Vinsensius Adityo

Bingkisan Kesetiaan dari-Ku(,) Untukmu

Posted: October 30th 2012

I’ll Be home for Christmas…

I’ll Be home for Christmas… Suasana hati telah diwarnai dengan nuansa natal. 25 Desember 2010 menjadi tanggal di mana aku menerima bingkisan besar dari-Nya. Sungguh senangnya hati ini, yap… liburan natal. Liburan di mana aku dapat berkunjung kepada orang tua dan menikmati hari-hariku di dalam keluarga. Bingkisan yang Ia berikan kepadaku ini sungguh berarti bagiku. Bukan berupa benda-benda, melainkan bingkisan yang berisi banyak hal, yakni berisi kisah-kisah liburanku bersama keluarga dan Tuhan sendiri yang hadir dalam liburanku. Dan bingkisan ini, ingin ku bagikan pula kepada semua orang.

            Jingle Bell…Jingle Bell… Jingle All The Way…

            25 Desember 2010, menjadi saat-saat yang ku nanti-nantikan, di mana hari itu adalah hariku untuk mengunjungi keluargaku di rumah. Sungguh senangnya hati ini, di mana suasana itu diwarnai dengan lagu-lagu natal.  Setelah menjalani satu semester yang cukup melelahkan, akhirnya aku dapat bersantai sejenak, menikmati bingkisan natal yang Tuhan berikan padaku, yakni liburan bersama keluarga.

Liburan kali ini, aku isi dengan bergembira bersama keluargaku, bukan karena kami sering bepergian, tetapi makna yang kami peroleh di masa natal ini yakni melalui doa dan bersharing. Aku ingin mendapat bingkisan berbeda dari orang tuaku, bukan bingkisan berupa benda, tetapi berupa makna dan nilai utama yang mereka hidupi dan mereka hayati sampai sekarang dalam keluarga, agar aku jadi semakin mantap untuk menapaki jalan panggilanku.

Bagiku bingkisan natal ini sungguh memberiku kesan yang lebih, dibandingkan dengan natal-natal sebelumnya, di mana aku dapat menimba banyak-banyak makna dari keluargaku, tempat awal di mana aku dilahirkan dan dididik; diberi kasih sayang dan kebahagiaan secara lebih.

“Bu, Pak, apa toh yang membuat bapak dan ibu ini langgeng sampai saat ini? Padahal banyak keluarga yang sering kawin-cerai. Kog bisa toh di tengah zaman yang sedemikian gila ini, bapak-ibu masih langgeng?”

Berawal dari pertanyaan yang ku ajukan kepada orang tuaku, ternyata aku memperoleh satu makna yang berarti bagiku, sebagai bingkisan natal bagiku. Satu nilai yang mereka tawarkan bagiku, yakni kesetiaan. Kebahagiaan yang mereka rasakan sebagai keluarga adalah kesetiaan yang terus mereka hidupi; kekurangan dan kelebihan mereka, mereka satukan agar dapat saling melengkapi satu sama lain. Natal ini memberiku kehangatan di dalam keluarga. Seperti layaknya bayi Yesus yang baru lahir dan didekap oleh Bunda Maria, sungguh kehangatan keluarga itu, aku rasakan seperti layaknya Yesus yang lahir dan di dekap oleh ibu-Nya. Kehangatan itu aku rasakan melalui kebersamaan dan canda tawa dalam keluarga, terutama melalui rangkaian makna yang mereka berikan padaku yakni kesetiaan.

Janji yang mereka hidupi itu sama seperti panggilan. Butuh kesetiaan untuk menjalankan setiap alur kehidupannya. Begitu juga sebagai kaum yang ingin hidup selibat. Kesetiaan untuk memegang janji selibat, di mana selibat itu adalah sebuah pilihan untuk mau menyerahkan diri secara utuh kepada Allah, dengan mengabdikan diri sepenuhnya kepada-Nya. Dan ini tidaklah mudah. Akan banyak tantangan dan cobaan yang harus dialami. Setiap gejolak, emosi dan gairah itu akan terus menjadi tantangan yang tak mudah untuk di lalui. Namun inilah ujian di mana kesetiaan seseorang itu diuji.

Bingkisan Kesetiaan dari-Ku, Untukmu.

            Pohon cemara, lampu yang menyala, lilin-lilin yang menghiasi kamar, ternyata dikalahkan oleh bingkisan natal dari Tuhan kali ini. Bingkisan yang dibungkus indah, dengan kado berwarna merah dan pita hijau yang mengikatnya, ternyata berisi sebuah makna yang akan memberikan kekuatan bagiku.

Inilah bingkisan natal dari Tuhan yang Ia berikan kepadaku itu. Sebuah bingkisan indah, di mana aku mendapat sebuah makna berarti yang akan ku bawa sampai akhir nanti, yakni kesetiaan; kesetiaan untuk menjalani hidup selibat.

Natal kali ini, menjadi natal penuh makna bagiku. Dari sekian banyak natal yang telah aku lalui, natal kali ini-lah yang memberi kesan lebih bagiku. Makna yang telah ku peroleh sebagai bingkisan dari Allah adalah bingkisan yang paling spesial. Dan inilah bingkisan kesetiaan dari-Nya, untukku. Bingkisan yang akan ku bawa sepanjang  hidupku, walau ku tahu, kesetiaan ini tak akan mudah untuk dibawa. Namun aku percaya bahwa KARSA DALEM KALAMPAHANA menjadi kekuatanku untuk terus melangkah maju menjalani jalan panggilan ini.

“Bawalah bingkisan natal dari-Ku ini, jadikanlah bekalmu untuk melangkahkan kakimu di jalan yang terjal dan penuh liku nanti.”

 

-oo0Bingkisan Kesetiaan dari-Ku, Untukmu0oo-


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php