tyrsapriliani

Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus)

Posted: November 1st 2016

Haloo………. sebagian dari kita sendiri pasti sudah ada yang mengenal speseis burung kasuari ini tetapi ada juga yang belum mengenal burung kasuari ini yaa. Burung kasuari merupakan salah satu satwa endemik dari pulau Papua ini terdiri atas tiga jenis (spesies). Ketiga spesies Kasuari yaitu Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus), Kasuari Gelambir Ganda (Casuarius casuarius), dan Kasuari Kerdil (Casuarius bennetti). Salah satunya yang akan dibahas adalah spesies burung Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus)). Oke ayok dilihat yaa informasi mengenai burung Kasuari Gelambir Tunggal yang saya dapatkan dari beberapa sumber.
Ini diaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

kasuari-2222

kasuari-gelambir-tunggal

Gambar 1. Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus)

• Deskripsi dan Bioekologi
Burung Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus) merupakan satwa endemik pulau Papua (Indonesia dan Papua New Guinea).  Spesies ini memiliki ciri umum selain bergelambir tunggal pendek kemerahan, mahkota membentuk bidang segitiga, wajah dan kepala berwarna biru dengan leher merah berbercak kuning dibagian belakang. Hewan ini berbulu lebat, dan memiliki tinggi badan 160 cm dengan berat badan 55-85 kg. Burung kasuari bergelambir tunggal memiliki panjang kaki 45 cm. Kulit leher dan kepalanya tidak berbulu, panjang gelambirnya adalah sekitar 3 cm. Burung kasuari ini memiliki gelambir tunggal.  Burung ini tidak bersayap. Hewan ini termasuk ke dalam golongan fruktifora atau hewan pemakan buah-buahan. Burung ini memiliki paruh dan sepasang telinga. Berkembang biak dengan cara ovipar atau bertelur. Biasanya kasuari aktif pada waktu pagi hingga sore hari, jarang dijumpai pada waktu malam hari. Bersifat soliter, hanya dijumpai bersama kelompoknya pada waktu musim kawin. Aktivitas gerak pun dengan cara berjalan, berlari dan kadang melompat. Namun kadang dijumpai kasuari berenang. Untuk yang berjenis kelamin jantan sangat agresif pada waktu mengerami telurnya

Klasifikasi Ilmiah Burung Kasuari sebagai berikut :
Kerajaan      : Animalia
Filum           : Chordata
Kelas            : Aves
Ordo             : Struthioniformes
Famili          : Casuaridae
Genus          : Casuarius
Spesies        : Casuarius casuarius, Casuarius unappendiculatus dan Casuarius bennetti

casowary-defense-4-638 Kasuari gelambir-tunggal (Casuarius unappendiculatus) hidup di Indonesia dan Papua New Guinea. Daerah sebarannya di Pulau Papua adalah di bagian Utara pulau ini dan dari sinilah nama Inggrisnya berasal, Northern Cassowary. Selain menghuni daratan utama Pulau Papua, burung ini juga terdapat di Pulau Yapen, Batanta dan Salawati, masih dekat-dekat Papua juga. Habitat kasuari yang berada di hutan tropis yang kaya akan flora dan fauna yang berhubungan dengan keadaan tanah, letak geografis serta keadaan iklim, sehingga hutan tropis sangat cocok untuk kasuari. Burung kasuari hidup menyendiri dan memiliki daerah teritorial tertentu. Hidup di hutan hujan dataran rendah, hutan rawa, hutan pegunungan, lembah dan sabana. Kasuari sering dijumpai di pinggiran hutan, bantaran sungai atau melintasi savana kecil dan mampu menyeberangi sungai yang lebar serta meninggalkan jejak kaki di lumpur seperti jejak dinosaurus. Kasuari beradaptasi dengan sempurna untuk kehidupan tersembunyi dalam semak belukar lebat di hutan tropis.

telur kasuari

Gambar 3 . Telur Kasuari Gelambir Ganda

Bulan Mei – Juni merupakan musim kawin dari Burung Kasuari. Burung Kasuari betina sekali bertelur menghasilkan sekitar 8 buah telur dan burung kasuari betina akan meletakkan telurnya di sarangnya, setelah itu meninggalkannya untuk dierami oleh Burung Kasuari jantan yang secara ganas akan menjaga telur-telur tersebut dari predator. Saat musim kawin tiba, Kasuari akan sering terlihat berduaan dengan lawan jenisnya hingga saatnya pengeraman telur tiba. Kasuari mengerami telurnya selama sekitar 2 bulan.
Populasi burung Kasuari Gelambir Ganda diyakini dari hari ke hari semakin mengalami penurunan. Karena itu IUCN (International Union for Conservation of Nature) Redlist memasukkan burung Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus) ini dalam status konservasi Vulnerable (Rentan) sejak tahun 1994. Burung kasuari gelambir tunggal merupakan salah satu jenis burung yang rentan mengalami kepunahan karena meskipun tidak memiliki predator di habitat aslinya, akan tetapi manusialah yang menjadi ancaman terbesar dari kepunahan Burung Kasuari karena perburuan baik untuk mendapatkan bagian-bagian tubuhnya seperti daging, bulu ataupun telurnya. Hal ini dipercepat lagi dengan rusaknya habitat alami, sebagai dampak dari pembalakan liar, kebakaran hutan, bencana alam dan konversi hutan menjadi areal untuk pemanfaatan lain seperti perkebunan, pertambangan dan pemukiman penduduk.

 

Sumber referensi :

http://www.iucnredlist.org/details/22678114/0

https://alamendah.org/2010/04/12/kasuari-burung-paling-berbahaya-di-dunia/

http://www.biodiversitywarriors.org/isi-katalog.php?idk=5820&judul=Kasuari-gelambir-tunggal-

Yohanes, Y.R. Klimaskossu, Y. Kerepea, W. Y. Mofu, R.A. Hans, F.Z. Peday, A. S.S dan Dimara, P.A. 2014. Perburuan Kasuari (Casuarius spp.) secara tradisional oleh Masyarakat Suku Nduga di Distrik Sawaerma Kabupaten Asmat. Jurnal Manusia dan Lingkungan. 21(1). 98-105.


8 responses to “Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus)”

  1. helena1553 says:

    #saveburungpapuakasuari , wah indah sekali spesies

    • tyrsapriliani says:

      terima kasih sudah membaca blog saya, semoga kita sebagai generasi muda semakin sadar dalam melakukan upaya konservasi terhadap spesies endemik ini, terutama spesies yang mulai terancam punah. semoga bermanfaat

  2. keziangelicas says:

    sangat menarik dan menambah pengetahuan 🙂

  3. jonbin8 says:

    Cukup menarik ya artikelnya…. kurang sedikit saja, yaitu mengenai ekologinya. Manusia memang tidak pernah puas akan segala yang telah diberikan oleh-Nya. Semoga masyarakat papua berperan penting dalam upaya konservasi dan menjaga kelangsungan hidup kasuari gelambir ganda ini, agar telurnya tidak di makan, bulunya tidak di buru, juga habitatnya selalu terjaga. Lestari!

    • tyrsapriliani says:

      Terima kasih sudah membaca blog ini. semoga informasi yang saya berikan tetap dapat bermanfaat dan terima kasih juga atas masukan yang berikan.
      #saveburungkasuari

  4. Yusnita Dwi Krisdiana says:

    Sebaiknya peta persebaran spesies ini di tampilkan agar pembaca mengetahui tempat persebaran spesies ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php