Biology Conservation

Keberadaan Buah Gowok (Syzygium polycephalum)

Posted: December 7th 2019

Buah Gowok, kupa atau kepa merupakan pohon buah anggota suku jambu-jambuan atau Myrtaceae yang berasal dari Indonesia khususnya Jawa, Sulawesi dan Kalimantan. Buah gowok ini memiliki nama latin Syzygium polycephalum. Tanaman gowok memiliki ukuran kecil sampai sedang dengan tinggi pohonnya antara 8-20 meter. Garis tengah batang bagian bawahnya mencapai 50 cm, dan untuk daunnya, pohon gowok memiliki daun tunggal dengan bentuk daunnya lonjong dan panjang sekitar 17-25 cm, lebar 6-7 cm. Secara fisik buahnya berbentuk bulat agak gepeng dan tumbuh buni. Garis tengah buahnya sekitar 2-3 cm, hampir seukuran buah duku. Buahnya menggerombol dengan kelopak tetap menempel di bagian ujungnya.

Ketika masih muda, buah gowok memiliki kulit kaku yang berwarna hijau hingga merah muda. Namun ketika kulit buahnya berubah warna menjadi ungu tua hingga kehitaman mengilat, itu artinya buah tersebut sudah masak.

Adapun daging buahnya berwarna putih atau merah keunguan. Selain itu, dagingnya juga banyak mengandung sari buah. Bila masih muda rasanya sangat asam, namun jika sudah tua akan berasa manis dengan rasa sepat saat digigit. Di dalam buah terdapat biji berbentuk gepeng dengan kulit putih atau merah keunguan.

Diyakini sebagai tumbuhan asli  Indonsia, tanaman gowok hanya ditemukan di daerah tertentu saja, yaitu di Pulau Jawa dan Kalimantan. Untuk habitatnya, tanaman gowok biasanya tumbuh liar di hutan-hutan sekunder. Meski tumbuh paling baik di ketinggian 1.000-1.800 meter di atas permukaan laut, tanaman gowok masih bisa tumbuh di ketinggian 200 meter di atas permukaan laut. Selain itu, gowok juga ditanam di kebun-kebun pekarangan dan lahan-lahan yang lain.

Sebagai tanaman berkeping dua (dikotil), untuk memperbanyak tanaman gowok bisa dilakukan dengan cara mencangkok batangnya atau dengan menanam bijinya. Namun biasanya, perkembiangbiakan dilakukan dengan bijinya. Biasanya tanaman ini akan berbunga pada bulan Agustus dan berbuah pada September-Oktober.

Gowok menjadi nama suatu kawasan di Daerah Istimewa Yogyakarta termasuk langka yang semakin sulit ditemui karena keberadaanya yang kalah bersaing dengan buah buah import. Awalnya pada tahun 1980 hingga awal 1990 buah ini cukup popular dan banyak diperjualbelikan serta mudah ditemui di pasar-pasar tradisional.

Jika kita berbicara mengenai tanaman, maka cara yang satu ini akan mudah untuk dilakukan, dimana cara ini biasanya banyak dilakukan pada beberapa laboratorium atau kebun raya yang terdapat disekitar kita. Salah satu cara pelestarian adalah dengan cara memperbanyak menggunakan metode kultur in-vitro. Metode ini dapat dimanfaatkan sebagai cara untuk konservasi tanaman yang langka seperti buah gowok, dengan memanfaatkan bagian dari tanaman gowok sehingga dapat menghasilkan tanaman baru dengan waktu yang relatif singkat dan jumlah yang banyak. Perbanyakan tanaman gowok dengan metode ini dapat dilakukan dengan alat skala rumah tangga sehingga tidak harus mengeluarkan biaya yang lebih.


11 responses to “Keberadaan Buah Gowok (Syzygium polycephalum)”

  1. angela says:

    Semoga dpt terealisasikan dengan baikk

  2. yossie says:

    Rencana yang dirancang sangat menarik! Semoga berhasil 🙂

  3. verjes says:

    semoga tanaman gawok dapat dilestarikan lagi 🙁

  4. yollya says:

    makasih atas infonya, semoga action plan dapat dilaksanakan dengan baik untuk tanaman gawok.

  5. Mariapietasari says:

    Terimkasih infonya. Ini pertamakali saya mengetahui buah gowok, semoga tanaman ini dapat dilestarikan sehingga generasi selanjutnya dapat menikmati buah ini, buakan hanya tinggal sejarah.

  6. jasmineputriw says:

    semoga plan actionnya terlaksanakan dengan baik ya~

  7. Ocha says:

    Wow, terimakasih atas informasi dan ilmunya. Baru kali ini saya mendengar buah gowok. Semoga bisa direalisasikan dgn baik! 🙂

  8. Alma Aprilla says:

    Wah saya baru tau banget kak, thankyou for sharing

  9. febrianoorf says:

    Wah terimakasih informasonya, bermanfaat sekali dan menambah wawasan. Keep it up!!

  10. desysimamora says:

    Wiiih, terima kasih banyak infonya. Next time, jika menuliskan artikel serupa, dapat ditambahkan informasi mengenai status populasinya, supaya lebih mengetahui seberapa urgensi sih konservasinya; dan dapat ditambahkan gambar supaya lebih eye-catching. Good job! 😄

  11. Febpi Lina says:

    Info yang menarik, pemberian gambar mungkin bisa mendukung deskripsi ciri yang disebutkan. Data buah sendiri sudah cukup lengkap, good luck untuk action plan yang direncanakan. Salam lestari!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php