Victoria Intan

BERKUNJUNG KE KEBUN PLASMA NUTFAH PISANG

Posted: December 14th 2016

Tanggal 14 November 2016 pukul 10.30 merupakan momen berharga bagi mahasiswa yang mengambil kuliah Kultur Jaringan Tumbuhan Fakultas Teknobiologi Atma Jaya Yogyakarta karena melakukan kunjungan belajar ke Kebun Plasma Nuftah Pisang di Jalan Lingkar Selatan, Malangan, Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kebun Plasma Nuftah Pisang sampai saat ini telah mengoleksi 346 jenis pisang dari berbagai wilayah di Indonesia dan beberapa ada yang berasal dari luar negri, oleh karena itu pada tahun 2004 tempat ini diresmikan jadi Kebun Plasma Nutah Pisang Terlengkap Asia Tenggara.

Sarana dan prasarana yang telah ada di Kebun Plasma Nutfah Pisang Yogyakarta antara lain Kebun Plasma Nutfah Pisang, Laboratorium Kultur Jaringan, Laboratorium Olahan, Rumah Aklimatisasi, Gedung Promosi, dan Sumber Daya Manusia. Keberadaan tempat ini dimaksudkan untuk melestarikan, memanfaatkan, dan menyebarluaskan tanaman pisang bagi kepentingan yang lebih bermanfaat. Kebun ini juga menjadi wahana preservasi dan konservasi lahan dalam kota. Rekreasi ilmiah juga dapat dilakukan di kebun ini, dapat juga sebagai fasilitas penelitian bagi mahasiswa dan umum yang ingin mengetahui lebih banyak tentang tanaman pisang, juga sebagai pendukung bagi pengembangan industri pisang. Ada 80 jenis produk hasil olahan pisang yang telah dibuat dan telah dijual yaitu antara lain kripik pisang dengan berbagai rasa, sale pisang dan yang paling unik adalah minuman sari pisang asli.

Berbagai macam varietas pisang yang terdapat di kebun ini adalah jenis pisang Ambon (Amerika, Taiwan, Australia, Kongo, dan Suriname), pisang Mouli, pisang Ronggolawe, pisang Raja, pisang Raja Bulu, pisang Emas, pisang Kepok dll serta jenis pisang unik dan langkah seperti pisang Sangga Buana Merah, pisang Raja Seribu dll. Berbagai jenis pisang ini diperbanyak dengan cara konvensional berupa perbanyakan tunas dan teknik kultur jaringan yaitu secara invitro. Untuk tahapan kultur jaringannya sudah distandarkan untuk menghasilkan produk yang baik dan berkualitas. Pemilihan untuk bahan eksplan adalah tunas pisang yang diambil dari tunas rebung (bagian pisang yang bentuknya seperti tombak) dan diambil pada perbatasan antara batang semu dan bonggol pisang tersebut.

Tahapan dalam kultur jaringan secara invitro dimulai dengan pemilihan calon induk sesuai dengan kriteria lalu pengambilan calon eksplan, seleksi calon eksplan, persiapan eksplan dan tahapan inisiasi. Setelah itu masuk ke tahap peremajaan kemudian aklimatisasi yang harus diperhatikan dengan baik karena merupakan masa peralihan dan selama 2 minggu tanaman ditutup menggunakan plastik bening yang telah dilubangi. Setelah aklimatisasi masuk ke tahap pengakaran lalu subkultur (dibatasi maksimal dilakukan 6 kali subkultur untuk menghindari mutasi) dan kemudian adalah tahap multiplikasi yaitu tahapan perbanyakan induksi tanaman dimana untuk proses ini dapat berlangsung selama 1-7 bulan dilanjutkan dengan tahap pendewasaan selama 1 bulan. Tahap multiplikasi ini juga untuk mematikan titik tumbuh utama agar banyak tunas yang tumbuh.

Hasil perbanyakan tanaman pisang ini akan dikirim kedaerah-daerah yang membutuhkan seperti yang telah dikirim ataupun dijual kemasyarakat sekitar yang membutuhkan. Kunjungan ke Kebun Plasma Nuftar Pisang ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang mengambil matakuliah Kultur Jaringan Tumbuhan karena dapat melihat langsung proses kultur jaringan secara in vitro dalam skala besar sehingga dapat mengetahui secara nyata aplikasi dari teori yang telah dipelajari dan juga menambah wawasan mahasiswa tentang banyaknya varietas tanaman pisang. Meningkatkan keinginan untuk mempelajari secara mendalam tentang kultur jaringan serta menyadarkan mahasiswa sebagai generasi muda untuk melestarikan tanaman yang ada agar tidak punah ^^


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php