan dari pengalaman tersebut, aku belajar bahwa tindakan yang ku lakukan belum tepat ujtuk dilakukan, karena hasilnya adalah buah yang tidak baik. Aku hanya terpancing oleh keinginan spontan yakni kesenangan sesaat, di mana aku hanya ingin memuaskan mata saja. Apalagi di Seminari ini, aku hidup di dalam sebuah komunitas, maka sikap solider itu perlu. Solider di sini berarti menghargai yang lain di mana ketika yang lain sedang hening, jangan sampai kita mengganggu ketenangan orang lain. Jadi sebelum melakukan tindakan itu, sebaiknya kita harus memikirkan matang-matang; apakah tindakan itu tepat atau tidak untuk dilakukan, baik bagi diri sendiri maupun bagi sesama. Semakin tepat Anda menentukan suatu pilihan, maka buah yang akan Anda tuai pasti akan baik.

 

Berani Berbuat, Berani Bertanggungjawab

Dengan hati yang penuh dengan rasa bersalah, aku berangkat masuk ke kamar pamong. Sebagai orang yang dipercaya, tentu ada rasa bersalah tersendiri. Dan semua itu aku sadari atas perbuatanku sendiri secara sadar dan aku telah memilih melakukan hal demikian. Dengan hati yang gentle aku terima masukan dari pamong. Semua ungkapan yang beliau katakan kepadaku, ku anggap sebagai proses pengembangan diriku, juga proses penyadaran diriku akan pentingnya nilai kepercayaan yang telah diberikan itu. Orang lain mempercayakan sesuatu kepada kita, tentu karena seseorang itu telah menilai bahwa orang itu memiliki potensi yang baik untuk memegang sesuatu. Punya komitmen untuk memegang kepercayaan itu. Maka apabila kita dipercaya oleh orang lain akan suatu hal, jangan sampai kepercayaan itu dipermainkan. Dari pengalaman itu, aku mengerti bahwa suatu tindakan itu pasti membutuhkan juga suatu tanggungjawab. Jadi hendaknya apa yang dipilih nanti, juga harus dipilih dengan menggunakan suatu pertimbangan, karena dari tindakan itu nanti, seseorang akan dituntut tanggungjawabnya. Maka jangan sampai menyesal atas tindakan yang dipilih dan yang dilakukan.

 

You’re The Decision Maker of Your Life[9]

Itulah nilai-nilai yang bisa ku peroleh dari pengalamanku tersebut. Sebagai manusia tentu kita memiliki kekurangan dan kelebihan. Namun apabila dalam melakukan suatu tindakan itu manusia  tidak mendasarkan pilihannya pada suatu nilai yang tepat dan matang, tentu ia akan menuai suatu hasil yang tidak baik, bagitu pula sebaliknya; baik bagi diri sendiri, orang lain dan juga Tuhan sendiri.

Manusia memiliki akal dan budi untuk menentukan pilihan hidupnya. Mereka diberi anugrah itu oleh Sang Pencipta, agar mereka dapat memilih secara benar, seturut kehendak Pencipta-Nya. Maka kita patut mensyukuri hal itu dengan menggunakan akal-budi itu secara tepat dan bijak. Mari menjadi manusia yang bijak menentukan pilihan. Semakin tepat pilihan yang dipilih, semakin nikmat pula buah yang akan diperoleh. Tentukan pilihanmu secara bijak ,tepat dan bertanggung jawab!!! ^_~

Choose Your Love and Love Your Choice[10]-.


[1] Bukan Canisii Seminarium.

[2] Tindakan menyimpang dari peraturan atau pelanggaran atau tindakan tidak disiplin.

[3] Seksi komputer : yah…orang yang ngurusi seputar kehidupan komputer di angkatan.

[4] Yang momong anak-anak untuk sementara, karena di Seminari anak-anak harus jauh dari orang tua dan hidup mandiri, sekaligus yang ngajari hidup di Seminari atau singkatannya orang tua angkatlah.

[5] Karya Tulis, semacam skripsi tapi untuk pelajar SMA.

[6] Ruang kerja untuk melakukan kegiatan ketik mengetik dan mengerjakan tugas.

[7] Medan Tam-tama : tahun kedua di Seminari Mertoyudan atau kelas satu.

[8] Suatu proses memilih untuk menetapkan Tuhan dalam hidup kita sehari-hari, juga pembedaan roh baik dan roh jahat untuk menentukan tindakan yang tepat untuk dilakukan dan tidak tepat untuk dilakukan.

[9] Kamu adalah penentu atas pilihan hidupmu.

[10] Pilihlah Cintamu dan Cintailah Pilihanmu


22 responses to “It’s All About Act, Trust and Responsibility”

  1. Albertus says:

    hahaha..hidup IFO!!

    dulu di jamanku komputer masih jangkrik semua..ga kuat diisi CS..kalau mau main game komputer harus ke magelang dan jaman itu sedang tren-trenya ragnarock..kalau aku sih pilih main PS di samping seminari..hahaha

  2. AnyncTact says:

    medicine ball exercises for golf big break indian wells . tufts navigator health plan buy codeine promethazine cough syrup lafayette resort wells maine senior health insurance program

  3. treating adhd without medication doctor who the 11th doctor . denver health mental health hydrocodone without prescription virginia department of health arapahoe douglas mental health

  4. Jabbiance says:

    mental health services san francisco national institute of child health and human development . mental health involuntary commitment buy propecia ireland online tri valley medical group white willow bark medicinal uses

  5. Pharmd915 says:

    Hello! gefcacd interesting gefcacd site! I’m really like it! Very, very gefcacd good!

  6. Pharmc695 says:

    Hello! ebkeaae interesting ebkeaae site! I’m really like it! Very, very ebkeaae good!

  7. Pharmd997 says:

    Hello! dgddfek interesting dgddfek site! I’m really like it! Very, very dgddfek good!

  8. Pharmb319 says:

    Hello! kebddbb interesting kebddbb site! I’m really like it! Very, very kebddbb good!

  9. Pharmc159 says:

    Hello! dbdagkb interesting dbdagkb site! I’m really like it! Very, very dbdagkb good!

  10. Pharmd765 says:

    Hello! bdkffee interesting bdkffee site! I’m really like it! Very, very bdkffee good!

  11. Pharmk785 says:

    Hello! gacfddb interesting gacfddb site! I’m really like it! Very, very gacfddb good!

  12. Pharmk42 says:

    Hello! efcaeka interesting efcaeka site! I’m really like it! Very, very efcaeka good!

  13. Mickeyol says:

    nuclear medicine technologist pay buy albuterol online buy subutex online without prescription

  14. TravisKa says:

    doctor of divinity programs buy phendimetrazine online wells fargo routing number for california

  15. Smithc226 says:

    Hi there, just became aware of your blog through Google, and found that it’s truly informative. Im gonna watch out for brussels. I will appreciate if you continue this in future. Many people will be benefited from your writing. Cheers! kacdkdcbededdcgk

  16. Smithe507 says:

    I really enjoy the article post. Cool. edgbdgcfbaababdb

  17. Smithe593 says:

    Amoxicillin And Clavulanate 250mg With No Prescription in Indianapolis cadkbdedkeafbcea

Leave a Reply to Pharmd915 Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php